Om Erick TDA Lumajang Kembangkan Edukasi Psikologi Trading dan Aplikasi AI Gratis

Lumajang - Mohamad Thorik Sugarry, yang akrab disapa Om Erick, memadukan edukasi psikologi trading, pengembangan teknologi kecerdasan buatan, dan keterlibatan dalam komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Lumajang. Selain menekuni dunia trading, dia juga menjabat sebagai pengurus bidang eksternal TDA Lumajang.
Bagi Om Erick, kemampuan membaca pergerakan pasar bukan satu-satunya hal yang menentukan dalam aktivitas trading. Cara seseorang mengelola emosi, menyikapi ketidakpastian, dan mengambil keputusan juga menjadi aspek penting.
Berangkat dari perhatian tersebut, Mohamad Thorik Sugarry menekuni edukasi psikologi trading sekaligus mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Om Erick dikenal sebagai Psychological Trading Coach yang memiliki sejumlah sertifikasi profesional, antara lain Certified Technical Analyst (CTA), Certified Hypnotist, dan Certified NLP (Neuro-Linguistic Programming). Dengan memadukan pengetahuan analisis teknikal, hipnosis, dan NLP, dia berfokus pada edukasi mengenai hubungan antara pola pikir, perilaku, dan pengambilan keputusan dalam aktivitas trading.
“Memahami pasar juga perlu diiringi pemahaman terhadap cara manusia merespons situasi yang tidak pasti. Emosi dan kebiasaan dalam mengambil keputusan menjadi aspek yang perlu dikenali agar seseorang dapat mengevaluasi pendekatannya terhadap trading secara lebih terukur,” jelasnya.
Melalui situs pribadinya, omerick.com, dia membagikan wawasan, pengalaman, dan materi edukasi seputar psikologi trading. Fokusnya bukan semata-mata pada analisis pergerakan harga, tetapi juga pada proses berpikir yang menyertai keputusan seorang trader.
“Jadi, mengembangkan teknologi AI yang lebih mudah diakses,” jelasnya.
Edukasi psikologi trading dan pengembangan aplikasi AI
Selain menekuni edukasi psikologi trading, Om Erick mengembangkan aplikasi berbasis AI. Ketertarikannya pada teknologi berangkat dari gagasan bahwa ilmu pengetahuan dan inovasi digital dapat memberikan manfaat lebih luas apabila dirancang agar mudah diakses masyarakat.
“Salah satu pengembangannya adalah Gudang Broker, aplikasi berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna dalam aktivitas trading. Aplikasi ini dapat diakses secara gratis tanpa kewajiban registrasi maupun biaya berlangganan bulanan, berdasarkan informasi yang disampaikan pengembang,” katanya.
Model akses tersebut menjadi bagian dari pendekatan Om Erick dalam menghadirkan teknologi yang lebih inklusif. Dia ingin membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi AI tanpa menjadikan biaya berlangganan sebagai hambatan awal.
Pengembangan aplikasi ini juga memperlihatkan sisi lain dari aktivitas profesionalnya. Jika edukasi psikologi trading berfokus pada pemahaman perilaku dan pengambilan keputusan, pengembangan AI menjadi jalur untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dalam kegiatan sehari-hari.
Meski demikian, penggunaan teknologi dalam trading tetap perlu disertai pemahaman terhadap risiko pasar. Keberadaan aplikasi berbasis AI tidak dengan sendirinya menjamin ketepatan keputusan ataupun hasil transaksi.
“Karena itu, edukasi dan pemahaman pengguna tetap menjadi bagian penting dalam pemanfaatan teknologi tersebut,” ungkapnya.
Aktif dalam komunitas pengusaha TDA Lumajang
Di luar aktivitas profesionalnya, Om Erick terlibat dalam komunitas Pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Lumajang. Dia mengemban amanah sebagai pengurus bidang eksternal yang berkaitan dengan pengembangan hubungan, jejaring, dan peluang kolaborasi di luar komunitas.
Keterlibatan tersebut menjadi ruang bagi Om Erick untuk berinteraksi dengan sesama pengusaha sekaligus mengambil bagian dalam pengembangan ekosistem kewirausahaan. Dalam komunitas pengusaha, pertukaran pengalaman dan perluasan jejaring dapat membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi perkembangan usaha para anggota.
Peran tersebut juga mempertemukan dua ranah yang digelutinya, yakni pengembangan pengetahuan dan pemanfaatan teknologi. Keduanya berpotensi mendukung pelaku usaha dalam memahami perubahan, mengeksplorasi peluang, serta mengembangkan kapasitas diri maupun bisnis.
Melalui TDA Lumajang, kontribusi Om Erick tidak hanya berkaitan dengan aktivitas profesional, tetapi juga keterlibatannya dalam lingkungan yang mendorong para pengusaha untuk saling belajar dan bertumbuh.
Perjalanannya memperlihatkan pertemuan antara edukasi, teknologi, dan aktivitas komunitas. Psikologi trading menjadi bidang yang ditekuninya untuk membantu orang memahami aspek perilaku dalam pengambilan keputusan. Sementara itu, pengembangan aplikasi AI menjadi upayanya mengeksplorasi pemanfaatan teknologi yang lebih mudah diakses.
Kedua bidang tersebut memiliki pendekatan berbeda, tetapi bertemu pada perhatian terhadap bagaimana pengetahuan dapat diterapkan secara praktis. Edukasi membantu seseorang memahami proses yang dijalaninya, sedangkan teknologi dapat menyediakan sarana untuk mendukung aktivitas tertentu.
Keterlibatannya di TDA Lumajang menambahkan dimensi komunitas dalam perjalanan tersebut. Di tengah perubahan dunia usaha dan perkembangan teknologi digital, jejaring antarpengusaha dapat menjadi ruang untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, dan membangun kolaborasi.
Bagi Om Erick, nilai ilmu pengetahuan dan teknologi tidak berhenti pada kemampuan untuk menguasai atau mengembangkannya. Keduanya menjadi lebih berarti ketika dapat dimanfaatkan untuk memberikan manfaat kepada orang lain.
“Prinsip itulah yang tercermin dalam aktivitas mulai dari berbagi edukasi psikologi trading, mengembangkan aplikasi AI yang dapat diakses secara gratis, hingga mengambil bagian dalam komunitas pengusaha. Sebuah perjalanan yang mempertemukan kompetensi profesional dengan upaya untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
