Konten dari Pengguna

Konser Lebih dari Hiburan: Tempat Berekspresi, Berbaur, dan Menggerakkan Ekonomi

Astuti Sari

Astuti Sari

Mahasiswa Universitas Pamulang, Pogram Studi Akuntansi

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Astuti Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dok. Pribadi

Menonton konser musik bukan lagi sekadar datang, berdiri di depan panggung, dan mendengarkan musisi idola bernyanyi. Bagi kalangan anak muda, konser telah bermutasi menjadi sebuah ritual untuk menghilangkan kejenuhan dan Ruang Bebas Berekspresi.

Contoh nyata Festival musik bergengsi Pestapora yang telah menghadirkan ratusan musisi dari Tanah Air. Di tahun lalu (2025), Pestapora bisa berjalan di tengah situasi negara yang tidak kondusif yaitu adanya aksi boikot dan mundurnya para musisi karena salah satu sponsornya ialah PT Freeport Indonesia dan ketegangan situasi politik saat itu.

Setelah sempat terpuruk tahun lalu, akhirnya pada tahun ini Pestapora bisa bangkit dan memberikan ledakan panggung musik yang menakjubkan. Tiket terjual habis dan banyak konsumen yang gigit jari karena tidak mendapatkan tiket. Antusiasme ini sayangnya dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Di media sosial banyak cuitan Want To Sell (WTS) dengan harga selangit. Parahnya, tidak sedikit yang tergiur dan berakhir menjadi korban penipuan (scam) demi bisa menjadi bagian dari pesta musik multi-genre terbesar ini.

Sebagai pengunjung, saya melihat sendiri sisi lain dari Pestapora. Alur masuk yang terkoordinasi, petugas melayani dengan ramah, rasa aman pun terjaga, bahkan kasus kehilangan barang nyaris tidak ada. Di tengah keramaian, saya berkenalan dengan seorang pengunjung asal Malaysia bernama Mona. Kami berjoget bersama di salah satu booth minuman yang ramai pengunjung. Kami baru bertemu hari itu, tapi musik membuat suasana mengalir seolah sudah kenal lama.

Melalui festival saya melihat semua orang berkumpul, tertawa dan bersenang-senang bersama tanpa memandang ras, suku, dan agama, di sini semua berbaur menjadi satu. Pestapora adalah bukti nyata betapa manusia haus akan koneksi nyata.

Konser dan Dampak Ekonominya

Industri ini bukan sekadar industri hiburan semata. Terselenggaranya suatu festival musik jadi suatu hal yang membawa berkah terhadap beberapa usaha pendukungnya. Potensi ekonomi dari konser sangat besar.

Perputaran uang dari konser tidak hanya berhenti pada penjualan tiket, melainkan merambah ke sektor kuliner, jasa transportasi, hingga penginapan.

Untuk sektor kuliner penyelenggara dapat menggandeng UMKM lokal. Dengan begitu secara tidak langsung ikut mempromosikan produk-produk khas nusantara.

Untuk sektor penginapan, banyak warga yang dari luar Jakarta bahkan dari luar Indonesia ikut memadati acara tersebut, sehingga sektor ini pun ikut meraup keberkahannya dengan pemesanan hotel, guest house, dan apartemen di sekitar venue. Keberkahan itu juga menjalar ke sektor transportasi, yaitu ojek online (ojol), taksi hingga transjakarta dan commuter line yang rutenya dipadati oleh para pecinta musik.

Dengan efek domino yang sebesar ini pemerintah juga dapat memanfaatkan momentum konser untuk mempromosikan kawasan kota melalui kolaborasi konten dan informasi wisata.

Pada akhirnya, konser bukan hanya tempat untuk menghilangkan penat, tetapi juga ruang untuk tumbuhnya kebersamaan dan denyut ekonomi.