Konten dari Pengguna

Era Digital Mengubah Dunia Kerja, Bagaimana Perusahaan Merencanakan Kebutuhan SDM?

Valerina Ardelia Putri

Valerina Ardelia Putri

Mahasiswa Universitas Pamulang

·waktu baca 12 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Valerina Ardelia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tantangan Perusahaan dalam Menyiapkan SDM di Era Digital

Ilustrasi: Aktivitas karyawan dalam menghadapi perkembangan teknologi di lingkungan kerja.
Sumber: Unsplash.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi: Aktivitas karyawan dalam menghadapi perkembangan teknologi di lingkungan kerja. Sumber: Unsplash.

Perkembangan teknologi digital saat ini telah membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia kerja. Kemajuan teknologi seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), otomatisasi, komputasi awan, dan penggunaan berbagai aplikasi digital membuat aktivitas pekerjaan menjadi semakin mudah dan cepat. Banyak pekerjaan yang sebelumnya dilakukan secara manual kini mulai beralih menggunakan sistem digital untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi kesalahan dalam proses kerja.

Perubahan tersebut memberikan banyak keuntungan bagi perusahaan. Dengan memanfaatkan teknologi, perusahaan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu yang lebih singkat, mengelola informasi dengan lebih teratur, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan. Namun, perkembangan ini juga menimbulkan tantangan baru, terutama dalam pengelolaan sumber daya manusia (SDM).

Perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan karyawan berdasarkan jumlah tenaga kerja yang tersedia, tetapi juga harus memperhatikan kemampuan dan keterampilan yang dimiliki oleh setiap karyawan. Tenaga kerja dituntut untuk mampu mengikuti perkembangan teknologi agar tidak tertinggal dari perubahan sistem kerja yang semakin modern. Di sisi lain, perusahaan juga harus memikirkan jenis pekerjaan apa saja yang masih membutuhkan tenaga manusia dan pekerjaan mana yang mulai dapat dibantu oleh teknologi.

Kondisi tersebut membuat perencanaan SDM memiliki peran yang semakin penting. Perusahaan harus mampu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja untuk masa sekarang maupun masa mendatang agar dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan bisnis. Tanpa perencanaan yang baik, perusahaan berisiko mengalami kesulitan dalam mendapatkan karyawan yang sesuai, menghadapi kekurangan keterampilan, bahkan mengalami penurunan produktivitas.

Oleh karena itu, perencanaan SDM di era digital bukan hanya berkaitan dengan menentukan jumlah karyawan, tetapi juga mempersiapkan kualitas tenaga kerja agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja yang terus berkembang.

Perubahan Dunia Kerja di Tengah Perkembangan Teknologi

Kemajuan teknologi telah mengubah cara perusahaan menjalankan kegiatan operasionalnya. Jika sebelumnya sebagian besar pekerjaan dilakukan secara langsung oleh manusia, sekarang banyak aktivitas yang dapat diselesaikan dengan bantuan perangkat lunak dan sistem otomatis.

Sebagai contoh, dalam bidang administrasi, kegiatan seperti memasukkan data, menyusun laporan, mengelola dokumen, dan menyimpan informasi kini dapat dilakukan menggunakan aplikasi komputer. Dalam bidang pelayanan pelanggan, perusahaan mulai menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan konsumen tanpa harus selalu melibatkan karyawan secara langsung. Sementara itu, dalam bidang pemasaran, penggunaan media sosial dan teknologi analisis data membantu perusahaan memahami kebutuhan serta kebiasaan konsumennya.

Perubahan ini membuat perusahaan perlu menyesuaikan sistem kerja dan kemampuan tenaga kerja yang dimiliki. Karyawan tidak hanya dituntut untuk memahami pekerjaan sesuai bidangnya, tetapi juga perlu memiliki kemampuan menggunakan teknologi yang mendukung pekerjaan tersebut.

