Konten dari Pengguna

Quiet Living dan Soft Life, Tren Gen Z yang Mengutamakan Ketenangan

Adit Imam Al-farizi

Adit Imam Al-farizi

Mahasiswa S1 Akuntansi Universitas Pamulang

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Adit Imam Al-farizi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi dibuat oleh penulis menggunakan AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dibuat oleh penulis menggunakan AI

Di tengah perkembangan teknologi dan kehidupan yang serba cepat, Generasi Z menghadapi berbagai tuntutan dalam aktivitas sehari-hari. Tugas sekolah, pekerjaan, hubungan sosial, dan arus informasi di media sosial dapat membuat waktu terasa semakin padat. Kondisi tersebut mendorong munculnya ketertarikan terhadap gaya hidup yang lebih sederhana dan tenang.

Salah satu tren yang dibicarakan pada 2026 adalah quiet living dan soft life. Quiet living menekankan kehidupan yang lebih tenang, tidak berlebihan, dan tidak selalu mengejar perhatian publik. Sementara itu, soft life menggambarkan pilihan untuk mengutamakan kenyamanan, keseimbangan, dan kualitas hidup tanpa menjadikan kesibukan sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.

Penerapan gaya hidup ini dapat terlihat melalui kebiasaan sederhana. Misalnya, mengurangi waktu menggunakan ponsel, menikmati waktu bersama keluarga, membaca buku, berjalan santai, atau menyusun jadwal harian yang lebih realistis. Kegiatan tersebut tidak memerlukan perubahan besar, tetapi dapat membantu seseorang lebih memperhatikan kebutuhan dirinya.

Tren ini juga berkaitan dengan cara anak muda memandang kesuksesan. Seseorang tidak harus selalu terlihat sibuk untuk dianggap produktif. Menyelesaikan tugas dengan baik, menjaga hubungan dengan orang terdekat, dan memiliki waktu untuk beristirahat juga merupakan bagian penting dari kehidupan yang seimbang.

Namun, quiet living dan soft life bukan berarti menghindari semua tanggung jawab atau menjauhi tantangan. Kehidupan tetap membutuhkan usaha, kedisiplinan, dan kemampuan menghadapi masalah. Intinya adalah mengatur prioritas agar aktivitas sehari-hari tidak hanya dipenuhi tuntutan, tetapi juga memberikan ruang untuk menikmati kehidupan.

Pada akhirnya, tren ini menunjukkan bahwa sebagian anak muda mulai memberi perhatian lebih besar terhadap keseimbangan hidup. Mereka berusaha menemukan cara untuk tetap berkembang tanpa harus mengikuti setiap tekanan atau standar yang muncul di media sosial.

Sumber berita: Suara Malang, 21 Juli 2026 —

Quiet Living dan Soft Life: Tren Gaya Hidup Gen Z Indonesia yang Viral di 2026