Konten dari Pengguna

Gen Z Viral dan Vokal: Politik Mahasiswa Melawan Pemerintah

Aaqilah Imratul Imamah

Aaqilah Imratul Imamah

Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aaqilah Imratul Imamah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi. Generated by Copilot.AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi. Generated by Copilot.AI

Generasi Z kini tampil sebagai kekuatan politik baru yang membuat pemerintah harus lebih waspada. Mereka vokal, kritis, dan berani melawan lewat media sosial, menjadikan ruang digital sebagai panggung mahasiswa melawan kebijakan yang dianggap tidak adil. Fenomena ini menunjukkan bahwa politik tidak lagi hanya berlangsung di gedung parlemen, tetapi juga di layar ponsel, di mana suara Gen Z mampu mengguncang legitimasi pemerintah dalam hitungan jam.

Budaya viral bagi Gen Z bukan hanya tren, melainkan senjata sosial. Popularitas online bisa berubah menjadi modal politik, bahkan lebih berpengaruh daripada tokoh partai yang sudah mapan. Di sisi lain, keberanian mereka untuk mengkritik kebijakan, membongkar isu korupsi, atau menyoroti ketidakadilan membuat pemerintah merasa diawasi secara terus-menerus. Gen Z tidak segan menuntut transparansi, dan tekanan digital yang mereka ciptakan bisa memengaruhi arah kebijakan negara.

Secara sosiologis, Gen Z mempraktikkan solidaritas lintas batas melalui ruang digital. Mereka membangun komunitas yang cair, dialogis, dan penuh energi, meski kadang terjebak dalam debat dangkal. Namun, kekuatan mereka tetap nyata: suara kolektif yang viral mampu mengguncang legitimasi pemerintah jika tidak direspons dengan bijak.

Generasi viral sekaligus vokal ini adalah cermin zaman. Mereka menuntut demokrasi yang lebih sehat, partisipatif, dan transparan. Pemerintah bisa memilih untuk merangkul mereka sebagai mitra perubahan, atau justru menganggap mereka ancaman yang harus dikendalikan. Apa pun pilihannya, satu hal jelas: Gen Z telah menjadi kekuatan sosial-politik yang tidak bisa diabaikan.