Kenapa Kita Sering Berharap Lebih kepada Orang yang Kita Sukai?
Tulisan dari asrina mawarni'ma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kadang, saat mulai menyukai seseorang, hal kecil yang dia lakukan bisa membuat kita senang. dibalas pesan dengan cepat saja rasanya sudah menyenangkan. ketika dia tiba-tiba menanyakan kabar atau mengajak ngobrol, kita bisa mulai berpikir, jangan-jangan dia juga punya perasaan yang sama.
Padahal, belum tentu begitu.
Menurut saya, saat menyukai seseorang, kita terkadang mulai berharap lebih tanpa benar-benar menyadarinya. awalnya mungkin hanya senang berbicara dengannya, tetapi lama-kelamaan kita ingin mendapat perhatian yang lebih. kita mulai menunggu pesannya, berharap dia mencari kita lebih dulu, bahkan bertanya-tanya ketika sikapnya terasa berbeda dari biasanya.
Hal yang membuat kita sering berharap lebih adalah karena kita mulai membayangkan kemungkinan yang sebenarnya belum tentu terjadi. ketika seseorang bersikap baik, kita bisa menganggapnya sebagai tanda bahwa dia menyukai kita. padahal, bisa saja dia memang nyaman berteman dengan kita dan tidak memiliki maksud lain.
Misalnya, seseorang yang biasanya membalas pesan dengan cepat tiba-tiba menjadi lebih lama membalas. kita yang awalnya biasa saja mungkin mulai memikirkan banyak hal. apakah dia sedang sibuk, mulai bosan, atau memang sudah tidak tertarik lagi? padahal, kita sendiri belum tentu tahu alasan sebenarnya.
Menurut saya, berharap itu wajar, apalagi ketika kita memang menyukai seseorang. rasanya menyenangkan membayangkan bahwa perasaan kita mungkin dibalas. tetapi, masalahnya muncul ketika kita terlalu jauh berharap sampai hal-hal kecil yang dilakukan orang tersebut menentukan suasana hati kita.
Kita jadi senang ketika diperhatikan, tetapi kecewa ketika tidak mendapat respons seperti yang diinginkan. tanpa sadar, kita menaruh harapan kepada seseorang yang bahkan belum pernah mengatakan bahwa dia memiliki perasaan yang sama.
Karena itu, menurut saya, menyukai seseorang perlu disertai dengan kesadaran bahwa tidak semua perhatian memiliki arti khusus. kita boleh menikmati obrolan, merasa senang ketika diperhatikan, dan berharap hubungan itu berkembang. tetapi, kita juga perlu memberi waktu untuk mengenal orang tersebut tanpa buru-buru menyimpulkan perasaannya.
Jangan sampai kita terlalu sibuk memikirkan apakah dia menyukai kita sampai lupa menjalani kehidupan sendiri. masih ada kegiatan yang perlu diselesaikan, tujuan yang ingin dicapai, dan hal-hal lain yang juga pantas mendapatkan perhatian kita.
Pada akhirnya, mungkin kita bukan hanya berharap kepada orang yang kita sukai, tetapi juga kepada kemungkinan yang kita bayangkan bersama orang tersebut. tidak ada yang salah dengan berharap, tetapi kita perlu memahami bahwa apa yang kita inginkan belum tentu sama dengan apa yang dirasakan orang lain. kita boleh menyukai seseorang, tanpa harus memaksakan harapan kita menjadi kenyataan.

