Belajar Pancasila di Kampus, Sudahkah Kita Menerapkannya Dalam Kehidupan Sehari-hari?

Sebagai Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Antonia Juita Saputri Gea tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Oleh: Antonia Juita Saputri Gea Medan, 24 Oktober 2026

1. Penerapan Nilai-Nilai Pancasila di Kampus dalam Kehidupan Mahasiswa
Penerapan nilai-nilai Pancasila di kampus merupakan hal penting yang perlu diperhatikan oleh setiap mahasiswa. Melalui mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), mahasiswa belajar tentang Pancasila, hak dan kewajiban sebagai warga negara, demokrasi, serta pentingnya menghargai perbedaan. Namun, ada satu pertanyaan yang perlu kita renungkan bersama: sudahkah kita menerapkan nilai-nilai Pancasila yang dipelajari di kampus dalam kehidupan sehari-hari?
Pertanyaan ini penting karena memahami Pancasila tidak cukup hanya dengan menghafal kelima silanya. Pancasila seharusnya menjadi pedoman dalam bersikap, berbicara, dan bertindak, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat. Sebagai mahasiswa, kita memiliki tanggung jawab untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan mempersiapkan diri menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Akan tetapi, keberhasilan seorang mahasiswa tidak hanya dilihat dari nilai akademik yang diperoleh, tetapi juga dari sikap dan perilakunya terhadap orang lain.
2. Pancasila Bukan Hanya untuk Dihafal
Di lingkungan kampus, kita bertemu dengan banyak orang yang memiliki latar belakang berbeda, mulai dari suku, agama, budaya, hingga cara berpikir. Di lingkungan kampus, mahasiswa perlu memahami pentingnya Pendidikan Pancasila agar mampu menghargai perbedaan, menjaga persatuan, dan menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tersebut merupakan hal yang wajar dan seharusnya menjadi kesempatan bagi kita untuk belajar saling menghargai. Pendidikan Kewarganegaraan memiliki peran penting dalam membentuk karakter mahasiswa agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.
Selain itu, Pendidikan Karakter juga memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Menurut Widiatmaka (2021), Pendidikan Kewarganegaraan di perguruan tinggi berperan dalam membangun karakter mahasiswa yang berlandaskan nilai keagamaan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi, dan keadilan. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya memahami Pancasila secara teori, tetapi juga perlu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Contohnya, ketika berdiskusi dalam kelompok, setiap mahasiswa memiliki hak untuk menyampaikan pendapat. Jika pendapat teman berbeda dengan pendapat kita, bukan berarti kita harus merendahkan atau menganggapnya salah begitu saja. Kita perlu mendengarkan, menghargai, dan mencari jalan keluar melalui diskusi yang baik.
Sikap tersebut merupakan salah satu contoh penerapan nilai Pancasila, khususnya nilai kemanusiaan dan musyawarah. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, terkadang kita masih menemukan sikap yang bertentangan dengan nilai-nilai tersebut. Misalnya, tidak menghargai pendapat teman, memilih-milih teman berdasarkan latar belakang, atau kurang bertanggung jawab ketika mengerjakan tugas kelompok. Menurut saya, hal-hal sederhana seperti ini perlu menjadi bahan renungan bagi mahasiswa.
Selain itu, Pendidikan Karakter juga memiliki peran penting dalam membentuk mahasiswa yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama. Jangan sampai kita mampu menjelaskan makna Pancasila saat ujian, tetapi justru melupakan nilai-nilainya ketika berhadapan dengan orang lain.
3. Tantangan Mahasiswa dalam menerapkan pancasila di Era Modern
Perkembangan teknologi membuat mahasiswa semakin mudah mendapatkan informasi dan menyampaikan pendapat melalui media sosial. Keadaan ini tentu memberikan dampak positif karena mahasiswa dapat menambah pengetahuan, berdiskusi, dan menyuarakan pendapat mengenai berbagai persoalan. Pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila perlu disertai dengan kesempatan untuk menerapkan nilai-nilainya dalam kehidupan nyata.
Penelitian Rahmelia (2023) menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap Pancasila selama pembelajaran daring di IAKN Palangka Raya berada pada taraf cukup baik. Penelitian tersebut juga menekankan pentingnya pengembangan karakter Pancasila melalui kegiatan pembinaan mahasiswa. Menurut saya, hal ini menjadi pengingat bahwa pembelajaran Pancasila perlu didukung oleh kegiatan nyata agar nilai-nilainya tidak hanya dipahami, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, penggunaan media sosial juga membutuhkan tanggung jawab. Kebebasan berpendapat tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menghina orang lain, menyebarkan informasi yang belum terbukti kebenarannya, atau memicu pertengkaran karena perbedaan pandangan.
