Konten dari Pengguna

Laju Sinergi Inovatif Hidroponik di Pesantren Cendekia Amanah, Depok

Ahmad Afif

Ahmad Afif

Cendekiawan Muslim

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Afif tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Senyuman memanen sayuran Hidroponik.
zoom-in-whitePerbesar
Senyuman memanen sayuran Hidroponik.

Gempuran virus Corona yang tidak ada habisnya membuat seluruh sendi-sendi ekonomi Pondok Pesantren tidak berdaya. Hal ini merupakan fenomena langka yang tidak disangka-sangka oleh insan ma'had (komunitas Pesantren). Belum lagi dengan maraknya kasus resesi dunia yang tidak kunjung henti terus terjadi. Pandemi juga membuat rantai pasokan global terganggu, termasuk pasokan pangan dunia. Hal tersebut semakin memperparah rasio krisis pangan dunia yang selama ini terjadi, bahkan akan mencapai puncaknya di tahun 2040 ke atas. Dunia sangat membutukan pangan untuk mencukupi nutrisi dan gizi dalam menjaga kesehatan dan imunitas tubuh. Oleh karenanya, Pondok Pesantren ikut membuat inkubator swasembada pangan melalui Hidroponik.

Green house Hidroponik di Pondok Pesantren Cendekia Amanah merupakan piloting yang diiniasi bersama Bank Indonesia. Dalam wacananya, green house berbasis komunitas ini akan dijadikan standar nasional di kalangan Pesantren Indonesia. Pengembangannya juga relatif sangat sulit pada awalnya. Hidroponik Pesantren Cendekia Amanah yang didirikan pada tahun 2019 adalah hasil kerja sama antara Bank Indonesia dengan Pesantren. Bentuk bantuannya berupa hibah dari mulai pembangunan sampai peralatan dan transfer teknologinya. Pesantren menyediakan lahan serta komitmen untuk pengembangan bisnis sayuran hidro ini.

Hasil sebelum dan sesudah Corona terbilang sangat mengganggu perkembangan sirkulasi bisnis ini. Alasan yang paling logis adalah banyaknya rumah makan dan supermarket yang menjadi target pasar utama sudah tidak berdaya menghadapi gempuran Pandemi. Sontak saja, green house yang baru didirikan menuai banyak hambatan dalam proses produksi hingga distribusi. Tak ayal bahwa total expense juga terdampak karena minimnya pemasukan, akan tetapi nilai expense terus bertambah seiring sudah beroperasinya green house. Carut marutnya perjalanan awal green house Hidroponik hampir saja meluluh lantahkan semangat stakeholder Pesantren karena juga harus memikirkan operasional lainnya. Opsi penutupan produksi green house sudah diambang pintu, namun beberapa rekanan tetap memberikan dorongan semangat agar terus bangkit. Bank Indonesia memberikan suplai funding untuk pendirian rumah packing (pengemasan) agar dapat menggenjot laju distribusi eksklusif. Disamping itu, Institut Pertanian Bogor yang sekaligus menjadi mitra resmi BI menjadi supervisi pertanian jenis ini memberikan masukan yang dapat membuat secercah harapan untuk terus bisa berproduksi.

Alhamdulillah, tambahan semangat bangkit dengan mobil baru juga telah didapatkan di tahun 2020 dari BNI Syariah melalui Yayasan Hasanah Titik. Kesemuanya itu merupakan infus dalam kiprah perjuangan mengembangkan inkubasi kedaulatan pangan berbasis Pesantren. Seluruh jajaran terus membuat inovasi dalam memajukan Hidroponik dengan berbagai cara. Hasilnya juga sudah mulai terasa di tahun 2022 melalui kerja sama serta kolaborasi dengan Bank Indonesia, IPB, BNI Syariah, distributor Hidroponik, dan seluruh jajaran staf. Tidak lupa bahwa para staf yang bekerja tidak kenal lelah serta rela untuk terus meluangkan waktunya demi mengembangkan Hiroponik ini patut diapresiasi. Semangat gotong royong antar instansi, komunitas, serta pelaku ekonomi telah menghasilkan 1 ton sayuran per bulan. Sirkulasi bisnisnya pun juga ikut melaju pesat seiring supply dan demand yang tidak ada kendala berarti.

