Program Kerja: Penyedian Papan Mading Aspirasi di SMAN 1 Batujaya
Tulisan dari Abu Malik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di sudut lorong SMAN 1 Batujaya, suasana pagi biasanya diwarnai lalu lalang siswa yang tergesa-gesa menuju ruang kelas. Namun, ada satu pemandangan berbeda yang kini menarik perhatian siapa saja yang melintas. Sebuah papan kayu berbingkai rapi berdiri kokoh, bertuliskan "Mading Aspirasi". Papan ini bukan sekadar pajangan dinding, melainkan ruang tumbuh bagi ide, harapan, dan suara seluruh warga sekolah.
Program kerja penyediaan Papan Mading Aspirasi ini berawal dari sebuah gagasan sederhana: memberikan wadah yang inklusif dan terbuka bagi para siswa untuk menyampaikan pemikiran mereka. Selama ini, banyak gagasan kreatif maupun masukan konstruktif yang hanya berhenti di obrolan warung kejujuran atau ruang kelas. Melalui mading ini, setiap lembar kertas bernilai sama—menjadi jembatan komunikasi yang jujur antara siswa, pengurus OSIS, dan pihak sekolah.
Menjalin Komunikasi lewat Lembaran Warna-warni
Proses penyediaan papan mading ini dilakukan secara gotong royong. Sejak tahap perencanaan, pemeliharaan tempat, hingga pemasangan, semangat kebersamaan sangat terasa. Kini, papan tersebut dipenuhi tempelan kertas warna-warni yang memuat berbagai hal:
Aspirasi dan Masukan: Saran mengenai fasilitas sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, hingga kenyamanan belajar.
Karya Kreatif: Puisi, esai pendek, dan poster buatan siswa yang ingin membagikan pandangannya.
Tanggapan Terbuka: Kolom khusus di mana perwakilan OSIS atau pihak sekolah dapat memberikan jawaban atas aspirasi yang telah disampaikan.
Dampak Nyata bagi Lingkungan Sekolah
Penyediaan Mading Aspirasi tidak hanya menghidupkan budaya literasi di SMAN 1 Batujaya, tetapi juga menumbuhkan rasa kepemilikan dan kepedulian terhadap sekolah. Siswa belajar menyampaikan pendapat secara santun, terstruktur, dan bertanggung jawab. Di sisi lain, pihak sekolah mendapatkan gambaran nyata mengenai apa yang dibutuhkan oleh para peserta didik.
Sebuah papan sederhana di koridor sekolah ini kini menjadi saksi bisu betapa setiap suara memiliki arti. Papan Mading Aspirasi SMAN 1 Batujaya bukan hanya tempat menempelkan kertas, melainkan wujud nyata dari demokrasi kecil yang hidup dan bertumbuh di lingkungan sekolah.

