Konten dari Pengguna

From Spending to Planning: Edukasi Literasi Keuangan bagi Siswa MA Al-Irsyadiah pada Era Digital

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Siswa/i MA AL - IRSYADIYAH, Sabtu 10 Oktober 2026. Sumber: Dokumentasi Pribadi.
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat bersama Siswa/i MA AL - IRSYADIYAH, Sabtu 10 Oktober 2026. Sumber: Dokumentasi Pribadi.

Ciseeng, 10 Oktober 2026 — Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan bagi generasi muda dalam melakukan berbagai aktivitas, termasuk berbelanja dan melakukan transaksi keuangan. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan, terutama dalam mengendalikan pengeluaran dan menentukan prioritas keuangan. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan mengangkat tema “Membangun Pola Pikir Finansial Sehat pada Generasi Z di Era Digital” di MA Al-Irsyadiah, Ciseeng.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 10 Oktober 2026 ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah. Melalui kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan dengan cara mengelola keuangan pribadi secara bijak, terencana, dan bertanggung jawab.

Pentingnya Literasi Keuangan bagi Generasi Z

Generasi Z tumbuh di tengah perkembangan teknologi yang memberikan akses mudah terhadap berbagai layanan digital, termasuk belanja daring dan transaksi elektronik. Di satu sisi, kemudahan tersebut memberikan manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tanpa pemahaman keuangan yang baik, kondisi tersebut dapat mendorong perilaku konsumtif dan pengeluaran yang tidak terencana.

Permasalahan tersebut menjadi salah satu alasan dilaksanakannya edukasi literasi keuangan di MA Al-Irsyadiah. Pemahaman mengenai pengelolaan uang perlu diperkenalkan sejak dini agar siswa mampu membedakan kebutuhan dan keinginan, menentukan prioritas pengeluaran, serta membangun kebiasaan menabung.

Melalui edukasi ini, mahasiswa berupaya memperkenalkan pola pikir finansial yang tidak hanya berorientasi pada penggunaan uang, tetapi juga pada perencanaan keuangan untuk kebutuhan masa depan.

From Spending to Planning: Belajar Mengelola Keuangan Sejak Dini

Dalam kegiatan tersebut, materi literasi keuangan disampaikan melalui presentasi secara langsung oleh pemateri, Restiana Ari. Penyampaian materi berfokus pada beberapa aspek dasar pengelolaan keuangan pribadi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa.

Materi pertama membahas pengelolaan uang saku. Siswa diberikan pemahaman bahwa uang yang dimiliki perlu digunakan berdasarkan kebutuhan dan perencanaan. Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mencatat pemasukan, memperkirakan pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang untuk ditabung.

Selanjutnya, siswa diperkenalkan dengan perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan merupakan sesuatu yang harus dipenuhi, sedangkan keinginan merupakan sesuatu yang ingin dimiliki tetapi tidak selalu harus dipenuhi. Kemampuan membedakan keduanya menjadi dasar penting dalam menentukan prioritas sebelum melakukan pengeluaran.

Selain itu, materi juga mencakup penyusunan anggaran sederhana. Dengan membuat anggaran, siswa dapat membagi uang yang dimiliki untuk berbagai kebutuhan, tabungan, dan keperluan lainnya sesuai kemampuan.

Tidak hanya membahas kebiasaan menabung, siswa juga memperoleh pengenalan dasar mengenai investasi. Dalam materi tersebut dijelaskan bahwa menabung dan investasi memiliki tujuan serta karakteristik yang berbeda. Menabung berorientasi pada penyimpanan uang, sedangkan investasi bertujuan mengembangkan dana dengan kemungkinan memperoleh keuntungan sekaligus memiliki risiko.

Interaktif melalui Sesi Tanya Jawab

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi dan menjawab pertanyaan seputar materi yang telah disampaikan.

Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia juga memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab pertanyaan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap partisipasi siswa selama berlangsungnya edukasi.

Pelaksanaan PKM secara keseluruhan juga mengangkat tema “Membangun Generasi Muda yang Cerdas Finansial, Kreatif di Era Digital, dan Berkarakter Kepemimpinan.” Selain bidang keuangan, kegiatan turut mencakup penyampaian materi mengenai pengembangan sumber daya manusia dan pemasaran.

Membangun Kebiasaan Finansial yang Lebih Terencana

Melalui kegiatan ini, siswa memperoleh wawasan awal mengenai pentingnya mengelola keuangan pribadi, mulai dari penggunaan uang saku, penyusunan anggaran, penentuan prioritas, kebiasaan menabung, hingga pengenalan investasi.

Konsep From Spending to Planning menjadi pesan utama dalam edukasi ini, yaitu mengubah kebiasaan menggunakan uang tanpa perencanaan menjadi kebiasaan yang lebih terarah dan mempertimbangkan kebutuhan masa depan.

Ke depannya, edukasi literasi keuangan diharapkan dapat terus diperkenalkan melalui kegiatan pembelajaran maupun program pendukung di lingkungan sekolah. Siswa juga diharapkan mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti membedakan kebutuhan dan keinginan, menyusun prioritas pengeluaran, serta menyisihkan sebagian uang saku untuk ditabung sesuai kemampuan.

Dengan adanya kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap dapat turut berkontribusi dalam memperkenalkan pentingnya literasi keuangan serta membangun generasi muda yang lebih bijak, disiplin, dan bertanggung jawab dalam mengelola keuangan di era digital.