Konten dari Pengguna

Belajar Menjelang Ujian, Tugas Menjelang Deadline: Rutinitas Mahasiswa belajar

Andiny Cefputri

Andiny Cefputri

Mahasiswa manajemen di Universitas Pamulang

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Andiny Cefputri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Andiny Cefputri - Pernah merasa ingin fokus belajar untuk ujian, tetapi di saat yang sama masih ada tugas yang harus segera dikumpulkan? Situasi seperti ini tentu tidak asing bagi sebagian mahasiswa. Ketika jadwal ujian semakin dekat, tugas-tugas justru datang silih berganti dengan tenggat waktu yang berbeda. Belum selesai mempersiapkan materi ujian, sudah ada tugas lain yang harus diselesaikan. Akibatnya, waktu dan pikiran harus terbagi untuk memenuhi berbagai tuntutan akademik sekaligus.

Menjadi mahasiswa bukan hanya tentang mengikuti perkuliahan dan memahami materi yang disampaikan dosen. Ada tugas individu, tugas kelompok, kuis, hingga ujian yang harus dipersiapkan dalam waktu berdekatan. Bagi sebagian mahasiswa, situasi ini menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika beberapa tugas harus dikumpulkan sebelum ujian, sementara tugas lainnya justru menunggu setelah ujian selesai.

Kondisi tersebut membuat mahasiswa harus pintar membagi waktu dan menentukan prioritas. Di satu sisi, ada materi yang perlu dipelajari agar bisa menghadapi ujian dengan baik. Di sisi lain, tugas yang memiliki batas pengumpulan juga tidak bisa diabaikan. Akhirnya, waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar terkadang harus dibagi dengan pekerjaan lain yang sama-sama penting.

pengerjaan tugas matakuliah, dok pribadi 2026

Saya sendiri pernah merasakan kebingungan ketika menghadapi situasi seperti ini. Dalam satu periode ujian, ada delapan mata kuliah yang harus dihadapi dan masing-masing memiliki tugas, baik individu maupun kelompok. Beberapa tugas harus dikumpulkan beberapa hari sebelum ujian, sedangkan tugas lainnya baru dikumpulkan setelah ujian. Belum lagi, ada mata kuliah yang mengharuskan mahasiswa mencatat materi dan memastikan semuanya siap pada hari ujian.

Situasi itu membuat fokus saya terbagi antara menyelesaikan tugas, mencatat materi, dan mempersiapkan diri menghadapi ujian. Rasanya cukup melelahkan karena setiap mata kuliah memiliki tuntutan masing-masing, sementara waktu yang tersedia terbatas. Meskipun ada dosen yang memberikan kelonggaran waktu pengumpulan, mengerjakan semuanya secara terburu-buru tetap menjadi tantangan tersendiri.

Dari pengalaman tersebut, saya mulai mencoba mengatur waktu dengan lebih terencana. Hari Jumat, Sabtu, dan Minggu saya manfaatkan untuk menyelesaikan tugas yang perlu dikumpulkan lebih dahulu. Tugas yang sudah selesai saya tandai agar lebih mudah mengetahui pekerjaan yang masih tersisa. Setelah itu, waktu yang tersedia saya gunakan untuk mempelajari materi ujian. Untuk tugas yang dikumpulkan setelah ujian, saya berusaha menyesuaikan pengerjaannya dengan jadwal yang ada.

Sebenarnya, setiap mahasiswa memiliki cara yang berbeda dalam menghadapi situasi seperti ini. Ada yang membuat jadwal belajar, mencicil tugas sejak awal, belajar bersama teman, atau menyusun daftar pekerjaan berdasarkan tenggat waktu. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah menentukan tugas mana yang paling mendesak, kemudian menyediakan waktu khusus untuk belajar. Dengan begitu, mahasiswa tidak harus mengerjakan semuanya sekaligus ketika waktu sudah semakin sempit.

Pada akhirnya, masa ujian bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang belajar mengelola tanggung jawab. Tidak semua hal bisa berjalan sesuai rencana, dan terkadang rasa lelah atau bingung memang sulit dihindari. Namun, bukan berarti semuanya tidak bisa diatasi. Memulai lebih awal, menyelesaikan pekerjaan sedikit demi sedikit, dan berani menentukan prioritas bisa membantu meringankan beban yang terasa menumpuk.

Menjadi mahasiswa bukan berarti harus selalu mampu mengerjakan semuanya dengan sempurna. Yang terpenting adalah terus belajar menemukan cara yang paling sesuai dengan keadaan masing-masing. Tidak semua hal harus selesai dengan sempurna dalam satu waktu. Yang terpenting, tetap berusaha, belajar mengatur prioritas, dan jangan menyerah meskipun keadaan terasa melelahkan. Sebab, tugas dan ujian memang bagian dari perjalanan kuliah, tetapi menjaga diri agar tetap mampu menjalani prosesnya juga tidak kalah penting.