Konten dari Pengguna

Inovasi Mahasiswa KKN UNS 181.2 Ubah Desa Timpag Menuju Desa Hijau berkelanjutan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Arya Rosyid Abdilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber : Dokumentasi diambil ketika menjalankan salah satu proker dari kelompok kami
zoom-in-whitePerbesar
Sumber : Dokumentasi diambil ketika menjalankan salah satu proker dari kelompok kami

Isu lingkungan hidup dan keberlanjutan energi memerlukan pendekatan yang segar sekaligus aplikatif di tingkat akar rumput. Menyadari hal tersebut, Kelompok 181.2 Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menginisiasi rangkaian kolaborasi aksi hijau bersama warga dan anak-anak di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, Bali.

Melalui program kerja bertema "Timpag Lestari: Kolaborasi Menuju Desa Hijau, Sehat, dan Berkelanjutan" yang berlangsung sepanjang Januari hingga Februari 2026, kelompok mahasiswa di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Prof. Dr. I Gusti Ayu Ketut Rachmi Handayani, S.H., M.M., ini sukses menghadirkan inovasi lingkungan berbasis teknologi tepat guna dan edukasi multidisiplin.

Teknologi Cerdas dan Tepat Guna untuk Lingkungan Desa

Berbeda dari program lingkungan konvensional, KKN UNS Kelompok 181.2 membawa teknologi mutakhir ke Desa Timpag. Salah satu program unggulannya adalah "SiPilah", sebuah aplikasi kecerdasan buatan (AI) sederhana yang dibangun menggunakan platform Google Colab dan dideploy melalui framework website Streamlit. Aplikasi ini dirancang khusus untuk mendeteksi jenis sampah secara digital bagi anak-anak setempat.

"Edukasi pemilahan sampah organik dan anorganik kini diubah paradigmanya melalui aplikasi SiPilah. Pengelolaan sampah bukan lagi sekadar kewajiban yang membosankan bagi anak-anak, melainkan aktivitas interaktif dan menyenangkan berbasis teknologi," tulis laporan akhir kelompok tersebut.

Tidak hanya digitalisasi sampah, para mahasiswa teknik di kelompok ini juga menerapkan teknologi Rocket Stove. Kompor biomassa hemat energi ini dibuat secara demonstratif di hadapan warga menggunakan material lokal berupa bata ringan (hebel), semen, dan pasir. Rocket stove ini menjadi alternatif solusi alat memasak bagi masyarakat Desa Timpag yang ramah lingkungan karena mampu menghemat penggunaan bahan bakar kayu secara drastis.

Menanamkan Jiwa "Eco-Ambassador" Sejak Dini di Sekolah

Sektor pendidikan dasar menjadi target krusial mahasiswa untuk menanamkan kepedulian lingkungan secara berkelanjutan. Di SD Negeri 1 Timpag, mahasiswa KKN UNS menggelar aksi "Eco-Pots". Limbah galon bekas dipotong dan dibentuk ulang menjadi pot hias kreatif. Murid-murid sekolah kemudian diajak melukis pot tersebut menggunakan cat warna-warni, mengisinya dengan media tanam subur, lalu menempatkannya di halaman dan depan kelas sebagai bagian dari program perwujudan sekolah hijau.

Masih di sekolah yang sama, siswa kelas 4-6 dikenalkan dengan metode budidaya Kokedama, sebuah teknik menanam tanaman hias asal Jepang tanpa menggunakan pot plastik. Siswa diajarkan mengolah bola tanah yang dilapisi serabut kelapa (limbah lokal), sehingga menciptakan media tanam organik yang artistik dan efisien tempat.

Sementara untuk anak-anak usia dini di TK Tunas Mekar II, pilar kebersihan ditekankan melalui program "Bank Sampah Cilik". Program edukasi ini secara praktis membiasakan anak-anak membedakan sampah organik dan non-organik dalam kehidupan sehari-hari mereka.

Ekonomi Sirkular PKK dan Kelestarian Irigasi Subak

Kolaborasi lingkungan KKN UNS 181.2 juga menyentuh aspek ekonomi sirkular lewat pemberdayaan ibu-ibu PKK Desa Timpag. Mahasiswa memberikan pelatihan upcycling berupa pemanfaatan limbah tekstil rumah tangga dan kain perca menjadi produk kerajinan tangan bernilai ekonomis. Langkah ini diambil demi mengurangi penumpukan limbah kain sekaligus membuka peluang usaha mikro domestik.

Di sektor prasarana, mahasiswa turun langsung menggandeng empat kelompok subak lokal yakni Subak Timpag, Subak Tangle, Subak Samian, dan Subak Penatih untuk melakukan sosialisasi perawatan saluran irigasi. Aksi nyata pelestarian ekosistem air ini diperkuat dengan pelepasan benih ikan di titik-titik strategis saluran irigasi guna menjaga keseimbangan ekologis persawahan desa.

Kepala Desa Timpag, I Nyoman Ardika, mengapresiasi penuh seluruh inisiatif nyata para mahasiswa UNS ini. Kehadiran program multidisiplin ini dinilai memberikan energi positif, peningkatan kesadaran lingkungan, serta solusi nyata yang langsung menyentuh hajat hidup masyarakat desa.

Meski masa pengabdian KKN telah berakhir, sinergi yang terbangun antara KKN UNS Kelompok 181.2 dan Desa Timpag diharapkan meninggalkan cetak biru (blueprint) desa hijau yang mandiri dan berkelanjutan demi bumi yang lebih lestari.