Konten dari Pengguna

Limbah Jadi Rupiah: USU Dampingi Desa Pakam Kelola Limbah Lewat Perdes

Anastasya Hasugian

Anastasya Hasugian

Mahasiswa Ilmu Komunikasi - USU

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Anastasya Hasugian tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama peserta focus group discussion (FGD) dan Tim Pengabdian USU terkait pengelolaan limbah dan penyusunan peraturan desa
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama peserta focus group discussion (FGD) dan Tim Pengabdian USU terkait pengelolaan limbah dan penyusunan peraturan desa

Universitas Sumatera Utara (USU) menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Pakam, Batu Bara melalui focus group discussion (FGD) dan Pelatihan & Pengembangan Masyarakat yang bertempat di Aula Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupatan Batu Bara.

Pengabdian ini merupakan program Desa Binaan USU yang dilakukan oleh sekelompok Dosen Fisip Usu dengan judul “Penyusunan Peraturan Desa Tentang Pengelolaan Limbah Rumah Tangga dan Usaha Kecil untuk Mendukung Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa Pakam”.

Rangkaian pengabdian ini berupa pelatihan dan pengembangan dikalangan ibu rumah tangga yang dibentuk menjadi kelompok pekerja pengolahan limbah tamin (kerang). Kemudian juga penyusunan peraturan desa tentang pengelolaan limbah rumah tangga untuk mendukung ekonomi masyarakat. Adapun kegiatan FGD dilakukan untuk menggali aspirasi dari pemangku pemerintah setempat dan pihak terkait untuk menyamakan persepsi terhadap pernyusunan peraturan desa tentang pengelolaan limbah rumah tangga dan usaha kecil untuk mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat di Desa Pakam.

FGD ini mengundang pihak terkait seperti pemerintah daerah, kecamatan, hingga kabupaten, dengan jumlah peserta sebanyak 17 orang. Untuk kegiatan pelatihan dan pengembangannya sendiri diikuti sebanyak 19 peserta yang didominasi oleh ibu rumah tangga.

Tim pengabdian ini diketuai oleh Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D. dengan beranggotakan dosen FISIP USU yang berasal dari beragam rumpun (program studi), yaitu Dr. Muhammad Arifin Nasution, S.Sos., Wiro Oktavius Ginting, S.Sos., M.Si., Dra. Dara Aisyah, M.Si., Ph.D., Siti Hazzah Nur. R, S.Sos., M.AP., yang berasal dari rumpun Ilmu Administrasi Publik. Selain itu juga ada Dr. Yovita Sabarina Sitepu, S.Sos., M.Si. dari rumpun Ilmu Komunikasi dan Dr. Onan Marakali Siregar, S.Sos., M.Si dari rumpun Ilmu Administrasi Bisnis.

Dra. Februati Trimurni, M.Si., Ph.D. selaku ketua pengabdian menuturkan inisiasi penyusunan peraturan desa dan pemberdayaan masyarakat ini bergerak dari keluhan masyarakat terkait limbah dan melihat potensi yang ada.

“Keluhan (masyarakat) terkait limbah ini sampai ke kita (tim pengabdian), yang mana kita juga melihat ada potensi disini. Harapannya setelah ini pengelolaan limbah menjadi bagian dari peraturan desa, sehingga pengelolaannya dan hasilnya lebih maksimal", Tutur Februati.

Berdasarkan penuturan Ratna Dewi (ibu rumah tangga), selaku peserta pelatihan dan pengembangan, pengelolaan limbah tamin (kerang) ini sudah mereka jalani selama kurang lebih 4 tahun lamanya. Namun, sayangnya mereka bergerak sendiri. Pemerintah daerah memberikan dukungan namun tidak sepenuhnya berwenang atas kegiatan yang dilakukan oleh ibu Ratna dan rekan-rekannya.

Ratna berharap, kedatangan tim pengabdian USU dapat lebih menyejahterakan ibu-ibu pekerja tamin.

"Harapannya kami disini ya kegiatan ini bisalah dilaksanakan lagi oleh pihak USU, jangan cuma sekali ini aja, nanti bisa tambah jumlah ibu-ibu pekerja karena ada yang fasilitasi", tambah Ratna

Drs. Bambang Hadi Suprapto, M.Si., selaku Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Batu Bara yang turut hadir memberikan sambutan sekaligus membuka acara FGD menyampaikan harapan setelah terlaksananya kegiatan ini.

“Kami berharap kegiatan ini mampu menjadikan Desa Pakam menjadi pionir bagi desa-desa lainnya. Kami juga perlu dukungan akademisi untuk menemukan apa potensi dasar dan peluang yang sekiranya bisa dikelola, tentunya melalui komitmen membangun sinergitas dengan USU”, tutur Bambang dalam sambutannya.

Melihat potensi alam dan SDM yang mendukung, pengelolaan limbah ini jika diberikan perhatian lebih dapat dikelola menjadi sumber mata pencarian baru bagi masyarakat, yang mana hal ini dapat meningkatkan ekonomi daerah.

Rasanya sangat disayangkan jika sumber daya yang ada tidak dikelola dengan baik. Luaran pengabdian yang menyuarakan pengelolaan limbah untuk dijadikan peraturan desa (perdes) menjadi langkah awal meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat.