Konten dari Pengguna

Gen Z Mahasiswa Hidupkan Pancasila Lewat Gaya Santai

Astuti Sari

Astuti Sari

Mahasiswa Universitas Pamulang, Pogram Studi Akuntansi

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Astuti Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswa berkumpul dan berfoto bersama di ruang terbuka. Sumber: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa berkumpul dan berfoto bersama di ruang terbuka. Sumber: Dok. Pribadi

Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) sering kali diidentikkan dengan suasana kelas yang formal, hafalan teori hukum, atau diskusi yang kaku. Namun, stigma kuno tersebut seketika runtuh di tangan Generasi Z (Gen Z). Bagi generasi ini, mengamalkan nilai-nilai kebangsaan tidak harus selalu penuh dengan formalitas. Lewat gaya yang santai, inklusif, dan interaksi yang cair, kerja kelompok dan kebersamaan di kampus justru menjadi bukti nyata bahwa jiwa nasionalis tumbuh subur dalam keseharian mahasiswa.

Merawat Persatuan Tanpa Sekat ala Gen Z

Budaya kumpul bareng dan tertawa lepas khas Gen Z sejatinya merupakan cerminan dari implementasi Sila ke-3 Pancasila, yaitu Persatuan Indonesia. Karakter Gen Z yang dikenal sangat terbuka dan menghargai keberagaman membuat mereka mampu merawat persatuan secara natural lewat lingkaran pertemanan. Tanpa memandang perbedaan latar belakang, ruang-ruang kebersamaan menjadi tempat meleburnya ego individu. Ikatan pertemanan yang sehat, suportif, dan bebas diskriminasi seperti inilah yang menjadi fondasi utama dari kerukunan warga negara yang dimulai dari tingkat paling mendasar.

Ruang Publik sebagai Wadah Demokrasi Mahasiswa Gen Z

Selain itu, kebiasaan berkumpul di ruang-ruang publik atau area terbuka berfungsi sebagai wadah interaksi sosial (civic hub) yang sangat sehat. Di sela-sela canda gurau, ruang informal ini sering kali melahirkan tempat yang aman bagi anak muda untuk bertukar cerita, saling mendengarkan keluh kesah, hingga membangun empati satu sama lain. Kebebasan berkumpul, berpendapat, dan mengekspresikan diri secara positif merupakan hak sekaligus kewajiban warga negara yang menjadi inti dari kehidupan masyarakat demokratis.

Gotong Royong dalam Bentuk Support System Gen Z

Pada akhirnya, esensi gotong royong dan kebajikan warga negara (civic virtue) di era modern ini telah bertransformasi menjadi bentuk yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, yaitu menjadi support system satu sama lain. Pembagian tugas yang adil, saling membantu saat ada kendala, hingga merayakan keberhasilan bersama adalah bentuk nyata dari kepedulian antarwarga negara. Fenomena ini menjadi bukti segar bahwa nasionalisme Gen Z tidak pernah luntur, melainkan dikemas secara lebih adaptif dan menyenangkan. Gaya boleh saja santai dan kekinian, namun semangat solidaritas Pancasila tetap hidup kuat di dalam dada mereka.