Perasaan Belum Jelas, Tapi Kok Terus Kepikiran? Ini Alasannya

Mahasiswa Aktif Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bunda Mulia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari ANDRIANI DWI PUTRI tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Saat Perasaan Belum Punya Kepastian
Perasaan terhadap seseorang kadang muncul di saat yang tidak terduga. Baru beberapa kali ketemu, belum ada hubungan apa-apa, bahkan chat juga belum tentu setiap hari, tapi entah kenapa orang itu malah sering muncul di pikiran. Begitu ada satu hal kecil yang mengingatkan kita padanya, pikiran langsung kembali ke orang yang sama.
Menurutku, justru keadaan yang belum jelas seperti ini yang kadang bikin seseorang semakin susah dilupakan. Kalau sebuah hubungan sudah jelas, setidaknya kita tahu harus bersikap seperti apa. Sementara ketika masih PDKT, semuanya terasa seperti tanda tanya. Dia sebenarnya tertarik atau cuma ramah? Perhatian yang kemarin itu memang berarti atau kita saja yang terlalu memikirkannya?
Hal-hal kecil akhirnya ikut diperhatikan. Kadang cuma gara-gara dia menyapa duluan, kita bisa kepikiran seharian. Cara dia membalas pesan, obrolan singkat saat bertemu, sampai perubahan kecil dalam sikapnya bisa terasa lebih penting dari biasanya. Bukan karena setiap hal tersebut pasti punya arti khusus, tetapi karena kita sedang mencoba memahami seseorang yang belum benar-benar kita kenal.
Belum lagi kalau ada momen yang terasa menyenangkan. Misalnya percakapan yang sebenarnya singkat, tetapi terus teringat beberapa hari setelahnya.
Kadang kita bahkan mengulang percakapan tersebut di kepala sambil berpikir, “Tadi dia sebenarnya maksudnya apa, ya?”
Dari situ, rasa penasaran bisa berubah menjadi kebiasaan memikirkan berbagai kemungkinan. Bagaimana kalau ternyata dia juga punya perasaan yang sama? Bagaimana kalau sebenarnya dia hanya menganggap kita teman? Bagaimana kalau nanti hubungan ini semakin dekat? Pertanyaan yang awalnya cuma satu bisa berkembang menjadi banyak skenario.
Menurutku, bagian paling melelahkan bukan selalu karena menyukai seseorang, tetapi karena tidak tahu harus menganggap perasaan itu sebagai apa. Kita belum bisa bilang sedang menjalani hubungan, tetapi juga sudah tidak bisa menganggap orang tersebut sebagai orang biasa.
Media sosial juga terkadang membuat keadaan semakin rumit. Melihat seseorang mengunggah sesuatu bisa membuat kita bertanya-tanya apakah unggahan itu ada hubungannya dengan sesuatu yang pernah terjadi.
Padahal, belum tentu. Bisa saja memang kebetulan. Namun, ketika seseorang sudah ada di pikiran kita, hal kecil pun mudah terasa seperti sesuatu yang perlu dicari artinya.
Di titik ini, menurutku kita perlu berhenti sebentar dari kebiasaan mencari tanda di mana-mana. Tidak semua perhatian adalah kode. Tidak semua unggahan punya pesan tersembunyi. Dan tidak semua momen yang terasa spesial harus langsung berarti bahwa hubungan tersebut akan menuju sesuatu.
Mungkin memang ada perasaan yang belum selesai dipahami. Mungkin juga hanya rasa penasaran karena seseorang datang dengan cara yang cukup berkesan. Keduanya sama-sama wajar.
Pada akhirnya, tidak semua perasaan harus langsung diberi nama. Kalau memang sedang berada di tahap PDKT atau baru mengenal seseorang, mungkin tidak ada salahnya menikmati prosesnya tanpa terlalu sibuk menebak akhir ceritanya.
Kalau memang ada ketertarikan dari kedua pihak, biasanya akan terlihat dari bagaimana hubungan tersebut berkembang, bukan hanya dari satu-dua momen kecil.
Jadi, kalau akhir-akhir ini ada seseorang yang terus muncul di pikiran meskipun hubungan kalian belum jelas, mungkin jawabannya sederhana: bukan karena kamu sudah menemukan orang yang tepat, tetapi karena ceritanya memang belum selesai untuk kamu pahami. Jangan sampai rasa penasaran yang belum terjawab malah membuat kita terus overthinking dan mencari arti dari setiap hal kecil.