Menurut laporan World Economic Forum (2025) berjudul The Future of Jobs Report 2025, sekitar 39% keterampilan pekerja diperkirakan akan mengalami perubahan atau menjadi kurang relevan selama periode 2025 hingga 2030. Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa kemampuan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan, pengolahan data, keamanan siber, dan literasi teknologi diperkirakan semakin dibutuhkan di dunia kerja.

Hal ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat mengubah kebutuhan perusahaan terhadap tenaga kerja. Karyawan yang sebelumnya memiliki keterampilan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan belum tentu memiliki kemampuan yang sama untuk menghadapi tuntutan pekerjaan di masa depan.

Dengan demikian, perusahaan perlu mulai mempersiapkan tenaga kerja yang mampu beradaptasi, memiliki kemauan untuk belajar, serta tidak bergantung sepenuhnya pada keterampilan yang dimiliki saat ini.

Tantangan Perusahaan dalam Merencanakan Kebutuhan SDM di Era Digital

Perubahan teknologi tidak selalu berjalan dengan mudah. Dalam proses menyesuaikan diri, perusahaan menghadapi berbagai tantangan yang dapat memengaruhi perencanaan dan pengelolaan sumber daya manusia.

1. Kesenjangan Keterampilan DigitalDigitalSalah

Salah satu permasalahan yang sering dihadapi perusahaan adalah adanya perbedaan antara kemampuan yang dimiliki karyawan dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja digital.

Tidak semua karyawan terbiasa menggunakan teknologi baru, terutama sistem berbasis AI, aplikasi pengolahan data, maupun perangkat lunak khusus yang digunakan perusahaan. Sebagian karyawan mungkin masih membutuhkan waktu untuk memahami cara kerja teknologi tersebut.

Apabila kondisi ini tidak diperhatikan, perusahaan akan mengalami kesulitan ketika menerapkan sistem kerja baru. Pekerjaan yang seharusnya menjadi lebih cepat justru dapat terhambat karena karyawan belum memiliki kemampuan yang cukup.

Oleh karena itu, perusahaan perlu mengetahui keterampilan apa saja yang masih kurang dimiliki oleh karyawan. Hasil evaluasi tersebut dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan jenis pelatihan yang perlu diberikan.

2. Perubahan Kebutuhan dan Jenis Pekerjaan

Perkembangan teknologi juga menyebabkan perubahan terhadap jenis pekerjaan yang dibutuhkan perusahaan. Beberapa pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak tenaga manusia kini mulai dapat dibantu oleh sistem otomatis.

Sebagai contoh, pekerjaan administrasi yang berkaitan dengan pengolahan data sederhana dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak tertentu. Hal ini membuat perusahaan perlu mengevaluasi kembali pembagian pekerjaan dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan.

Di sisi lain, perkembangan teknologi justru menciptakan kebutuhan terhadap pekerjaan baru, seperti tenaga ahli keamanan siber, analis data, pengembang perangkat lunak, dan spesialis kecerdasan buatan.

Perubahan tersebut menjadi tantangan bagi bagian SDM karena perusahaan harus mampu memperkirakan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan arah perkembangan bisnisnya. Jika perusahaan tidak melakukan perencanaan sejak awal, kemungkinan terjadinya ketidaksesuaian antara jumlah karyawan dan kebutuhan pekerjaan akan semakin besar.

3. Kesulitan Mendapatkan Tenaga Kerja yang Memiliki Keahlian Digital

Mendapatkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan bukanlah hal yang mudah. Saat ini, banyak perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pendidikan dan pengalaman, tetapi juga menguasai keterampilan teknologi tertentu.

Permasalahannya, jumlah kandidat yang memiliki kemampuan sesuai dengan kebutuhan tersebut belum tentu mencukupi. Akibatnya, proses perekrutan dapat membutuhkan waktu lebih lama karena perusahaan harus mencari kandidat yang benar-benar memenuhi kualifikasi.

