Konten dari Pengguna

Seni Mengolah Sampah Hadir dalam Bentuk Buku Saku untuk Desa Penggaron Kidul

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arnelita Tiarani Kusmantoro tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Buku Saku
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan Pelatihan Hidroponik dengan Buku Saku

Semarang, Minggu 20 Juli 2025 - Desa Penggaron Kidul kedatangan mahasiswa KKN Undip. Mendukung salah satu program Pemerintah Kota Semarang terkait Program Bank Sampah, mahasiswa Undip, Arnelita, hadirkan buku saku yang berjudul “Seni Mengolah Sampah: Panduan Kreatif Pemilahan, Hidroponik, dan Pupuk Kompos” melalui program KKN Undip. Mahasiswa Undip yang tergabung dalam tim KKN IDBU 86 yang dibimbing oleh Pak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum, Bu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Pak Bagus Nuari Priambudi, S.T., M.T ini merancang sebuah buku saku. Buku tersebut disusun dengan tujuan buku tersebut dapat menjadi solusi praktis dan kreatif untuk warga mengolah sampah rumah tangga secara mandiri juga kreatif. Buku ini disusun berdasarkan hasil observasi juga riset mendalam terkait cara pengolahan sampah, baik sampah organik maupun sampah anorganik. Dan juga dapat menjadi alat bantu dukung program Bank Sampah dari pemerintah Kota Semarang. Hasil observasi pun menunjukan masih banyaknya warga yang kebingungan mengenai cara praktis dan kreatif untuk memilah sampah dan mengolah sampah yang di sisi lain volume sampah terus menaik setiap harinya. Buku saku “Seni Mengolah Sampah: Panduan Kreatif Pemilahan, Hidroponik, dan Pupuk Kompos” ini hadir untuk membantu warga, diikuti oleh bahasa yang komunikatif, ilustrasi yang menarik, dan tentunya mudah dipahami sehingga mempermudah warga dalam mengikuti panduannya.

Buku saku “Seni Mengolah Sampah: Panduan Kreatif Pemilahan, Hidroponik, dan Pupuk Kompos” memiliki beberapa topik utama yaitu cara pemilahan sampah berdasarkan jenis sampah yang ada, pemanfaatan sampah anorganik menjadi alat hidroponik, dan juga pemanfaatan sampah organik menjadi pupuk kompos. Topik-Topik tersebut dijelaskan secara rinci namun tetap singkat sehingga warga masih tetap dapat memahaminya dengan mudah. Pemilihan topik ini pun ditentukan dari hasil observasi ke warga mengenai hal apa saja yang masih dibingungkan. Melalui buku saku ini pun kami memberikan pandangan bahwasannya sampah yang kita hasilkan setiap harinya tidak hanya menjadi masalah. Namun, dengan melakukan pemilahan sampah kita dapat mengurangi tumpukan sampah yang ada, juga melakukan pemanfaatan terhadap sampah tersebut. Hal tersebut dapat menunjukan bahwasannya sampah dapat memiliki manfaat ekonomi terhadap rumah tangga, contohnya menanam sayuran sendiri di rumah secara gratis dan juga dapat menghasilkan pupuk kompos di rumah secara gratis. Hasil dari pemanfaatan sampah tersebut bisa diperjualbelikan dan memiliki nilai ekonomi yang cukup.

Program ini disambut dengan baik oleh para warga atas inisiatif mahasiswa KKN Undip “Kami berterimakasih atas kontribusi mahasiswa KKN. Buku saku ini dapat menjadi bekal untuk praktik langsung di rumah” tutur salah satu warga Desa Penggaron Kidul. Kegiatan ini pun beriringan dengan berjalannya program pelatihan pembuatan hidroponik, sehingga warga dapat praktik secara langsung dan mempraktikkannya kembali di rumah dengan bekal buku saku yang telah diberikan kepada warga.

Tampilan Buku Saku