Konten dari Pengguna

Jika Pancasila Hilang Selama 24 Jam, Apa Yang Terjadi Pada Indonesia?

Ahmad Ziyad Hasyim

Ahmad Ziyad Hasyim

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

·waktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ahmad Ziyad Hasyim tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi: Generated AI
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Generated AI

Pancasila merupakan dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Namun, pernahkah kamu membayangkan bagaimana jika selama satu hari penuh seluruh masyarakat Indonesia tidak lagi berpedoman pada Pancasila?

Tanpa sila pertama, masyarakat mungkin tidak lagi menghargai kebebasan beragama sehingga konflik antarumat beragama dapat meningkat.

Tanpa sila kedua, rasa kemanusiaan akan memudar. Perundungan, diskriminasi, hingga tindakan kekerasan bisa semakin sering terjadi karena hilangnya rasa empati.

Tanpa sila ketiga, persatuan Indonesia akan terancam. Perbedaan suku, agama, maupun budaya dapat memicu perpecahan yang lebih besar.

Tanpa sila keempat, pengambilan keputusan mungkin lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada musyawarah. Demokrasi kehilangan makna karena masyarakat tidak lagi menghargai pendapat orang lain.

Tanpa sila kelima, ketidakadilan sosial dapat semakin terasa. Kelompok yang kuat akan semakin berkuasa, sedangkan kelompok yang lemah semakin tertinggal.

Walaupun hanya berlangsung selama 24 jam, dampaknya dapat sangat besar karena Pancasila sebenarnya hampir hadir seluruh aktivitas masyarakat Indonesia.

Melalui gambaran tersebut dapat kita pahami bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara, tetapi menjadi fondasi kehidupan bangsa. Kehilangannya, bahkan hanya sesaat, dapat menimbulkan berbagai masalah sosial, politik, maupun ekonomi.