Kondisi ini membuat bagian SDM harus lebih teliti dalam menentukan persyaratan pekerjaan. Perusahaan juga perlu mempertimbangkan kemampuan kandidat untuk belajar dan beradaptasi, bukan hanya melihat keterampilan teknis yang sudah dimiliki.

Dengan begitu, perusahaan memiliki kesempatan untuk mendapatkan karyawan yang tidak hanya mampu menjalankan pekerjaan saat ini, tetapi juga berpotensi berkembang mengikuti kebutuhan perusahaan.

4. Kemampuan Karyawan dalam Beradaptasi dengan Perubahan

Tidak semua karyawan dapat langsung menyesuaikan diri ketika perusahaan mulai menggunakan teknologi baru. Perubahan sistem kerja terkadang menimbulkan kebingungan, terutama bagi karyawan yang sudah terbiasa menggunakan metode kerja lama.

Sebagian karyawan mungkin merasa kesulitan, kurang percaya diri, atau khawatir bahwa penggunaan teknologi akan mengurangi peran mereka dalam perusahaan.

Jika kondisi tersebut tidak ditangani dengan baik, proses penerapan teknologi dapat menimbulkan hambatan dalam kegiatan operasional. Oleh karena itu, perusahaan perlu memberikan pemahaman mengenai tujuan penggunaan teknologi serta melibatkan karyawan dalam proses perubahan.

Karyawan juga perlu diberikan kesempatan untuk mempelajari sistem baru secara bertahap agar mampu menjalankan pekerjaan dengan lebih baik.

5. Munculnya Kekhawatiran terhadap Penggantian Tenaga Manusia oleh Teknologi

Penggunaan AI dan otomatisasi sering menimbulkan kekhawatiran bahwa beberapa pekerjaan manusia akan digantikan oleh mesin atau sistem digital. Kekhawatiran tersebut dapat memengaruhi rasa aman karyawan terhadap pekerjaannya.

Namun, perkembangan teknologi tidak selalu berarti bahwa seluruh pekerjaan manusia akan hilang. Dalam banyak kondisi, teknologi justru digunakan untuk membantu menyelesaikan pekerjaan yang bersifat berulang sehingga karyawan dapat lebih fokus pada tugas yang membutuhkan pemikiran, komunikasi, kreativitas, dan pengambilan keputusan.

Tantangan bagi perusahaan adalah menentukan bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan tanpa mengabaikan peran tenaga kerja manusia. Perusahaan perlu mempersiapkan karyawan agar mampu menjalankan pekerjaan baru yang muncul akibat perkembangan teknologi.

Strategi Perusahaan dalam Menghadapi Tantangan Perencanaan SDM di Era Digital

Untuk menghadapi berbagai perubahan tersebut, perusahaan perlu menyusun strategi perencanaan SDM yang lebih terarah. Strategi ini tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga kerja saat ini, tetapi juga mempersiapkan karyawan untuk menghadapi perubahan di masa mendatang.

1. Melakukan Analisis Kebutuhan Tenaga Kerja

Perusahaan perlu melakukan evaluasi terhadap jumlah dan kemampuan karyawan yang tersedia. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui apakah tenaga kerja yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan pekerjaan setelah adanya penerapan teknologi.

Melalui analisis tersebut, perusahaan dapat mengetahui bagian mana yang membutuhkan tambahan tenaga kerja, bagian mana yang memerlukan peningkatan keterampilan, serta jenis pekerjaan yang mengalami perubahan akibat otomatisasi.

Dengan demikian, keputusan mengenai perekrutan maupun pengembangan karyawan dapat dilakukan berdasarkan kebutuhan nyata perusahaan, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

2. Memberikan Pelatihan dan Pengembangan Keterampilan

Pelatihan menjadi salah satu langkah penting agar karyawan mampu mengikuti perkembangan teknologi. Perusahaan dapat memberikan program pembelajaran mengenai penggunaan aplikasi digital, pengolahan data, keamanan informasi, serta pemanfaatan AI sesuai kebutuhan pekerjaan.

