Teguh Iswara Terima Gagasan Insinyur Muda Sulsel untuk Pemerataan Pembangunan

Mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Hubungan Internasional
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Ahmad Yassin Al-Manshuri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta – Pemerataan pembangunan infrastruktur masih menjadi tantangan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menanggapi isu tersebut, Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia Wilayah Sulawesi Selatan menyampaikan gagasan strategis mengenai konektivitas wilayah dan pengembangan potensi ekonomi daerah dalam audiensi bersama Ir. H. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., anggota DPR RI Komisi V.
Dalam pertemuan tersebut, FIM Sulawesi Selatan memaparkan kondisi pembangunan di Sulawesi Selatan yang masih menghadapi ketimpangan antara kawasan perkotaan dan wilayah lainnya. Padahal, daerah pesisir, kepulauan, serta kawasan pertanian memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan apabila didukung infrastruktur dan konektivitas yang memadai.
Salah satu perhatian utama adalah penguatan jaringan transportasi dan logistik. FIM menyoroti pentingnya menghubungkan pusat industri, pelabuhan, kawasan produksi, dan wilayah kepulauan agar distribusi barang semakin efisien. Pengembangan jalur kereta api Trans-Sulawesi, termasuk lintasan Maros–Garongkong, turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai konektivitas dan pengembangan ekonomi regional.
Bagi FIM Sulawesi Selatan, pembangunan infrastruktur perlu dirancang dengan mempertimbangkan karakteristik dan kebutuhan setiap wilayah. Pendekatan ini penting agar pembangunan tidak hanya terkonsentrasi di pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu membuka akses dan peluang bagi daerah yang selama ini belum berkembang secara optimal.
Selain menyampaikan gagasan pembangunan, FIM Sulawesi Selatan memperkenalkan perkembangan organisasinya yang telah menjangkau 24 kabupaten/kota. Organisasi ini juga melibatkan mahasiswa melalui Forum Anggota Mahasiswa sebagai bagian dari kaderisasi dan persiapan calon insinyur profesional.
Melalui program pengembangan kepemimpinan, webinar, dan riset, FIM berupaya membangun kapasitas generasi muda sekaligus menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri dan pembangunan daerah.
Audiensi bersama Ir. H. Teguh Iswara Suardi, ST., M.Sc., menjadi ruang bagi insinyur muda untuk membawa perspektif teknis ke dalam diskusi pembangunan. Kolaborasi antara insinyur, pemerintah, legislatif, akademisi, dan sektor industri diharapkan dapat memperkuat perencanaan infrastruktur yang terintegrasi serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Keterlibatan generasi muda dalam agenda pembangunan menjadi penting agar gagasan dan potensi daerah dapat diterjemahkan menjadi perencanaan yang lebih konkret. Dengan memperkuat sinergi lintas sektor, pemerataan infrastruktur di Sulawesi Selatan diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
