Konten dari Pengguna

Mempelajari Nama-Nama Allah melalui Seni Rupa bersama KKN Literasi 287 UNS

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari KKN LITERASI UNS 287 GIRIWONDO tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kegiatan "Penguatan Pendidikan Karakter dan Kreativitas Anak melalui Kelas Kaligrafi Asmaul Husna" di salah satu masjid Desa Giriwondo
zoom-in-whitePerbesar
Kegiatan "Penguatan Pendidikan Karakter dan Kreativitas Anak melalui Kelas Kaligrafi Asmaul Husna" di salah satu masjid Desa Giriwondo

Belajar dan berkenalan dengan nama-nama Allah dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya yaitu melalui seni rupa. Melalui program kerja “Penguatan Pendidikan Karakter dan Kreativitas Anak melalui Kelas Kaligrafi Asmaul Husna”, kelompok KKN Literasi 287 Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak anak-anak di Desa Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar, untuk belajar dan berkenalan dengan beberapa Asmaul Husna melalui kegiatan seni kaligrafi yang kreatif dan interaktif. Program kerja ini dilaksanakan selama bulan Juli tahun 2026 di tiga masjid yang berada di Desa Giriwondo dengan sasaran anak-anak di lingkungan TPQ setempat. Melalui metode praktik langsung, peserta diperkenalkan pada Asmaul Husna sekaligus diajak menuangkannya dalam bentuk karya seni kaligrafi. Pada program ini, anak-anak diperkenalkan dengan teknik stempel spons dengan cat air untuk membuat tulisan dan hiasan kaligrafi sehingga proses belajar menjadi lebih mudah, menarik, dan menyenangkan untuk anak-anak. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak tidak hanya belajar mengenal nama-nama Allah, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan kreativitas melalui pemilihan warna, penyusunan ornamen, serta pemberian hiasan pada karya kaligrafi. Penggunaan teknik stempel spons juga memberikan pengalaman baru bagi peserta dalam mengenal teknik berkarya seni rupa yang sederhana dan dapat dilakukan dengan alat serta bahan yang mudah ditemukan. Kegiatan ini turut menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai pendidikan karakter pada anak. Melalui proses membuat karya, anak-anak belajar untuk lebih sabar, teliti, bertanggung jawab, percaya diri, serta menghargai hasil karya diri sendiri dan teman-temannya. Pembelajaran Asmaul Husna pun tidak hanya dilakukan melalui hafalan, tetapi dikaitkan dengan kegiatan kreatif yang dekat dengan dunia anak.

Anak-anak bersemangat ketika membuat karya kaligrafi Asmaul Husna.

Antusiasme anak-anak dapat dilihat selama kegiatan berlangsung. Anak-anak tampak bersemangat ketika memilih warna, menyusun stempel, dan melihat hasil cetakan motif pada karya mereka. Momen ketika tulisan dan hiasan mulai terbentuk menjadi salah satu bagian yang menarik bagi peserta karena mereka dapat melihat secara langsung proses sederhana berubah menjadi sebuah karya kaligrafi yang dapat mereka bawa pulang. Salah satu peserta menyampaikan, “Seru banget belajar Asmaul Husna sambil membuat kaligrafi. Aku jadi lebih paham sama nama-nama Allah dan juga bisa membuat karya sendiri.” Melalui kegiatan tersebut, kelompok KKN Literasi 287 UNS berharap dengan adanya kelas kaligrafi Asmaul Husna ini dapat menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang menggabungkan nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kreativitas seni rupa. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman berkarya bagi anak-anak, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap seni sekaligus memperkuat pengenalan nilai-nilai keagamaan sejak dini.

Dari mengenal nama-nama Allah, tumbuh nilai dan karakter islami. Dari goresan seni, tumbuh jiwa kreativitas. Dari Giriwondo, belajar dan berkarya menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi anak-anak. Kelompok KKN Literasi 287 Universitas Sebelas Maret

Foto bersama kelompok KKN Literasi 287 UNS dengan anak-anak TPQ