Konten dari Pengguna

10 Pesan Penting Buya Hamka untuk Millennial

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Abdurrohman Hizbulloh tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Buya hamka. Foto: Wikipedia
zoom-in-whitePerbesar
Buya hamka. Foto: Wikipedia

Zaman telah berubah, saat ini mulai dari anak sd hingga lansia harus mengerti tentang teknologi terutama gadget. Era ini hadir dengan arus informasi yang cepat dan tidak tersaring dengan baik. Kondisi inipun diperparah dengan sedikitnya tokoh-tokoh yang dapat menjadi teladan bagi kaum milenial, kaum yang dimana memegang peranan penting untuk dapat mempersiapkan estafet kepemimpinan negeri. Milenial rindu akan teladan yang dapat menunjukkan arah serta memperkuat niat luhur bangsa yaitu menjadi bangsa yang menciptakan perdamaian dunia.

Maka dari situ, saya ingin kembali membuka mata Milenial dengan Tokoh yang dapat kita teladani bersama yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau lebih dikenal dengan sebutan HAMKA adalah seorang ulama, sejarawan, politikus dan sastrawan Indonesia yang namanya sangat dikenal oleh masyarakat. Sosok kelahiran 17 Februari 1908 di Nagari Sungai Batang, Tanjung Raya, Agam, Sumatera Barat ini tergolong seorang pembelajar otodidak dalam berbagai bidang keilmuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi dan politik. Ia tercatat sebagai seorang penulis muslim paling produktif dan profilik dalam sejarah modern Indonesia. Hingga sekarang, karya-karyanya telah dicetak ulang berkali-kali dan banyak dijadikan sebagai bahan kajian oleh para peneliti dari Indonesia, Malaysia dan Singapura. Sebagian karyanya bahkan telah diangkat ke layar lebar, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Tafsir Al-Azhar adalah karya terbesar HAMKA di antara lebih dari 114 karya yang pernah ia tulis. Inilah beberapa pesan penting dari Buya Hamka untuk kaum millennial:

  1. Kecantikan yang abadi terletak pada keelokan adab dan ketinggian ilmu seseorang. Bukan terletak pada wajah dan pakaiannya. — HAMKA

  1. Jangan takut jatuh, karena yang tidak pernah memanjatlah yang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah. Jangan takut salah, karena dengan kesalahan yang pertama kita dapat menambah pengetahuan untuk mencari jalan yang benar pada langkah yang kedua. — HAMKA

  1. Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena di dalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil. — HAMKA

  1. Hanya orang takut yang bisa jadi berani, karena keberanian adalah melakukan sesuatu yang ditakuti. Maka bila merasa takut, anda akan punya kesempatan untuk bersikap berani. — HAMKA

  1. Cari pasangan itu gak mesti mapan, yang penting kamu tahu apa rencana dia untuk ke depannya. Dan profesinya tidak perlu harus ini dan itu. Memang cinta butuh makan, namun ada satu perasaan ketika kamu mau untuk berjuang bersama, maka itu lebih terasa nikmat. — HAMKA

  1. Supaya engkau mendapat sahabat, hendaklah diri engkau sendiri sanggup menyempurnakan menjadi sahabat orang. — HAMKA

  1. Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup adalah membiarkan pikiran yang cemerlang menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang mendahulukan istirahat sebelum lelah. — HAMKA

  1. Kalau hidup sekadar hidup, babi di hutan juga hidup. Kalau bekerja sekadar bekerja, kera juga bekerja. — -HAMKA

  1. Adil ialah menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan yang benar, mengembalikan hak yang empunya dan jangan berlaku zalim di atasnya. Berani menegakkan keadilan, walaupun mengenai diri sendiri, adalah puncak segala keberanian. — -HAMKA

  1. Satu-satunya alasan kita untuk hadir di dunia ini adalah untuk menjadi saksi atas keesaan Allah. — HAMKA

Begitulah pesan penting untuk milenial zaman now, artikel ini ditulis dari berbagai literatur seperti mutiara.net dan kata-kata motivasi.

Ilustrasi sunset di pantai. Foto: Faisal Rahman/kumparan