Kondisi Kawasan Transmigrasi Aek Nabirong, dari Jalan Tanah hingga Susah Sinyal!

Mahasiswa jurusan Kesehatan Masyakat Universitas Diponegoro dengan fokus pada Kesehatan Lingkungan.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Azra Aniqah Nur Amalina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pasaman Barat, 19 September 2025 – Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro yang berada di kawasan transmigrasi Ranah Balingka Bermasa melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) kedua di Jorong Aek Nabirong, Wali Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat. FGD ini berlangsung dari pukul 13.00 hingga 16.30 WIB di Taman Kanak-Kanak (TK) Makarti Mukti Tama yang diikuti oleh 29 warga Aek Nabirong dengan tujuan mengetahui kondisi lingkungan dan kehidupan masyarakat secara langsung di kawasan transmigrasi.
Untuk mencapai lokasi FGD tidaklah mudah karena tim harus menempuh perjalanan darat sekitar 3 jam dengan akses jalan yang masih berupa tanah dan belum beraspal. Medan sulit membuat beberapa anggota tim mengalami kesulitan mengendalikan kendaraan, terutama saat melewati jalur tanjakan. Tantangan ini menunjukkan bahwa masyarakat yang ada disini memiliki kesulitan yang sama untuk pergi ke pusat kota maupun melakukan mobilitas dalam satu wilayah. Namun setibanya di lokasi, sudah ada beberapa warga yang menunggu dengan penuh antusias sehingga kegiatan bisa segera dimulai.
Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC yang dilanjutkan dengan pembacaan doa dan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Kepala Jorong Aek Nabirong dan dilanjutkan oleh sambutan dari Wali Nagari Pematang Panjang. Sebelum sesi FGD dimulai, tim terlebih dahulu menjelaskan tentang Ekspedisi Patriot kepada warga. Selanjutnya, warga mengisi kuesioner mengenai kondisi sosial dan lingkungan. Agar data lebih mendalam, tim menggunakan teknik wawancara dan radical listening, yang memberi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman, masukan, maupun aspirasi mereka secara terbuka. Kegiatan diakhiri dengan dokumentasi bersama.
Dari hasil FGD dengan warga, ada beberapa permasalahan yang dihadapi masyarakat dan perlu untuk ditindak lanjuti, diantaranya:
1. Akses jalan berupa jalan batu dan tanah mengganggu mobilitas warga terutama ketika hujan karena jalanan akan licin dan berlumpur serta tidak bisa dilintasi oleh ambulance/mobil pemadam kebakaran, hanya kendaraan beroda 2 dan mobil pengangkut sawit
2. Minimnya fasilitas umum yang tersedia seperti tidak adanya balai pertemuan sehingga warga tidak bisa menjalankan aktivitas sosial dengan maksimal dan hanya tersedia 1 warung kelontong di kawasan pemukiman
3. Kondisi sekolah yang kurang layak karena tidak terawat dengan baik dari segi kebersihan
4. Kerawanan bencana longsor yang diketahui dari penuturan warga setempat serta kondisi jalan yang masih berupa tanah dan dikelilingi tebing, sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi keselamatan masyarakat maupun pengguna jalan
5. Sanitasi masyarakat masih buruk yang terbukti dari pembuangan untuk MCK dan BAB dialirkan ke sungai tanpa ada septic tank serta masih terjadi pembakaran sampah di sekitar rumah
6. Jaringan internet yang buruk, sebagian besar tidak ada sinyal, hanya titik tertentu dengan sinyal rendah dan bantuan Wifi di SDN 18 Aek Nabirong
7. Terhambatnya penyaluran BLT dalam 10 tahun terakhir oleh pemerintah setempat
Dari adanya pelaksanaan FGD, Tim dapat mendapatkan informasi secara langsung dari masyarakat yang tinggal di kawasan transmigrasi, dengan adanya sumber data primer seperti ini diharapkan kebijakan yang dihasilkan lebih tepat sasaran dan mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan (Tim Patriot_Azra Aniqah).
