Konten dari Pengguna

GELORA AWARDS 2026: Inovasi Tak Mengenal Jabatan, Berawal dari Masalah Warga

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adekamwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Peserta dibuat penasaran oleh kisah analogi Zulchaidir. Cerita sederhana itu perlahan mengantar mereka pada satu pertanyaan: di mana inovasi bermula? (Foto: tangkapan layar Humas.)
zoom-in-whitePerbesar
Peserta dibuat penasaran oleh kisah analogi Zulchaidir. Cerita sederhana itu perlahan mengantar mereka pada satu pertanyaan: di mana inovasi bermula? (Foto: tangkapan layar Humas.)

Mamuju Tengah – Seorang warga datang pagi-pagi ke kantor kecamatan. Dokumen yang dibawanya diyakini sudah lengkap. Namun, setelah tiba, ia diminta kembali karena masih ada satu persyaratan yang belum terpenuhi.

Situasi sederhana seperti itu dapat menjadi titik awal sebuah inovasi pelayanan publik.

Ilustrasi tersebut disampaikan Kepala Bagian Umum Pusat Pembelajaran dan Strategi Kebijakan Manajemen Pemerintahan (Pusjar SKMP) LAN RI, Zulchaidir, S.Sos., MPA., dalam Sosialisasi GELORA AWARDS 2026 (Gelar Lomba Inovasi Daerah Mamuju Tengah), Senin (28/9/2026).

Menurut Zulchaidir, persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari dapat menjadi sumber gagasan untuk memperbaiki cara kerja pemerintah.

“Di balik masalah, ada peluang inovasi,” kata Zulchaidir saat menjadi narasumber secara daring melalui Zoom.

Sosialisasi yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah itu diikuti kepala perangkat daerah, kepala desa, dan kepala puskesmas se-Kabupaten Mamuju Tengah. Bupati Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras, M.Si., Kepala BAPPERIDA Mamuju Tengah Dr. Dzulkifli, M.Si., serta Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Andi Muhammad Aslamsyah, S.IP., M.AP., turut hadir.

GELORA AWARDS 2026 mengusung tema “Gelorakan Inovasi dan Wujudkan Prestasi untuk Mateng Kuat”. Ajang ini diarahkan untuk mendorong inovasi pemerintahan yang menjawab kebutuhan masyarakat, memberikan manfaat nyata, dan dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Inovasi Berangkat dari Masalah Publik

Kepala BAPPERIDA Mamuju Tengah Dr. Dzulkifli mengatakan GELORA AWARDS kembali digelar untuk mempercepat pengembangan inovasi di lingkungan pemerintah daerah.

“Alhamdulillah, tahun ini kita kembali menyelenggarakan Kegiatan GELORA AWARDS 2026. Dengan adanya ajang ini, dapat memudahkan pengembangan inovasi di Mamuju Tengah,” kata Dr. Dzulkifli.

Pada penyelenggaraan tahun ini, pemerintah daerah memperkenalkan konsep “One Agency, Three Innovations” bagi seluruh organisasi perangkat daerah. Pengembangan inovasi juga diarahkan pada potensi strategis Mamuju Tengah, terutama pariwisata, ketahanan pangan, dan perikanan.

Bupati Mamuju Tengah Dr. Arsal Aras mengatakan pemerintah daerah membutuhkan keberanian untuk menghasilkan gagasan yang dapat menjawab persoalan konkret masyarakat.

“Saya berharap akan muncul sekian banyak inovasi dalam kegiatan GELORA AWARDS 2026 ini,” ujar Dr. Arsal.

Persoalan sampah menjadi salah satu isu yang secara khusus disoroti. Arsal mendorong inovasi pengolahan sampah melalui pemilahan berdasarkan jenisnya.

“Urusan sampah hari ini dapat kita segerakan dan jadikan inovasi sebagai tantangan utama bagi kita. Sistem digitalisasi mungkin bisa dilirik untuk mengontrol sampah di lingkungan kita, di Mamuju Tengah yang kita cintai,” katanya.

Dari Keluhan Warga ke Public Trust

Bagi Zulchaidir, inovasi tidak harus dimulai dari teknologi yang rumit. Pemerintah cukup memulai dengan mengenali persoalan yang benar-benar dihadapi masyarakat.

Keluhan warga, hambatan pelayanan, hingga proses kerja yang tidak efisien dapat menjadi sinyal bahwa terdapat sesuatu yang perlu diperbaiki.

“Bagaimana kita menumbuhkan public trust di tengah-tengah masyarakat kita. Ketika kita mampu menyelesaikan masalah masyarakat melalui inovasi, layanan menjadi lebih cepat, warga lebih merasakan manfaat, dan pemerintah semakin dipercaya,” ujar Zulchaidir.

Ia menjelaskan, proses inovasi dapat dimulai dari identifikasi masalah, penggalian gagasan, pengujian solusi, perbaikan, hingga pembuktian manfaat.

Karena itu, inovasi tidak harus mahal.

“Inovasi itu tidak harus mahal. Yang penting ada pembaruan cara bekerja, ada masalah yang diselesaikan, ada perbaikan yang dilakukan, dan ada manfaat yang bisa dibuktikan,” ungkapnya.

Menurut Zulchaidir, gagasan perubahan juga tidak mengenal jabatan. Kepala daerah, kepala perangkat daerah, kepala desa, perangkat desa, ASN, maupun masyarakat dapat menjadi sumber inovasi.

Prinsip tersebut menjadi penting dalam membangun ekosistem inovasi yang tidak hanya bergantung pada pimpinan, tetapi melibatkan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat.

Bukan Sekadar Memenangkan Lomba

Zulchaidir menegaskan, keberhasilan GELORA AWARDS tidak cukup diukur dari jumlah inovasi yang dihasilkan atau penghargaan yang diperoleh.

Ukuran yang lebih penting adalah apakah inovasi tersebut mampu memperbaiki pelayanan dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.

Karena itu, GELORA AWARDS dirancang tidak hanya sebagai kompetisi. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran, apresiasi, coaching, pengujian, dan dokumentasi evidence untuk memastikan gagasan yang muncul dapat diterapkan dan dikembangkan.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar memenangkan lomba, tetapi membangun pemerintahan yang terus belajar, terus memperbaiki, dan terus memberi manfaat. Satu masalah yang kita selesaikan hari ini dapat menjadi satu perubahan yang dirasakan masyarakat besok,” tuturnya.

Pendekatan tersebut menempatkan inovasi sebagai instrumen untuk memperbaiki kinerja pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat pemberdayaan dan peran masyarakat, sekaligus mendukung daya saing daerah.

GELORA AWARDS 2026 juga menjadi ruang untuk membangun portofolio inovasi daerah yang terdokumentasi, terukur, dan dapat dikembangkan dari waktu ke waktu di Mamuju Tengah.

Sebab, inovasi bukan tentang seberapa banyak gagasan yang diperlombakan, melainkan seberapa banyak persoalan publik yang berhasil diselesaikan.

Tim Humas Pusjar SKMP LAN