KKN UB 45: Minggu Produktif di Desa Kenep

Undergraduate student of Sociology major at Brawijaya University
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Anggriana Kusuma Wardani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Kenep, 30 Juli 2025 — Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Universitas Brawijaya yang bertugas di Desa Kenep telah melaksanakan serangkaian program intensif selama sepekan terakhir. Program MMD yang diinsiasikan oleh Direktorat Riset dan Pengabdan kepada Masyarakat (DRPM) mendorong mahasiswa untuk membawa Desa Kenep melangkah menuju desa yang berkelanjutan. Berbagai program kerja dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Mulai dari optimalisasi UMKM melalui sosialisasi dengan tema “UMKM Kenep Naik Kelas: Penguatan Identitas, Pelayanan, dan Pemasaran Digital, ” hingga ke Program Penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Desa. Kegiatan ini berlangsung pada 22 Juli 2025, ketika mahasiswa MMD menggelar tiga program kerja utama dalam satu hari. Ketiganya menyasar penguatan sektor UMKM melalui pendekatan branding, digital marketing, dan peningkatan kualitas layanan. Selain UMKM, program kerja ini juga diharapkan menjadi inspirasi bagi ibu-ibu yang ingin membuka atau mengembangkan usahanya.
Dalam sesi branding produk UMKM pelaku usaha diajak memahami pentingnya membangun identitas produk yang kuat seperti desain logo, kemasan, hingga cerita produk yang unik. Kemudian dalam sesi mahasiswa memandu peserta untuk memanfaatkan media sosial, marketplace, serta platform digital lainnya berguna untuk memperluas jangkauan penjualan.
Antusiasme peserta tampak tinggi selama kegiatan berlangsung. Banyak pelaku UMKM menyatakan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dan aplikatif terhadap kondisi usaha mereka saat ini. Beberapa di antara audiens yang hadir tidak hanya ikut bertanya, namun juga aktif berpartisipasi dengan menceritakan pengalaman mereka terkait materi yang disampaikan.
Selain fokus pada penguatan sektor ekonomi, kelompok 45 MMD Univrsitas Brawijaya juga berkontribusi dalam aspek tata kelola desa. Pada 24 Juli mereka terlibat langsung dalam penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) Desa bersama perangkat desa. Dokumen ini dirancang untuk menjadi acuan pelaksanaan tugas harian pemerintahan desa secara lebih terstruktur dan efisien.
Program kerja lain selama di pekan akhir kegiatan MMD ini juga mencakup berbagai tema selain sektor ekonomi dan administrasi. Misalnya beberapa program kerja seperti sosialisasi dan simulasi aquaponik, penanaman bibit pohon, peletakkan tong sampah beserta plang edukasi sampah juga menjadi sorotan penting. Seluruh program kerja diharapkan menjadi manfaat dan dorongan bagi warga Desa Kenep untuk menjadi lebih mandiri, inovatif, dan berdaya.
Kegiatan MMD di Desa Kenep tidak hanya menjadi ruang pengabdian, tetapi juga wadah pertukaran pengetahuan antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif dan program yang menyentuh langsung kebutuhan desa, mahasiswa berharap kontribusi yang ditinggalkan dapat terus berlanjut bahkan setelah masa MMD berakhir. Bersama warga, mahasiswa MMD mendorong semangat kolektif dalam menjaga keberlanjutan alam Desa Kenep.