Hal tersebut juga ditopang dengan inovasi baik dari segi produksi, operasional, dan distribusi. Konsep berbagi yang diinisiasi oleh Pengasuh Pesantren Cendekia Amanah, Kota Depok, KH. Muhammad Cholil Nafis, Lc, P.hD telah menjadi inovasi distribusi sekaligus lahan iklan yang efektif. Inovasi paket sayur 5 ribuan untuk jamaah pengajian Mujahadah sangat efektif dilakukan. Hal ini didistribusikan setiap hari sabtu pagi pukul 06.00-08.15 WIB. Inovasi tersebut dilakukan agar konsumen sayur Hidroponik bisa dijangkau oleh masyarakat luas. Pada umumnya, sayuran ini dibandrol harga 15 ribuan apabila di supermarket bahkan lebih sehingga membuat Hidroponik kurang layak konsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat. Inovasi kedua yaitu sedekah sayuran kepada dewan asatidz dan karyawan Pesantren. Hal ini dilakukan agar nilai sense of belonging para stakeholder Pesantren semakin kuat sehingga akan membuat kinerjanya meningkat. Disamping itu, nilai filosofi pepatah yang mengatakan bahwa "ayam kelaparan di lumbung padi" tidak sampai terjadi.

Jamaah Mujahadah Sabtiyah berbelanja sayuran.

Adanya sentra usaha sayuran Hidroponik mempunyai esensi dasar untuk mewujudkan kedaulatan pangan Pesantren. Niat baik ini jangan sampai salah sasaran karena para stakeholder tidak menikmati keberadaan Hidroponik. Oleh karenanya, sedekah sayuran Hidroponik mengandung maksud mulia yang dimulai dari insan lembaga. Adapun dalam segi produksi, green house Hidroponik telah membuat rumah packing (pengemasan) dan benih untuk meningkatkan market value agar semakin terjaga kualitasnya. Rumah packing (pengemasan) difungsikan sebagai wahana untuk menjaga kualitas sayuran agar lebih fresh. Sarana dan prasarana yang disediakan mempunyai ukuran 50 m2 dilengkapi dengan showcase berukuran 1.500 L lengkap dengan peralatan packing (pengemasan) lainnya.

Sementara itu, rumah benih menjadi inovasi pada sisi produksi yang paling besar diferensiasinya daripada rumah packing (pengemasan). Rumah benih menjadi asa green house Hidroponik Pesantren Cendekia Amanah untuk mewujudkan kedaulatan pangan melalui sistem inkubasi holding Pesantren. Kerja sama ini telah dijalin dengan 4 Pesantren di kawasan Jabodetabek. Pesantren tersebut diantaranya: Pesantren Al Kaukab Tangerang, Pesantren Al Gebra Kota Bogor, Pesantren Pandawa Kabupaten Bogor, dan Pesantren Madinatunnajah Tangerang. Program ini didukung penuh oleh Bank Indonesia, Pesantren Cendekia Amanah, dan Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI). Teknis programnya mempunyai tujuan agar pola holding Pesantren melalui sentra usaha Hidroponik di lingkungan Pesantren dapat terjalin. Diferensiasinya ada pada holding benih yang diproduksi oleh Pesantren Cendekia Amanah untuk didistribusikan kepada 4 pesantren mitra secara rutin. Hasil value chain ini akan dapat menambah hirroh (semangat) swasembada pangan sayuran di kalangan komunitas Pondok Pesantren.

Akan tetapi, kebangkitan dari gempuran pandemi tersebut sempat terhambat dengan dinamika yang bertubi-tubi mendera. Mulai dari masalah lahan, bibit, nutrisi, peralatan, mitra, marketing, tata kelola, dan lain sebagainya. Trial and eror menjadi urgen manakala Sumber Daya Manusia (SDM) yang diberdayakan relatif masih tergolong minimalis. Hal ini menjadi tantangan dalam pengembangan green house Hidroponik dengan market size yang juga terbatas. Huluisasi menjadi awal dinamika setelah sarana prasarana mulai lengkap. Dinamika tersebut pantas saja membuat produksi sangat terhambat. Proses penyemaian hampir tidak menjadi kendala berarti, akan tetapi pola perawatan dalam asupan nutrisi sangat riskan.

