Ekonomi Syariah dan Edukasi Berkebun: Menanamkan Produktivitas Sejak Dini

Mahasiswa Universitas Pamulang Jurusan Ekonomi Syariah
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Anisa Nurrahmah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Bogor – Mahasiswa Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Agama Islam, Universitas Pamulang melaksanakan kegiatan edukasi dan praktik berkebun sayuran di lingkungan SDIT Ar-Rahman, Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada 13–14 Oktober 2025.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan dan lingkungan.
Kegiatan ini dipimpin oleh Anisa Nurrahmah selaku ketua pelaksana, bersama tiga anggota tim, yaitu Siti Azizah Holishoh, Amanda Safitri, dan Najwa Alfia Zahrani. Program ini dibimbing oleh Dr. Mutawali, S.E.I., M.M., serta mendapat dukungan dari Kepala Sekolah SDIT Ar-Rahman, Drs. Ahmad Sadeli.
Kegiatan ini mengangkat tema “Kegiatan Berkebun Sayuran di Lingkungan Sekolah Dasar untuk Meningkatkan Kreativitas dan Kerja Sama Siswa.” Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada siswa mengenai proses pertumbuhan tanaman, cara menanam, serta pentingnya merawat dan menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut diikuti oleh 23 siswa kelas 6C SDIT Ar-Rahman. Adapun jenis sayuran yang diperkenalkan dan ditanam dalam kegiatan ini meliputi kangkung, bayam, dan sawi.
Edukasi Pertumbuhan Tanaman dan Pengenalan Cara Berkebun
Pada hari pertama, Senin, 13 Oktober 2025, kegiatan diawali dengan pembukaan, sambutan, perkenalan, serta permainan interaktif untuk membangun semangat dan antusiasme siswa.
Selanjutnya, siswa mendapatkan materi edukasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman generatif. Materi disampaikan melalui presentasi PowerPoint dengan bahasa yang mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Sebelum penyampaian materi, panitia memberikan beberapa pertanyaan untuk mengetahui pengetahuan awal siswa. Siswa yang berhasil menjawab mendapatkan apresiasi berupa hadiah.
Tidak hanya mendengarkan materi, siswa juga diberikan kesempatan untuk menjelaskan kembali pengetahuan yang telah diperoleh. Kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan enam kelompok untuk mempersiapkan praktik berkebun pada hari berikutnya.
mahasiswa memberikan edukasi mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman generatif. Materi disampaikan menggunakan media presentasi dengan bahasa yang disesuaikan agar mudah dipahami siswa sekolah dasar. Siswa diperkenalkan pada proses pertumbuhan tanaman dari biji serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhannya, seperti air, cahaya matahari, dan kondisi tanah.
Setiap kelompok diberikan pembagian tugas agar seluruh anggota dapat berpartisipasi. Ada yang bertugas menyiapkan pot dan sekop, menyiapkan tanah dan bibit, menyiapkan sarung tangan serta menyiram tanaman, hingga mencatat hasil kegiatan kelompok.
Praktik Menanam Sayuran Secara Berkelompok
Pada hari kedua, Selasa, 14 Oktober 2025, kegiatan dilanjutkan dengan praktik menanam sayuran secara langsung.
Panitia menyediakan media tanam, polybag, tanah, sekop, sarung tangan, serta bibit sayuran berupa kangkung, bayam, dan sawi.
Siswa dibagi ke dalam kelompok dan diberi pembagian tugas agar seluruh anggota dapat berpartisipasi. Mereka belajar menyiapkan media tanam, memasukkan tanah ke dalam polybag, menanam bibit, serta memahami pentingnya penyiraman dan perawatan tanaman. Melalui praktik ini, siswa belajar bahwa kegiatan menanam membutuhkan ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab.
Melalui praktik tersebut, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai proses budidaya tanaman.
Selain praktik menanam, panitia juga memberikan pertanyaan interaktif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Siswa diberikan kesempatan untuk menjelaskan kembali proses dan pengalaman selama kegiatan berlangsung.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia bersama guru melakukan penilaian terhadap hasil kegiatan dan kerja sama setiap kelompok. Kelompok terbaik mendapatkan sertifikat penghargaan dan hadiah.