Selain keterampilan teknis, perusahaan juga perlu mengembangkan kemampuan lain seperti komunikasi, kreativitas, kepemimpinan, dan pemecahan masalah. Kemampuan tersebut tetap dibutuhkan karena tidak semua pekerjaan dapat diselesaikan hanya dengan bantuan teknologi.

Dengan adanya pelatihan secara berkelanjutan, karyawan dapat meningkatkan kemampuan dan memiliki peluang untuk menyesuaikan diri dengan perubahan tanggung jawab pekerjaan.

3. Menyesuaikan Sistem Rekrutmen Karyawan

Proses perekrutan juga perlu mengikuti perubahan kebutuhan perusahaan. Saat ini, perusahaan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja, tetapi juga memperhatikan kemampuan kandidat dalam menggunakan teknologi.

Selain itu, kemampuan beradaptasi, kemauan untuk belajar, dan keterampilan bekerja sama juga perlu menjadi pertimbangan. Hal ini penting karena teknologi akan terus berkembang sehingga perusahaan membutuhkan karyawan yang mampu mempelajari hal baru.

Dengan sistem rekrutmen yang tepat, perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan pekerjaan sekaligus memiliki potensi untuk berkembang di masa depan.

4. Menerapkan Evaluasi dan Perencanaan SDM Secara Berkala

Perencanaan SDM tidak seharusnya hanya dilakukan satu kali. Perusahaan perlu melakukan evaluasi secara berkala karena kebutuhan tenaga kerja dapat berubah mengikuti perkembangan teknologi dan kondisi bisnis.

Sebagai contoh, ketika perusahaan mulai menggunakan sistem otomatisasi, beberapa pekerjaan mungkin mengalami perubahan. Bagian SDM perlu mengevaluasi apakah karyawan yang tersedia masih sesuai dengan kebutuhan atau memerlukan pelatihan tambahan.

Evaluasi ini membantu perusahaan mengambil keputusan lebih awal sehingga perubahan kebutuhan tenaga kerja dapat diantisipasi dengan baik.

5. Menyeimbangkan Penggunaan Teknologi dengan Peran Manusia

Teknologi memang dapat membantu meningkatkan efisiensi, tetapi perusahaan tetap membutuhkan tenaga manusia untuk menjalankan berbagai fungsi penting.

Kemampuan dalam memahami perasaan pelanggan, membangun hubungan kerja, mengambil keputusan, dan menyelesaikan masalah yang kompleks masih menjadi bagian penting dalam kegiatan perusahaan.

Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya memanfaatkan teknologi sebagai alat pendukung pekerjaan. Dengan pembagian peran yang tepat, teknologi dapat membantu menyelesaikan tugas tertentu, sedangkan karyawan dapat lebih fokus pada pekerjaan yang membutuhkan kemampuan manusia.

Contoh Penerapan Perencanaan SDM di Era Digital pada Industri Perbankan

Perubahan kebutuhan tenaga kerja akibat perkembangan teknologi dapat dilihat pada industri perbankan. Dahulu, sebagian besar nasabah harus datang langsung ke kantor cabang untuk melakukan transaksi seperti transfer, pembayaran, pengecekan saldo, dan berbagai layanan lainnya.

Namun, perkembangan teknologi membuat banyak bank menyediakan layanan digital melalui aplikasi mobile banking dan internet banking. Melalui layanan tersebut, nasabah dapat melakukan berbagai transaksi tanpa harus datang ke kantor cabang.

Perubahan ini membuat cara kerja perbankan ikut berkembang. Karyawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan melayani nasabah secara langsung, tetapi juga perlu memahami sistem layanan digital yang digunakan oleh perusahaan.

Selain itu, industri perbankan membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan dalam bidang teknologi informasi, keamanan siber, analisis data, dan pengembangan sistem digital.

