Konten dari Pengguna

UMKM dan Pajak: Antara Keringanan, Keadilan dan Masa Depan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alzikri Nursyahbani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

UMKM di indonesia sering disebut sebagai tulang punggung ekonomi. Karena kontribusinya yang besar dan menyumbang lebih dari 60% Produk Domestik Bruto (PDB) dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Namun, salah satu yang menjadi dilema adalah pajak

Pemerintah selama beberapa tahun terakhir memberikan kemudahan bagi UMKM lewat PPh final dengan tarif rendah. Kebijakan ini dianggap sederhana dan tidak memberatkan. Kini fasilitas tersebut kembali diperpanjang dan banyak yang menyambut positif. tapi tidak sedikit yang mempertanyakan, apakah ini solusi jangka panjang atau hanya menjadi masalah?

Keringanan Yang Disambut Hangat

Bagi pelaku UMKM, PPh final adalah angin segar. Pajak yang ringan dan mudah untuk dihitung membuat masyarakat tidak pusing dengan adminirtrasi yang rumit. Wajar saja tingkat kepatuhan pajak meningkat. Apalagi dimasa pemulihan ekonomi setelah pandemi, kebijakan ini membuat usaha kecil tetap berjalan dan tumbuh.

Resiko Dibaliknya

Tarif final yang sama untuk semua UMKM berpotensi menciptakan ketidakadilan. UMKM dengan omzet mendekati batas maksimal bisa membayar pajak dalam porsi yang sama dengan usaha kecil yang baru merintis. Dari sisi keadilan, jelas ini janggal. Lebih lagi, perpanjangan terus-menerus bisa membuat UMKM “terjebak” dalam kenyamanan. Padahal, kalau mau naik kelas, mereka perlu belajar sistem perpajakan normal yang lebih adil dan mencerminkan kemampuan riil.

Saatnya Pikirkan Fondasi yang Lebih Kokoh

Perpanjangan PPh Final seharusnya dipandang sebagai kebijakan transisi, bukan permanen. Pemerintah perlu menyiapkan jalan keluar: pendampingan akuntansi sederhana, digitalisasi pembukuan, hingga insentif bagi UMKM yang bersedia naik kelas. Dengan begitu, keringanan tetap ada untuk yang benar-benar butuh, sementara usaha yang lebih matang bisa berkontribusi lebih adil.

Masa Depan UMKM dan Pajak

Pada akhirnya, PPh Final bukan sekadar soal tarif. Ini tentang bagaimana negara memperlakukan para pelaku usaha kecil yang menjadi motor ekonomi. Keringanan memang penting, tapi keadilan juga tidak bisa ditinggalkan.

Perpanjangan PPh Final UMKM patut diapresiasi, tetapi ke depan diperlukan fondasi yang lebih kokoh agar kebijakan perpajakan tidak hanya bersifat jangka pendek. Jika pemerintah mampu menyeimbangkan keringanan, keadilan, dan masa depan, maka UMKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi, tetapi juga penopang perpajakan yang sehat dan berkelanjutan.

Kesimpulannya

Perpanjangan PPh Final UMKM memang penting untuk menjaga nafas pelaku usaha kecil, tetapi tidak boleh berhenti hanya pada keringanan jangka pendek. Pemerintah perlu menyiapkan fondasi yang lebih kokoh melalui sosialisasi, digitalisasi, dan insentif agar UMKM bisa naik kelas sekaligus menciptakan sistem perpajakan yang lebih adil dan berkelanjutan.