Cara Mengatasi Malas: 3 Trik Sederhana untuk Bergerak

Saya Adam Ardiansyah seorang Mahasiswa Universitas Pamulang (Free Lance Content Writer)
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ardiansyah Adam tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara mengatasi malas sebenarnya bisa dimulai dengan memahami bahwa rasa enggan bergerak bukanlah sebuah cacat karakter, melainkan respons alami otak. Pernahkah kamu berada di situasi di mana kamu sadar betul punya pekerjaan atau tugas penting yang harus diselesaikan, tetapi tubuh rasanya berat sekali untuk sekadar mulai bergerak? Di dalam hati kita tahu akibatnya jika ditunda, namun mulut dan pikiran selalu membisikkan kalimat andalan: "Ntar aja ah, masih ada waktu." Fenomena gaya hidup yang suka menunda-nunda ini sering kali dianggap sebagai bentuk kurangnya disiplin diri. Padahal dalam perspektif sains kognitif dan perilaku, rasa malas sering kali dipicu oleh stimulus lingkungan yang tidak mendukung dan godaan distraksi instan di sekitar kita.
Trik dan Cara Mengatasi Malas Secara Efektif
1. Menjauhkan HP dari jangkauan mata
Langkah paling efektif dalam Cara Mengatasi Malas adalah menciptakan gesekan (friction) pada sumber distraksi terbesar kita, yaitu ponsel pintar. Saat HP berada tepat di samping laptop atau meja belajar, otak akan terus melirik karena mendambakan dorongan dopamin instan dari media sosial ataupun hal-hal yang mendorong untuk menghabiskan waktu di HP. Solusinya, simpan HP di ruang sebelah, masukkan ke dalam laci terkunci, atau minta bantuan anggota keluarga untuk menyimpannya sementara sampai tugasmu selesai. Saat akses menuju distraksi dipersulit, fokus otak secara alami akan kembali ke pekerjaan yang ada di depan mata.
2. Memanfaatkan Musik Favorit sebagai Pemantik Motivasi
Menatap lembar kerja yang kosong, Laptop,List pekerjaan yang harus diselesaikan, dll. Sering kali memicu rasa cemas atau bosan dan untuk menembus hambatan awal ini, gunakan hal-hal yang kamu sukai sebagai alat pemicu (trigger), salah satunya adalah musik. Memutar lagu favorit atau instrumen berenergi tinggi dapat merangsang pelepasan dopamin di otak, yang berfungsi meningkatkan suasana hati (mood) serta dorongan untuk mulai melangkah. Musik bertindak sebagai jembatan yang membuat proses transisi dari kondisi diam menjadi bergerak terasa jauh lebih ringan.
3. Mengatur Pencahayaan Ruangan yang Terang
Faktor lingkungan yang sering terabaikan adalah sistem pencahayaan. Jika kamu bekerja di dalam kamar yang gelap, tubuh secara biologis akan merespon kondisi tersebut sebagai sinyal untuk beristirahat. Hormon melatonin (hormon pemicu rasa kantuk) akan meningkat dan membuat tubuh merasa lemas serta malas bergerak. Buka jendela agar cahaya matahari masuk, atau nyalakan lampu ruangan yang terang. Pencahayaan yang optimal mengirimkan sinyal tegas ke otak bahwa saat ini adalah waktunya untuk tetap terjaga dan produktif.
Penutup
Pada akhirnya, mengalahkan rasa malas bukanlah tentang menunggu motivasi datang dengan sendirinya, melainkan tentang bagaimana kita merancang lingkungan di sekitar kita. Dengan menjauhkan HP, memancing fokus lewat musik, serta memastikan ruangan mendapat pencahayaan yang terang, kita memberikan sinyal kuat kepada tubuh dan otak untuk mulai bergerak.
