Tumpukan Cangkang Kerang di Lingkungan Muara Angke

Mahasiswa Polieknik Negeri Media Kreatif
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari alya azzahra tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jakarta, 15 Oktober 2026 — Tumpukan cangkang kerang hijau terlihat memenuhi sejumlah bagian jalan di kawasan Kampung Kerang Hijau, Muara Angke, Jakarta Utara. Saat pengamatan dilakukan, bau menyengat tercium di sekitar tumpukan yang berada dekat permukiman dan area perairan. Kondisi tersebut menimbulkan perhatian terhadap pengelolaan sisa cangkang kerang dan kenyamanan lingkungan warga. Berdasarkan pengamatan di lokasi, cangkang kerang terlihat menumpuk hingga menyerupai lapisan aspal di sepanjang jalan. Selain cangkang, terdapat pula material lain, seperti kayu, karung, dan barang-barang yang sudah tidak terpakai. Meski kondisi tersebut terlihat jelas, asal seluruh material dan pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaannya belum dapat dipastikan hanya melalui pengamatan visual.
Bu Siti, seorang pekerja pengupas kerang yang beraktivitas di kawasan tersebut, menjelaskan bahwa bau menyengat berasal dari tumpukan kerang. Ia juga mengungkapkan kekhawatirannya apabila cangkang dibuang ke laut karena dikhawatirkan menambah pencemaran perairan. “Saya pekerja pengupas kerang, bau yang sangat menyengat ini berasal dari tumpukan kerang. Namun, tumpukan kerang yang menjadi aspal sepanjang jalan ini kalau dibuang ke laut semakin tercemar lautnya,” ujar Bu Siti.
Penanganan tumpukan cangkang kerang perlu mempertimbangkan kebersihan lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang bekerja di kawasan tersebut. Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah pemanfaatan cangkang sebagai bahan olahan atau pengangkutan ke tempat pengelolaan yang sesuai, setelah kelayakan dan prosedurnya diperiksa oleh pihak terkait. Suku Dinas Lingkungan Hidup Jakarta Utara dapat dimintai keterangan mengenai kemungkinan penanganan tumpukan tersebut. Instansi yang berwenang juga dapat menjelaskan apakah pemeriksaan kualitas air diperlukan. Hingga keterangan resmi diperoleh, belum dapat dipastikan apakah sudah ada program khusus untuk menangani tumpukan cangkang kerang di lokasi pengamatan.
Kawasan pesisir Muara Angke merupakan ruang tempat masyarakat tinggal dan menjalankan kegiatan ekonomi. Karena itu, pengelolaan sisa cangkang kerang perlu dilakukan dengan cara yang tidak sekadar memindahkan masalah dari daratan ke laut. Koordinasi antara pekerja, warga, pengelola kegiatan, dan pemerintah diperlukan untuk mencari cara penanganan yang tepat.
Penulis: Alya Az-Zahra