Ada kejadian lucu manakala sistem nutrisi seharusnya mulai diaktifkan pada pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB. Namun, keadaannya berbalik karena ada human eror yang tidak mematikan mesin nutrisi pada sore harinya, heheh. Akhirnya, mesin nutrisi sampai masuk rumah sakit alias reparasi total karena meledak. Untung saja, pada saat itu tidak ada kejadian fatal sampai terbakar di tempat area mesin. Pada akhirnya, evaluasi besar-besaran pada jam operasional dan jobdes dilakukan dengan hasil yang baik tentunya. Selanjutnya proses perawatan kerudung green house serta pipa lobang tanam sayuran yang tidak terawat dengan baik pada awalnya, kini sudah mulai kondusif. Hal ini telah berangsur-angsur membaik karena adanya program peningkatan skil SDM dalam merawat green house Hidroponik bekerjasama dengan IPB.

Resolusi sentra green house Hidroponik ini sangatlah efektif dalam merubah pola eksklusifitas sayuran Hidronik menjadi inklusif. Pasalnya bahwa masyarakat kelas atas saja yang biasanya dapat menjangkau pasar Hidroponik, selain itu tempatnya kebanyakan di supermarket dan swalayan tertentu. Tentu saja, pola yang selama ini digunakan oleh sayuran Hidroponik sangatlah terbatas. Hidoponik Cendekia Amanah berusaha mereduksi pola tersebut menjadi lebih inklusif terutama di komunitas Pesantren. Sementara itu, Pesantren yang juga merupakan lembaga soko guru pendidikan agama Islam di Indonesia juga menginsert pola pemenuhan gizi seimbang agar para santri dapat terus sehat serta berenergi dalam mencari ilmu. Disamping itu, profit yang didapatkan dari penjualan sayur Hidroponik juga bisa digunakan untuk tambahan biaya operasional pesantren.

Hal tersebut telah merubah paradigma Pesantren yang selama ini kurang memperhatikan gizi serta makanan yang higienis dapat berjalan dengan baik. Penyebab dari semua masalah itu terletak pada kurangnya literasi dan akses yang dijangkau oleh Pesantren di Indonesia. Sejatinya, Pesantren Cendekia Amanah telah berkomitmen untuk menjadi inkubator sayuran Hidroponik Pesantren Indonesia. Hal ini telah terkonfirmasi dari adanya program pelatihan santripreneur dan kerja sama degan Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI). Realisasi program pengembangan sayur Hidroponik telah bekerjasama dengan 4 Pesantren lainnya dalam konsep holding pesantren. Teknisnya berupa pembuatan rumah benih di Pesantren Cendekia Amanah melalui mitra Hidroponik di 4 pesantren lain. Semoga saja hal ini dapat menjadi titik awal terwujudnya santri sehat dan bergizi.

Implikasi dari pengembangan Hidroponik di Pesantren yaitu dapat menjadi solusi krisis pangan dunia dan menjalankan amanah UU Nomor 18 tahun 2019 tentang Pondok Pesantren. Keduanya merupakan unsur penting dalam keselarasan problem dan solusi kebijakan. Pesantren menjadi lembaga yang tepat dalam menjawab problematika tersebut. Rekomendasi yang dapat dibuat dari sentra ini yaitu pemerintah bisa menjadikan piloting kedaulatan pangan di Pondok Pesantren. Disamping itu, Badan Wakaf Indonesia (BWI) dapat memberdayakan skema pendidikan blended usaha di lahan wakaf. Selanjutnya, Pesantren bisa berinovasi dalam menciptakan kedaulatan pangan, income, dan gizi santri. Sedangkan masyarakat bisa bekerja sama dengan Pesantren melalui sentra green house sayuran Hidroponik di Pesantren. Mari kita bangkit bersama untuk hidup sejahtera!.

Depok, 13 Maret 2023

Ahmad Afif

Public Relation Pondok Pesantren Cendekia Amanah, Depok.

#JNE32tahun, #JNEBangkitBersama dan #jnecontentcompetition2023 #ConnectingHappiness.