Konten dari Pengguna

Sebenarnya Personal Branding Saya Seperti Apa?

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari asrina mawarni'ma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gambar ilustrasi tersebut dibuat secara khusus oleh AI (Artificial Intelligence)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ilustrasi tersebut dibuat secara khusus oleh AI (Artificial Intelligence)

Kalau melihat orang lain membangun personal branding tentang dirinya sendiri, terkadang saya merasa kagum. Ada orang yang menurut saya sudah sangat pintar membentuk dirinya di depan publik. Dari apa yang mereka lakukan, cara mereka berbicara, sampai bidang yang mereka tekuni, kita bisa dengan mudah melihat mereka ingin dikenal sebagai orang seperti apa.

Saya sendiri kadang bisa dengan cepat menyimpulkan personal branding seseorang. Misalnya melihat seseorang yang sering melakukan suatu kegiatan, saya langsung berpikir, “Oh, dia memang dikenal karena hal itu.” Atau ketika melihat orang yang aktif di bidang tertentu, saya merasa mereka sudah punya gambaran yang jelas tentang dirinya sendiri.

Namun, ketika kembali melihat diri saya sendiri, saya justru bingung. Sebenarnya personal branding saya seperti apa?

Sebagai mahasiswa, saya juga memiliki berbagai aktivitas yang cukup padat. Saya belajar, mengerjakan tugas, mencoba melakukan berbagai kegiatan, dan berusaha tetap produktif setiap harinya. Namun, dari semua itu saya masih belum benar-benar tahu apa yang ingin saya tonjolkan dari diri saya. Saya masih mencari tahu apa yang sebenarnya cocok dengan diri saya sendiri.

Menurut saya, bagian tersulit dari personal branding justru bukan ketika kita menunjukkan diri kepada orang lain, tetapi ketika kita harus mengenal diri sendiri terlebih dahulu. Bagaimana kita mau memposisikan diri kalau kita sendiri masih belum sepenuhnya tahu apa yang bisa kita lakukan, apa yang kita sukai, dan seperti apa diri kita sebenarnya?

Kadang saya juga merasa masih sulit untuk menentukan bagaimana harus menghadapi sesuatu. Ada hal-hal yang sebenarnya masih bisa saya tangani, tetapi saya belum selalu tahu bagaimana menempatkan diri dengan baik. Belum lagi ketika menghadapi hal-hal yang berada di luar kendali saya. Dari situ saya sadar bahwa membangun personal branding mungkin tidak bisa dipisahkan dari proses mengenal diri sendiri.

Saya juga mulai berpikir bahwa personal branding bukan berarti kita harus langsung menentukan, “Saya harus dikenal sebagai orang seperti ini.” Kalau terlalu dipaksakan, rasanya justru seperti sedang membuat sebuah gambaran tentang diri sendiri sebelum benar-benar memahami diri kita.

Mungkin untuk sekarang saya memang masih dalam tahap belajar. Saya masih mencoba melakukan hal-hal positif, berusaha produktif, mencoba hal-hal baru, dan mendengarkan berbagai macam pandangan dari orang lain. Dari proses itu, mungkin perlahan saya akan menemukan hal-hal yang memang cocok dengan diri saya.

Saya juga belajar bahwa kita tidak perlu terlalu terburu-buru hanya karena melihat orang lain sudah memiliki personal branding yang jelas. Setiap orang memiliki proses yang berbeda. Ada yang mungkin sudah tahu sejak awal ingin dikenal sebagai apa, tetapi ada juga yang masih mencari dan mencoba berbagai hal.

Dunia juga masih sangat luas. Kita akan bertemu dengan orang-orang baru, mencoba hal-hal baru, dan mendapatkan banyak pelajaran dari sudut pandang yang berbeda. Bisa jadi, dari situlah kita justru semakin mengenal diri sendiri.

Mungkin personal branding bukan sesuatu yang harus kita temukan dalam waktu singkat. Bisa saja personal branding terbentuk dari proses yang kita jalani setiap hari. Dari apa yang kita pelajari, apa yang kita coba, bagaimana kita menghadapi masalah, sampai bagaimana kita memperlakukan orang lain.

Jadi, kalau sekarang saya masih belum tahu sebenarnya ingin dikenal sebagai apa, mungkin tidak apa-apa. Saya masih belajar mengenal diri sendiri. Karena mungkin, semakin banyak kita belajar dan mencoba, semakin kita tahu siapa diri kita dan seperti apa kita ingin dilihat oleh orang lain.

Yang terpenting, jangan berhenti belajar hanya karena belum menemukan jawabannya. Karena bisa jadi, personal branding yang kita cari selama ini justru sedang terbentuk dari proses yang sedang kita jalani.