Menumbuhkan Kreativitas, Tanggung Jawab, dan Kepedulian Lingkungan
Kegiatan berkebun ini memberikan pengalaman pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa. Melalui aktivitas menanam, siswa belajar bahwa pertumbuhan tanaman membutuhkan proses, perhatian, dan perawatan secara berkelanjutan.
Selain meningkatkan pengetahuan mengenai tanaman, kegiatan ini juga mengajarkan nilai-nilai karakter, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kerja sama, kreativitas, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Berdasarkan evaluasi kegiatan dalam laporan program, tanaman kangkung, bayam, dan sawi menunjukkan pertumbuhan yang baik dan dapat dipanen oleh siswa. Siswa juga memperoleh pemahaman mengenai tahapan pertumbuhan tanaman generatif serta faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan, seperti air, cahaya matahari, dan kondisi tanah.
Kegiatan ini turut memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah karena menghadirkan area hijau yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
Kegiatan berkebun tidak hanya memberikan pengetahuan tentang tanaman dan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi sarana pengenalan konsep ekonomi sederhana. Melalui proses menanam sayuran, siswa dapat mengenal kegiatan produksi, yaitu proses menghasilkan barang melalui usaha dan tahapan tertentu. Siswa juga belajar bahwa hasil yang bermanfaat memerlukan perencanaan, kerja sama, dan pemeliharaan.
Hal tersebut selaras dengan nilai-nilai yang relevan dalam Ekonomi Syariah, seperti produktivitas, tanggung jawab, kerja sama, dan pemanfaatan sumber daya secara bijak. Dalam konteks pendidikan, nilai-nilai tersebut dapat diperkenalkan melalui kegiatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Berkebun sebagai Pembelajaran Ekonomi dan Sosial Sejak Dini
Selain memberikan edukasi mengenai lingkungan, kegiatan berkebun juga memperkenalkan konsep ekonomi sederhana kepada siswa sekolah dasar.
Melalui proses menanam hingga menghasilkan sayuran, siswa dapat mengenal konsep produksi. Hasil tanaman juga dapat menjadi media pembelajaran untuk memahami distribusi, konsumsi, serta nilai manfaat dari suatu kegiatan produktif.
Dokumentasi setelah penanaman memperlihatkan perkembangan tanaman pada hari ke-7 hingga ke-14. Tanaman kangkung, bayam, dan sawi mulai menunjukkan pertumbuhan di dalam polybag. Pemantauan ini menjadi bagian penting untuk mengenalkan kepada siswa bahwa proses berkebun tidak berhenti setelah benih ditanam, tetapi perlu dilanjutkan dengan penyiraman dan perawatan secara berkala.
Manfaat bagi Siswa dan Lingkungan Sekolah
Berdasarkan evaluasi yang tercantum dalam dokumen program, kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai tahapan pertumbuhan tanaman serta membentuk sikap kerja sama dan tanggung jawab. Siswa terlibat dalam pembagian tugas kelompok, kegiatan menanam, dan pengamatan perkembangan tanaman. Area berkebun juga berpotensi menjadi sarana pembelajaran luar kelas yang lebih menarik.
Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam kegiatan nyata di masyarakat. Mahasiswa juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi, bekerja sama, mengelola kegiatan, dan berkontribusi kepada lingkungan pendidikan.
Mendorong Kegiatan Edukasi yang Berkelanjutan
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap kegiatan berkebun dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran kreatif bagi siswa sekolah dasar. Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan merawat dan mengamati pertumbuhan tanaman secara berkala.
Program ini menunjukkan bahwa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kegiatan sederhana yang memiliki nilai edukasi, sosial, dan ekonomi. Menanam bukan hanya tentang menghasilkan sayuran, tetapi juga menumbuhkan pengetahuan, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bentuk pembelajaran kreatif dan kontekstual di lingkungan sekolah dasar.
Melalui program ini, mahasiswa Universitas Pamulang berharap kegiatan pengabdian kepada masyarakat tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga menanamkan kebiasaan positif dalam menjaga lingkungan dan memanfaatkan sumber daya alam secara bijak.
Dengan demikian, berkebun bukan sekadar kegiatan menanam sayuran, melainkan juga menjadi sarana belajar untuk membangun kreativitas, kemandirian, kerja sama, dan kepedulian sosial sejak usia dini.
