Upcycling Barang Bekas, MMD UB Kelompok 5 Hadirkan Program “Bekas Jadi Laris”

Mahasiswa Sarjana Ekonomi, Keuangan, dan Perbankan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Alvina Kezia Silitonga tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Malang, 18 Juli 2026 — Upcycling barang bekas menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan untuk mengurangi limbah sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai guna. Melalui program “Bekas Jadi Laris: Optimalisasi Nilai Barang Bekas Melalui Program Kreativitas dan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Daur Ulang”, Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 5 mengajak masyarakat Desa Sidodadi, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur untuk memanfaatkan barang bekas menjadi produk kreatif.
Kegiatan yang dikemas dalam bentuk workshop kerajinan ini berfokus pada pemanfaatan limbah kain dan pakaian yang sudah tidak terpakai. Masyarakat diperkenalkan dengan konsep upcycling barang bekas, yaitu mengolah kembali barang yang sudah tidak digunakan menjadi produk baru yang memiliki fungsi dan nilai lebih.
Melalui praktik secara langsung, Ibu-ibu PKK Desa Sidodadi diajak untuk mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar. Kain dan pakaian bekas yang sebelumnya dianggap tidak memiliki nilai dapat diolah menjadi berbagai bentuk kerajinan yang lebih menarik dan bermanfaat.
Kegiatan upcycling barang bekas tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan ekonomi. Dengan memanfaatkan bahan yang sudah tersedia, masyarakat dapat menghasilkan produk kreatif tanpa harus menggunakan bahan baru dalam jumlah besar.
Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 5 juga mendorong Ibu-ibu PKK Desa Sidodadi untuk melihat barang bekas dari sudut pandang yang berbeda. Barang yang sudah tidak digunakan tidak selalu harus berakhir sebagai sampah. Melalui kreativitas dan keterampilan, barang tersebut dapat memiliki fungsi baru, bahkan berpotensi menjadi produk bernilai jual.
Antusiasme ibu-ibu PKK Desa Sidodadi terlihat selama pelaksanaan workshop. Ibu-ibu PKK Desa Sidodadi mengikuti proses pembuatan kerajinan dan menunjukkan hasil karya yang telah dibuat dari bahan bekas. Kegiatan praktik tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di rumah.
Selain meningkatkan keterampilan, upcycling barang bekas juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan produktif masyarakat. Produk kerajinan yang dihasilkan dapat dikembangkan melalui inovasi desain, peningkatan kualitas, serta pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Pemanfaatan barang bekas sebagai bahan kerajinan juga memberikan peluang bagi masyarakat untuk memulai usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang mudah ditemukan. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, kegiatan kreatif tersebut dapat menjadi salah satu alternatif usaha rumahan bagi masyarakat Desa Sidodadi.
Program "Bekas Jadi Laris" menjadi salah satu bentuk kontribusi Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 5 dalam mendorong kreativitas dan pemberdayaan masyarakat Desa Sidodadi. Melalui upcycling barang bekas, kegiatan ini menggabungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pengembangan keterampilan dan potensi ekonomi masyarakat.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah tidak hanya berkaitan dengan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menciptakan kreativitas dan peluang ekonomi. Barang bekas yang sederhana dapat memiliki nilai lebih ketika diolah dengan ide dan keterampilan yang tepat.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Membangun Desa Universitas Brawijaya Kelompok 5 berharap masyarakat dapat terus mengembangkan keterampilan yang diperoleh dan memanfaatkan barang-barang yang tersedia di sekitar secara lebih kreatif.
Dari barang bekas menjadi karya, dari kreativitas menjadi peluang ekonomi. Program “Bekas Jadi Laris” membuktikan bahwa upcycling barang bekas dapat menjadi langkah sederhana menuju masyarakat yang lebih kreatif, mandiri, dan peduli terhadap lingkungan.
