Konten Media Partner

TDA Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Pengusaha Lewat Mukerwil 2026

TDAverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TDA Yogyakarta Perkuat Kolaborasi Pengusaha Lewat Mukerwil 2026
zoom-in-whitePerbesar

Yogyakarta - Komunitas pengusaha Tangan Di Atas (TDA) Yogyakarta menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Mukerwil) pada 31 Oktober–1 November 2026. Kegiatan ini menjadi momentum bagi pengurus TDA di wilayah Yogyakarta untuk menyelaraskan arah organisasi, memperkuat kolaborasi, dan merumuskan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan pengusaha.

Ketua TDA Kota Yogyakarta periode 2026–2029, Yunita, mengatakan kegiatan tersebut melibatkan pengurus TDA Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Mukerwil juga menjadi ruang bagi para pengusaha untuk berbagi pengalaman, memperkuat jejaring, dan membangun kolaborasi berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan hari pertama menghadirkan sesi business sharing yang membahas kepemimpinan dan pengembangan komunitas, serta strategic alignment dan team building.

"Sesi Business Sharing menghadirkan Deny Rifai, Direktur DENTICO Dental Clinic Management sekaligus Vice President Edukasi & Kolaborasi Bisnis TDA 8.0, serta Rahmad Budiyanto, Owner Batik Kita Group dan Director Leadership & Development TDA 9.0," jelasnya.

Menurut Yunita, sesi tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi pengurus untuk memahami pentingnya membangun organisasi yang tidak hanya aktif menjalankan kegiatan, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah bagi anggotanya.

Pada hari kedua, Mukerwil dilanjutkan dengan pembahasan program kerja delapan divisi TDA Yogyakarta periode 2026–2029. Kegiatan juga diisi penyerahan Surat Keputusan (SK) Ketua Divisi.

Bahas Program Kerja Delapan Divisi

Pembahasan program kerja diarahkan untuk memastikan setiap divisi memiliki fokus dan peran yang jelas dalam mendukung kebutuhan anggota. Mulai dari pengembangan kapasitas pengusaha, penguatan jejaring, hingga perluasan peluang kolaborasi.

Yunita menyampaikan, tantangan pengusaha saat ini tidak cukup dihadapi dengan berjalan sendiri-sendiri.

“Menurut saya, bisnis hari ini punya tantangan yang semakin beragam. Kita perlu terus belajar, beradaptasi, dan membuka ruang kolaborasi. Di TDA, kita punya kesempatan untuk bertumbuh bersama, bukan hanya sebagai pengusaha, tetapi juga sebagai komunitas yang bisa saling memberikan manfaat," bebernya.

Ia menambahkan, Mukerwil menjadi langkah awal untuk menyamakan arah dan membangun komitmen bersama dalam menjalankan organisasi selama satu periode ke depan.

“Harapannya, apa yang kita susun di Mukerwil ini tidak berhenti sebagai program kerja. Kita ingin ada manfaat yang benar-benar dirasakan oleh anggota, ada peluang bisnis yang terbuka, dan ada kontribusi yang bisa diberikan untuk ekosistem usaha di Yogyakarta," katanya.

Perkuat Ekosistem Pengusaha di Yogyakarta

Sebagai bagian dari komunitas pengusaha nasional Tangan Di Atas, TDA Yogyakarta berkomitmen membangun lingkungan usaha yang mendorong pertumbuhan, kolaborasi, dan pembelajaran antarpengusaha.

Melalui Mukerwil 2026, TDA Yogyakarta menegaskan bahwa penguatan komunitas menjadi bagian penting dalam mendorong pengusaha yang lebih adaptif, memiliki daya saing, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan daerah.

Bagi TDA, komunitas bukan sekadar tempat berkumpulnya pengusaha. Komunitas juga menjadi ruang untuk saling belajar, membuka peluang, memperluas jejaring, dan menghadapi tantangan bisnis bersama-sama.

Sebagai informasi, Tangan Di Atas (TDA) merupakan komunitas pengusaha Indonesia yang menjadi wadah bagi para pelaku usaha untuk saling belajar, berbagi pengalaman, memperluas jejaring, serta mengembangkan bisnis melalui kolaborasi dan penguatan kapasitas kewirausahaan. TDA Yogyakarta merupakan bagian dari komunitas tersebut yang menjalankan berbagai kegiatan pengembangan pengusaha di wilayah Yogyakarta.