Menurut saya, mahasiswa perlu memahami bahwa nilai-nilai Pancasila juga berlaku di dunia digital. Menghargai orang lain bukan hanya dilakukan ketika bertemu secara langsung, tetapi juga ketika menulis komentar, membagikan informasi, atau memberikan tanggapan di media sosial.
Sebelum mengunggah sesuatu, kita sebaiknya memikirkan apakah tulisan tersebut bermanfaat, apakah informasinya benar, dan apakah ada pihak yang dirugikan oleh perkataan kita. Dengan demikian, penerapan Pancasila tidak hanya terlihat dalam kegiatan kampus, tetapi juga dalam cara kita menggunakan teknologi secara bijak.
4. Dampak Positif dan Negatif Penerapan Nilai-Nilai Pancasila
Penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan mahasiswa dapat memberikan banyak dampak positif. Mahasiswa dapat belajar menghargai perbedaan, membangun hubungan yang baik, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta membiasakan diri menyelesaikan masalah melalui musyawarah. Selain itu, penerapan nilai Pancasila dapat memperkuat persatuan di lingkungan kampus. Mahasiswa dapat bekerja sama tanpa harus mempermasalahkan perbedaan latar belakang. Sikap tersebut juga dapat menjadi bekal ketika mereka terjun ke masyarakat.
Sebaliknya, apabila nilai-nilai Pancasila hanya dipelajari sebagai teori, manfaat Pendidikan Kewarganegaraan tidak akan tercapai secara maksimal. Mahasiswa mungkin memahami materi perkuliahan, tetapi belum tentu mampu menerapkannya dalam kehidupan nyata.
Jika sikap tidak toleran, kurangnya tanggung jawab, dan kebiasaan merendahkan orang lain terus dibiarkan, hubungan sosial dapat menjadi kurang harmonis. Oleh karena itu, pemahaman tentang Pancasila perlu disertai dengan tindakan nyata.
5. Upaya Menerapkan Nilai-Nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari
Untuk menerapkan nilai-nilai Pancasila, kita tidak harus menunggu melakukan sesuatu yang besar. Perubahan dapat dimulai dari diri sendiri melalui tindakan sederhana.
Pertama, mahasiswa perlu membiasakan diri menghargai pendapat teman, meskipun berbeda pandangan.
Kedua, mahasiswa harus bertanggung jawab terhadap tugas dan kewajibannya, baik sebagai individu maupun sebagai anggota kelompok.
Ketiga, mahasiswa perlu menjaga sikap ketika menggunakan media sosial dengan tidak menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya dan tidak menghina orang lain.
Keempat, mahasiswa dapat mengikuti kegiatan sosial, membantu teman yang membutuhkan, serta bekerja sama dengan orang-orang dari latar belakang yang berbeda.
Selain itu, dosen dan pihak kampus juga memiliki peran penting dalam memberikan contoh serta menciptakan lingkungan belajar yang menghargai perbedaan. Pendidikan Kewarganegaraan sebaiknya tidak hanya berisi teori, tetapi juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mempraktikkan nilai-nilai yang dipelajari. Dengan adanya kerja sama antara mahasiswa, dosen, dan lingkungan kampus, penerapan Pancasila dapat menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut saya, Pancasila akan memiliki makna yang lebih besar apabila nilai-nilainya benar-benar diterapkan, bukan hanya dihafalkan untuk kepentingan akademik. Mahasiswa sebagai generasi muda perlu menyadari bahwa sikap menghargai perbedaan, bertanggung jawab, bersikap adil, dan peduli terhadap sesama merupakan bagian penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kita tidak perlu menunggu menjadi pemimpin atau memiliki jabatan tinggi untuk menerapkan Pancasila. Kita dapat memulainya sekarang, dari cara berbicara kepada teman, cara menyelesaikan perbedaan pendapat, hingga cara menggunakan media sosial. Jangan sampai kita hafal lima sila Pancasila, tetapi lupa menerapkan maknanya. Sebab, Pancasila bukan hanya untuk dipelajari di ruang kelas, melainkan untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.
Sudah saatnya mahasiswa tidak hanya bertanya apa makna Pancasila, tetapi juga bertanya kepada diri sendiri: sudahkah tindakan kita mencerminkan nilai-nilai Pancasila?
"Terkadang, perubahan justru dimulai dari hal sederhana yang kita lakukan setiap hari."
Referensi: Widiatmaka, P. (2021). Pendidikan kewarganegaraan sebagai ujung tombak pembangunan karakter Pancasila di perguruan tinggi. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 1(2), 176–185. https://doi.org/10.52738/pjk.v1i2.41
Rahmelia, S. (2023). Pemahaman peserta mata kuliah Pancasila terhadap nilai-nilai Pancasila selama pembelajaran daring di IAKN Palangka Raya. Pancasila: Jurnal Keindonesiaan, 3(1), 33–46. https://doi.org/10.52738/pjk.v3i1.115
