Pameran Seni Rupa Ngalembana Maneka Rupa 2026: Menampilkan Karya Sketsa Imajiner

Undergraduate Student of Communication Science, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Broadcasting Concentration, Organizational Research and Development Staff, Filmmaker
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Aufa Arya Sahitya tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pameran seni rupa Ngalembana Maneka Rupa kembali digelar oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo dengan mengusung tema “Sketsa Imajiner”. Pameran ini digelar di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Kabupaten Kulon Progo. Pameran ini menjadi ruang kreasi dan imajinasi untuk dituangkan dalam wujud karya seni rupa. Pelaksaan pameran ini terbagi dalam empat batch, yaitu 2-15 September 2026, 21 September-14 Oktober 2026, 20 Oktober 2026-2 November 2026, dan 8-21 November 2026 dengan waktu berkunjung pada pukul 13.00-21.00 WIB. Berjumlah sekitar empat puluh karya seni rupa yang berasal dari para peserta pelatihan ditampilkan dalam masing-masing batch pameran.
Pameran seni rupa yang berlangsung di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Kulon Progo resmi dibuka oleh Joko Mursito, S.Sn., M.A, selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo. Sebelum seremonial pembukaan pameran resmi dimulai, rangkaian acara diawali dengan penampilan Band “Los Fungos” yang merupakan grup seniman rupa. Pameran seni rupa menampilkan karya-karya peserta yang terdiri atas siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kabupaten Kulon Progo. Karya-karya tersebut merupakan hasil dari Pelatihan Seni Rupa “Sketsa Taman Budaya” pada 18-23 Agustus 2026.
“Kegiatan diadakan dengan tujuan untuk mengembang talenta muda supaya bisa memupuk minat dan bakat anak-anak atau siswa-siswi di bidang seni rupa,” ujar Murdiyono. S.IP, Kepala UPT Taman Budaya Kulon Progo.
Pameran ini menjadi jembatan dari pengalaman para siswa untuk menunjukkan minat dan bakat mereka di bidang seni rupa melalui karya yang dihasilkan. Tidak hanya menjadi ruang untuk unjuk kemampuan, tetapi pameran dan pelatihan ini juga memberikan kesempatan dan pengalaman baru dalam mengenal, mengeksplorasi, dan mengembangkan kemampuan siswa-siswi di bidang seni rupa.
Pameran ini juga memberikan pembelajaran tentang bagaimana menjadi bagian proses untuk mengenali, mengolah, dan menyampaikan gagasan melalui bahasa visual dan bukan hanya sekedar kata-kata atau bahasa verbal. Siswa melalui proses inilah, para siswa diajak untuk dapat berpikir secara terbuka, mengeksplorasi ide, serta memahami bahwa karya dapat memiliki makna dan interpretasi yang beragam. Maka proses berkesenian bukan hanya berorientasi pada hasil gambar atau lukisan yang estetis, tetapi juga bagaimana sebuah karya mampu menyampaikan gagasan, makna, atau topik tertentu.
“Anak-anak itu tertarik karena gambarnya tidak harus realis dan tidak harus persis. Hal yang terpenting pada gambar tersebut itu memiliki makna dan dapat ditafsirkan dengan berbagai arti. Justru karena tidak terbebani harus menggambar sesuatu dengan sama persis, ide mereka itu menjadi lebih bebas,” ucap Suhardi selaku narasumber dan kurator Pameran Seni Rupa Ngalembana Maneka Rupa 2026.
Bagi sebagian peserta pelatihan seni rupa ini bukan hanya sekadar proses membuat karya yang estetis, tetapi menjadi ruang yang bebas untuk menuangkan imajinasi. Salah satu peserta Pameran Seni Rupa Ngalembana Maneka Rupa 2026 dari SMA Negeri 1 Girimulyo, Ni Komang Tri Wandari mengatakan bahwa, “Saya tertarik untuk mencoba menggambar karena saya sebelumnya tidak pernah menggambar. Ternyata disini saya diajarkan untuk membuatkan sketsa dan saya itu bisa sedikit.”
Kesempatan untuk mengenal seni rupa dan terlibat langsung dalam pameran seni menjadi pengalaman yang menyenangkan bagi para siswa sebagai peserta. Kehadiran kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk menumbuhkan minat generasi muda dalam mengenal seni itu sendiri.
“Alasan saya mengikuti pelatihan ini karena saya ingin mencoba skill menggambar terus mencari ilmu tambahan tentang seni dan menggambar. Kalo kesan pesannya seru, untuk pesannya semoga diadakan terus biar menarik anak-anak muda,” tegas Khayrun Nisa, peserta Pameran Seni Rupa Ngalembana Manaeka Rupa 2026 dari SMA Negeri 1 Girimulyo.
Tidak hanya memperoleh pengalaman dan pengetahuan tentang seni rupa, para peserta pameran juga mendapatkan kesempatan untuk apresiasi karya diri sendiri maupun karya teman-teman mereka yang ikut berpartisipasi dalam pameran.
“Kesan dan pesan saya mengikuti acara ini adalah sangat senang sekali melihat karya dari para teman-teman yang lain yang mempunyai bakat lebih dari saya,” ungkap Unggul Prihadi, peserta Pameran Seni Rupa Ngalembana Maneka Rupa dari SMK Negeri 1 Kalibawang.
Beragam pengalaman, kesan, dan pesan peserta selama mengikuti pelatihan seni rupa dan melihat pameran seni yang menampilkan karya seni rupa mereka. Karya-karya tersebut tidak hanya sekadar proses belajar, tetapi juga keberanian mereka memasukkan imajinasi dan ekspresi dalam bentuk seni rupa.
“Kesan kami yang pertama bahwa pameran hari ini sangat luar biasa karena ternyata anak-anak berkarya begitu luar biasa dan mereka begitu ekspresif, imajinasinya sangat bagus untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Kemudian pesannya untuk peserta, teruslah giat untuk melatih diri dan meningkatkan kemampuan menjadi seorang perupa. Sekalipun, nanti pada akhirnya juga bergerak di profesi-profesi yang lain dan teruslah menekuni seni sebagai bagian dari dinamika hidup kita sebagai manusia,” tutur Murdiyono.
Apresiasi terhadap karya hasil perupa pelajar tidak hanya menunjukkan hasil proses pelatihan, tetapi juga menjadi pengingat dan memori bahwa seni dapat dipelajari dan dikembangkan oleh siapapun.
“Karena seni itu ilmu dan seni itu sangat melekat di dalam diri manusia. Meski tidak bisa, itu bisa dilatih dan dipelajari supaya bisa berkarya dengan lebih baik. Dan selalu ada di dalam bingkai adat istiadat, filsafat, ilmu pengetahuan, dan agama," ungkap Suhardi.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pengenalan seni kepada pelajar tidak hanya berorientasi pada kemampuan untuk menghasilkan karya seni rupa. Lebih dari itu, kegiatan berkesenian menjadi ruang generasi muda untuk dapat menjadi lebih peka dan mengenal potensi diri melalui proses kreatif. Pameran Seni Rupa Ngalembana Maneka Rupa 2026 menjadi ruang bagi pelajar untuk menunjukkan kepada publik bahwa pelajar masa kini dapat berkembang dengan bekal pikiran dan potensi terhadap seni rupa. Melalui proses para siswa di kalangan pelajar Kulon Progo dapat diharapkan untuk terus tumbuh dan berkembang.
