News
12 April 2020 4:02

Kecerdikan Amerika Serikat Menghancurkan Jepang di Midway

Foto: commons.wikimedia.org

Pertempuran Midway menjadi salah satu pertempuran paling penting dalam sejarah Perang Dunia ke-2, yang melibatkan Jepang dan Amerika Serikat (AS). Pertempuran ini terjadi di Atol (Pulau) Midway yang terletak di Samudra Pasifik sebelah utara. Seakan belum puas dengan peristiwa Pearl Harbor sebelumnya, enam bulan kemudian, armada Jepang berniat ingin menuntaskannya dalam Pertempuran Midway ini.

Serangan atas Pearl Harbor memang menimbulkan kerugian yang sangat besar kepada Amerika Serikat, namun Jepang masih menganggap bahwa serangan tersebut masih kurang. Terlebih lagi banyak komandan dan tentara Amerika Serikat yang tidak ada di sana saat terjadi penyerangan. Maka Operasi Midway pun dijalankan atas perintah Laksamana Yamamoto untuk menyelesaikan pekerjaan Jepang yang tidak tuntas enam bulan yang sebelumnya.

Dalam penyerangan ini, Yamamoto mengerahkan kekuatan armadanya secara besar-besaran. Hampir semua sumber kekuatan Jepang, dikerahkan dalam penyerangan ini. Kapal-kapal perang yang dibawa juga sangat banyak, meliputi 4 kapal induk pengangkut pesawat, 150 lebih kapal perang, 248 pesawat tempur, dan 16 pesawat amfibi. Dengan kekuatan ini, Yamamoto yakin bahwa Jepang dapat menaklukkan Midway.

Foto: commons.wikimedia.org

Ternyata AS sudah mempersiapkan kejutan lain. Berkat kerjasamanya dengan Inggris dan Belanda, rencana penyerbuan Jepang, jumlah pasukan, dan lokasi yang akan dituju dapat diketahui dengan mudah oleh AS. Dengan bekal dari informasi inilah, AS berada dalam kondisi yang lebih siap.

Untuk menghadapi taktik yang akan digunakan oleh Jepang, AS menyerang melalui udara. Pengalaman sukses yang dilakukan oleh Jepang dengan menyerang Pearl Harbour dari udara tampaknya memang dimanfaatkan oleh AS.

Penyerangan pertama yang dilakukan Jepang adalah dengan mengerahkan 7 buah pesawat pengebom dan 1 pesawat pengintai. Serangan tersebut mengakibatkan kerusakan yang cukup serius di sekitar pangkalan Midway. Namun, serangan udara Jepang tidak bertahan lama setelah mendapatkan balasan dari meriam anti pesawat milik AS.

Puluhan pesawat berhasil ditembak jatuh, banyak pilot yang gugur, mengakibatkan kerugian besar bagi Jepang. Tak lama kemudian, AS langsung meluncurkan pesawat-pesawat pengebomnya untuk menyerang kapal induk Jepang. Kedatangan pesawat AS ini jelas mengagetkan pasukan Jepang, karena tidak menyangka akan disambut terlebih dahulu. Terlebih lagi, mereka sedang mempersiapkan pesawat yang akan diterbangkan ke Midway. Saat itu, banyak pesawat yang hancur sebelum selesai dipersiapkan untuk menyerang Midway.

AS memiliki kelebihan dari segi taktik. Banyak kapal tempur milik Jepang berhasil dilumpuhkan dan mengalami kerusakan yang sangat parah, beberapa dari kapal-kapal itu juga memilih kabur keluar pertempuran, salah satunya adalah kapal bernama Hiryu. Namun, kapal tersebut tetap dapat ditenggelamkan oleh AS, sehingga serangan balik ini tentu mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi Jepang. Dan ini menjadi kekalahan mutlak bagi Jepang.

Tercatat sebanyak 4 kapal induk Jepang tenggelam bersama dengan 3.000 tentaranya yang juga tewas. Sedangkan untuk pihak AS, kerugian yang mereka alami hanya satu kapal induk dan destroyer yang tenggalam, dengan jumlah tentara tewas yang lebih sedikit, yakni 307 orang.

Sumber: historyextra.com | sandiegouniontribune.com | history.com

Tulisan ini adalah kiriman dari user, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan
Bagikan ide, informasi, momen dan cerita kamu melalui
kumparan