TDA dan Kedubes Maroko Jajaki Kerja Sama Ekspor ke Afrika

Jakarta - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) menjajaki kerja sama dengan Kerajaan Maroko untuk memperluas akses pasar internasional, khususnya bagi pelaku industri kerajinan. Penjajakan tersebut dibahas dalam pertemuan dengan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Kantor Kedutaan Besar Maroko, Kuningan, Jakarta, Senin (2/11).
Pertemuan itu membuka peluang kerja sama perdagangan dua arah. Mulai dari memperkenalkan produk kerajinan Maroko ke pasar Indonesia hingga mendorong produk kerajinan Indonesia memasuki pasar Maroko. Produk Indonesia juga berpotensi menjangkau negara-negara lain di Afrika dan Eropa.
Tiga peluang program menjadi fokus pembahasan, yakni promosi produk kerajinan, business matching atau penjajakan kemitraan bisnis, serta pertukaran informasi pasar global dan pengembangan produk.
Industri kerajinan menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian karena memiliki keunikan, nilai budaya, dan cerita di balik proses pembuatannya. Karakter tersebut dinilai dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan produk kepada konsumen internasional.
Director Government & Association TDA 9.0, Litar, melihat pertemuan ini sebagai peluang yang perlu ditindaklanjuti pengusaha Indonesia, khususnya anggota TDA yang bergerak di industri kerajinan.
"Salah satu peluang yang perlu ditindaklanjuti oleh member TDA di seluruh Indonesia, khususnya yang bergerak di bidang kerajinan, agar produknya bisa menembus pasar Afrika," ujar Litar.
Lebih jauh, Litar berharap peluang kerja sama tersebut tidak berhenti pada industri kerajinan. Sektor usaha lainnya juga diharapkan dapat memanfaatkan hubungan bisnis dengan Maroko sebagai salah satu pintu masuk untuk memperluas ekspor produk Indonesia ke pasar Afrika.
Peluang kerja sama yang dibahas mencakup penyelenggaraan pertemuan bisnis secara daring, partisipasi dalam kegiatan promosi dan pameran di Maroko, serta kemungkinan kunjungan bisnis untuk mempertemukan pengusaha dari kedua negara.
Dengan jaringan yang tersebar di 29 wilayah dan 121 daerah serta lebih dari 66.000 member di seluruh Indonesia, TDA memiliki potensi menghubungkan pelaku usaha lokal dengan jejaring perdagangan internasional.
Dalam pertemuan tersebut, TDA diwakili Litar selaku Director Government & Association, Andrew selaku Director Community & Hobby, Subur selaku Ketua TDA Wilayah Banten, serta Tejasari selaku Staf Khusus Government & Association.
Sebagai tindak lanjut, kedua pihak berencana mengadakan pertemuan lanjutan untuk membahas lebih rinci jenis produk yang berpotensi dipasarkan, mekanisme kerja sama, serta langkah teknis pelaksanaan program.
Melalui penjajakan ini, TDA berharap semakin banyak pengusaha Indonesia memperoleh kesempatan memperluas pasar, membangun hubungan bisnis lintas negara, dan meningkatkan daya saing produk lokal.
Langkah tersebut sejalan dengan semangat TDA 9.0, Let's Go Together, untuk terus membersamai perjalanan pengusaha Indonesia dalam bertumbuh, memperluas jejaring, dan membuka peluang bisnis bersama.
