Karyawan Bertahan Bukan Hanya karena Gaji, tetapi karena Merasa Dihargai

mahasiswa universitas pamulang program studi manajemen s1
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari abdul syahrohman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia kerja, gaji sering dianggap sebagai alasan utama seseorang bertahan di sebuah perusahaan. Padahal, menurut saya, ada faktor lain yang tidak kalah penting, yaitu bagaimana seorang karyawan diperlakukan oleh atasannya. Gaji memang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi lingkungan kerja yang sehat dan pemimpin yang menghargai karyawannya juga memiliki peran besar dalam menentukan kenyamanan seseorang saat bekerja.
Tidak sedikit karyawan yang memiliki kemampuan baik, tetapi akhirnya memilih mengundurkan diri karena merasa tidak dihargai. Ada yang terus mendapatkan tekanan tanpa arahan yang jelas, ada yang bekerja keras tetapi tidak pernah mendapatkan apresiasi, bahkan ada yang merasa pendapatnya tidak dianggap penting. Jika kondisi seperti ini terus terjadi, bukan tidak mungkin karyawan mulai kehilangan semangat dan mencari tempat kerja yang lebih menghargai dirinya.
Menurut saya, masalah tersebut tidak selalu berasal dari perusahaan secara keseluruhan, tetapi bisa juga muncul dari cara seorang atasan memimpin timnya. Seorang pemimpin seharusnya tidak hanya berfokus pada target dan hasil pekerjaan, tetapi juga memahami bahwa setiap karyawan memiliki kemampuan, kebutuhan, dan batasan yang berbeda. Target memang penting, tetapi cara mencapainya juga perlu diperhatikan.
Atasan yang baik bukan berarti harus selalu bersikap lembut atau menghindari teguran. Ketika karyawan melakukan kesalahan, teguran tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, teguran seharusnya disampaikan secara profesional, bukan dengan merendahkan atau mempermalukan seseorang. Perbedaan cara menyampaikan kritik dapat memengaruhi bagaimana karyawan menerima arahan dan memperbaiki pekerjaannya.
Atasan yang baik bukan berarti harus selalu bersikap lembut atau menghindari teguran. Ketika karyawan melakukan kesalahan, teguran tetap diperlukan sebagai bagian dari evaluasi. Namun, teguran seharusnya disampaikan secara profesional, bukan dengan merendahkan atau mempermalukan seseorang. Perbedaan cara menyampaikan kritik dapat memengaruhi bagaimana karyawan menerima arahan dan memperbaiki pekerjaannya.
Dalam perspektif Manajemen Sumber Daya Manusia, mempertahankan karyawan bukan hanya tentang memberikan kompensasi, tetapi juga membangun hubungan kerja yang sehat, memberikan kesempatan berkembang, serta menciptakan komunikasi yang terbuka. Karyawan yang merasa dipercaya dan dihargai cenderung memiliki alasan lebih kuat untuk berkontribusi dalam jangka panjang. Sebaliknya, jika mereka terus merasa tertekan dan tidak mendapatkan dukungan, perusahaan berisiko kehilangan tenaga kerja yang sebenarnya potensial.
Saya berpendapat bahwa perusahaan perlu mengevaluasi bukan hanya kinerja karyawan, tetapi juga kualitas kepemimpinan para atasannya. Jangan sampai perusahaan terlalu sibuk mencari penyebab tingginya angka pengunduran diri tanpa melihat bagaimana karyawan diperlakukan setiap hari. Evaluasi terhadap gaya komunikasi, kemampuan menyelesaikan konflik, dan cara memberikan apresiasi perlu menjadi bagian dari upaya mempertahankan karyawan.
Pada akhirnya, karyawan memang bekerja untuk mendapatkan penghasilan, tetapi mereka juga ingin diperlakukan secara adil dan profesional. Perusahaan yang ingin mempertahankan karyawan perlu memahami bahwa hubungan kerja bukan sekadar pertukaran tenaga dengan gaji. Ada kepercayaan, penghargaan, dan kesempatan berkembang yang ikut menentukan keputusan seseorang untuk bertahan.
Bagi saya, keberhasilan seorang pemimpin bukan hanya terlihat dari tercapainya target perusahaan, tetapi juga dari kemampuannya membangun tim yang merasa dihargai, berkembang, dan memiliki alasan untuk tetap bersama perusahaan. Sebab, mempertahankan karyawan bukan hanya tentang membuat mereka tetap bekerja, melainkan membuat mereka merasa bahwa kontribusinya benar-benar berarti.
ditulis oleh: Abdul syahrohman Mahasiswa Universitas Pamulang Program Studi Manajemen S1