Sebagai contoh, ketika sebuah bank mengembangkan aplikasi mobile banking, perusahaan membutuhkan tenaga ahli yang dapat menjaga keamanan data nasabah, memastikan sistem berjalan dengan baik, serta menangani permasalahan teknis yang mungkin terjadi.

Dari kondisi tersebut, bagian SDM perlu memperkirakan jenis tenaga kerja yang dibutuhkan, menentukan keterampilan yang harus dimiliki, dan menyiapkan program pelatihan bagi karyawan yang sudah bekerja.

Contoh ini menunjukkan bahwa perkembangan teknologi tidak hanya mengubah layanan perusahaan, tetapi juga memengaruhi jenis pekerjaan, kemampuan karyawan, dan kebutuhan tenaga kerja.

Oleh karena itu, perencanaan SDM harus berjalan seiring dengan perkembangan strategi bisnis perusahaan agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi secara tepat.

Peran SDM dalam Menyiapkan Tenaga Kerja Masa Depan

Dalam menghadapi perubahan dunia kerja, bagian SDM memiliki tanggung jawab yang lebih luas dibandingkan hanya mengurus administrasi karyawan dan proses perekrutan.

Bagian SDM harus mampu memahami arah perkembangan perusahaan dan memperkirakan kemampuan tenaga kerja yang akan dibutuhkan. Hal tersebut dapat dilakukan melalui pemetaan keterampilan karyawan, evaluasi kinerja, serta penyusunan program pengembangan kompetensi.

Selain itu, bagian SDM juga perlu membangun komunikasi yang baik dengan karyawan. Perubahan teknologi sebaiknya dijelaskan secara terbuka agar karyawan memahami alasan perusahaan melakukan penyesuaian sistem kerja.

Perusahaan juga perlu memberikan kesempatan yang sama kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan dan meningkatkan keterampilan. Dengan demikian, perkembangan teknologi tidak hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan, tetapi juga membuka kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan kariernya.

Perencanaan SDM yang baik pada akhirnya dapat membantu perusahaan menciptakan tenaga kerja yang lebih siap menghadapi perubahan. Karyawan tidak hanya dituntut untuk mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis, berkomunikasi, dan bekerja sama dalam lingkungan kerja yang semakin dinamis.

Kesimpulan

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar terhadap dunia kerja dan cara perusahaan mengelola sumber daya manusia. Penggunaan kecerdasan buatan, otomatisasi, dan berbagai sistem digital membuat beberapa pekerjaan mengalami perubahan, sementara kebutuhan terhadap keterampilan baru semakin meningkat.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan dalam merencanakan kebutuhan tenaga kerja. Perusahaan harus menghadapi kesenjangan keterampilan digital, perubahan jenis pekerjaan, kesulitan mendapatkan tenaga kerja yang sesuai, serta kemampuan karyawan dalam beradaptasi dengan teknologi baru.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, perusahaan perlu melakukan analisis kebutuhan SDM, meningkatkan pelatihan karyawan, menyesuaikan proses rekrutmen, serta melakukan evaluasi tenaga kerja secara berkala. Selain itu, penggunaan teknologi harus tetap diimbangi dengan pengembangan kemampuan manusia agar kegiatan perusahaan dapat berjalan secara efektif.

Pada akhirnya, keberhasilan perusahaan dalam menghadapi era digital tidak hanya ditentukan oleh seberapa canggih teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia yang menjalankannya. Teknologi dapat membantu mempercepat pekerjaan, tetapi manusia tetap memiliki peran penting dalam memberikan ide, mengambil keputusan, dan menentukan arah perkembangan perusahaan. Oleh karena itu, perencanaan SDM yang tepat menjadi salah satu kunci agar perusahaan mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan dunia kerja.

Sumber :

Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. (2025). Indeks Masyarakat Digital Indonesia 2025. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Komunikasi dan Digital.

Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2024). OECD Economic Surveys: Indonesia 2024. OECD Publishing.

World Economic Forum. (2025). The Future of Jobs Report 2025. World Economic Forum.ERA