Kulon Progo Manekawarna 2026 Hadirkan Pertunjukan Seni Budaya dan 14 Stand UMKM

Undergraduate Student of Communication Science, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Broadcasting Concentration, Organizational Research and Development Staff, Filmmaker
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Aufa Arya Sahitya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kulon Progo Manekawarna 2026 menjadi ruang bagi pelaku seni, pelajar, dan UMKM lokal untuk memperkenalkan potensi daerah dalam perayaan 14 tahun Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta (UUK DIY). Kegiatan ini berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo pada 4–8 September 2026.
Perayaan yang diselenggarakan di Taman Budaya Kabupaten Kulon Progo (TBK) ini mengusung tema Pare Anom, identitas yang merepresentasikan Kabupaten Kulon Progo. Selain menampilkan beragam pertunjukan seni dan budaya, acara ini menghadirkan 14 stand usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo.
Kehadiran stand UMKM memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperkenalkan dan memasarkan produk mereka kepada pengunjung. Stand penjualan ditempatkan di area depan kantor UPT Taman Budaya Kulon Progo.
Salah satu agenda dalam kegiatan ini adalah talkshow bertajuk “Undang-Undang Keistimewaan” yang menghadirkan Bupati Kulon Progo Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M. dan Kepala Paniradya Pati Kaistimewaan Kurniawan, S.Sos., SE.Akt., M.Ec.Dev. Diskusi tersebut dimoderatori oleh Supriyanto, Station Manager Megaswara Kulon Progo 93.8 FM.
Selain talkshow, Kulon Progo Manekawarna 2026 menghadirkan penampilan musik dari sejumlah band pelajar, yaitu Niscala, Greenscreen, Afterbell, dan Casvara. Berbagai pertunjukan seni tradisional dan hiburan turut memeriahkan acara, di antaranya Campur Sari Bintang Menoreh (CSBM), Oglek Kundho Pramukti Kradenan, Incling Sekar Arum Palihan, Pejantan Tanggung, Kethoprak, Arga Puspita Ngargosari, Krisna Music Country, dan Jathilan Kudho Wiromo Putro Grubug.
Penampilan tersebut memberikan ruang bagi pelaku seni dan generasi muda untuk menunjukkan kemampuan mereka sekaligus memperkenalkan keragaman seni budaya Kulon Progo kepada masyarakat.
Keisha, vokalis band Greenscreen, mengaku senang mendapat kesempatan untuk tampil dalam acara tersebut. Ia berharap Taman Budaya Kulon Progo dapat terus menyelenggarakan kegiatan serupa agar pelajar memiliki ruang untuk menyalurkan bakat di bidang musik.
“Bagi kami di sini sangat seru. Kami juga berterima kasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada band musik kami untuk tampil pada acara hari ini. Semoga ke depannya Taman Budaya Kulon Progo bisa mengadakan event-event seperti ini dan memberikan wadah bagi pelajar Kulon Progo untuk menyalurkan bakat,” ujar Keisha.
Kesan positif juga disampaikan Anne, vokalis band Niscala. Ia berharap penyelenggaraan acara serupa dapat terus berjalan dengan lancar dan semakin solid.
“Pesan dan kesan untuk acara ini, semoga tetap lancar dan semakin solid untuk mengadakan acara seperti ini,” ucap Anne.
Sementara itu, Ines, pianis Niscala, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
“Harapannya juga semoga setiap tahun bisa diadakan acara seperti ini,” kata Ines.
Kesan positif juga disampaikan Anne, vokalis band Niscala. Ia berharap penyelenggaraan acara serupa dapat terus berjalan dengan lancar dan semakin solid.
“Pesan dan kesan untuk acara ini, semoga tetap lancar dan semakin solid untuk mengadakan acara seperti ini,” ucap Anne.
Sementara itu, Ines, pianis Niscala, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi agenda yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun.
“Harapannya juga semoga setiap tahun bisa diadakan acara seperti ini,” kata Ines.
Kepala UPT Taman Budaya Kabupaten Kulon Progo, Murdiyono, S.IP., menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki tujuan untuk mendukung keberlangsungan seni dan budaya lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Dukungan terhadap pelaku UMKM diwujudkan melalui penyediaan stand penjualan yang memungkinkan mereka memasarkan produk selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, perayaan UUK DIY tidak hanya menjadi ruang apresiasi seni budaya, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan konsumennya.
Melalui Kulon Progo Manekawarna 2026, pelibatan pelajar, seniman, dan pelaku UMKM memperlihatkan beragam potensi yang dimiliki Kabupaten Kulon Progo. Kegiatan ini juga menjadi salah satu upaya memperkenalkan kekayaan budaya daerah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat.
