Ngopi di Kantor Tiap Hari: Kebutuhan Kafein atau Kebutuhan Jeda?

Mahasiswa Universitas Pamulang, Pogram Studi Akuntansi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Astuti Sari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ngopi di kantor tiap hari sudah seperti jam masuk yang tidak resmi. Sebelum email dibuka dan rapat dimulai, banyak orang lebih dulu mencari secangkir kopi. Menurut kolom Detik tentang tren bisnis kopi, orang perkantoran sering merasa belum hidup sebelum minum kopi, sehingga begitu masuk ruangan mereka langsung menuju pantry. Menurut kolom yang sama, konsumsi kopi dalam negeri tumbuh sekitar 14 persen per tahun, lebih tinggi daripada rata-rata global sekitar 8 persen. Sementara itu, menurut laporan USDA yang dikutip GoodStats, konsumsi kopi domestik Indonesia diperkirakan 4,79 juta kantong berisi 60 kilogram pada periode 2023/2024. Menurut saya, angka-angka itu menggambarkan sesuatu yang sudah kita rasakan: kopi bukan lagi sekadar minuman, melainkan kebiasaan.
Ngopi di Kantor dan Jeda yang Kita Cari
Kita sering menjelaskan kebiasaan ini dengan satu kata, yaitu kafein. Menurut saya, penjelasan itu terlalu sempit. Bagi banyak orang, secangkir kopi adalah tanda peralihan dari rumah ke kantor, dari bangun tidur ke mode bekerja. Ia juga alasan yang sah untuk berdiri dari kursi, menyapa rekan di pantry, dan menarik napas sebelum tumpukan tugas dibuka. Di hari yang padat, kopi sering menjadi satu-satunya jeda yang terasa wajar untuk diminta.
Industri yang Membaca Kebiasaan Kita
Pelaku usaha tentu membaca hal ini lebih awal. Menurut Republika (17 Desember 2019), Kopi Tuku menyebut misinya adalah membuat orang minum kopi dari yang jarang menjadi sering, dari segelas menjadi dua gelas, hingga setiap hari. Bagi saya yang belajar akuntansi, di sinilah menariknya. Pengeluaran kecil yang terulang setiap hari adalah pos yang paling jarang kita catat, padahal ia salah satu yang paling rutin. Satu cangkir terasa tidak berarti, tetapi kebiasaan yang diulang tiap hari punya bobotnya sendiri.
Ngopi yang Tetap Menyehatkan Hari dan Dompet
Apakah ngopi di kantor perlu dikurangi? Ngopi di kantor adalah kebiasaan minum kopi di sela jam kerja yang berfungsi sebagai ritual, jeda, dan alasan untuk bertemu rekan. Menurut saya, yang perlu kita jaga bukan jumlah cangkirnya, tetapi alasan di baliknya: kalau kopi adalah satu-satunya cara kita merasa boleh berhenti sejenak, mungkin yang kurang bukan kafein, melainkan istirahat.
SUMBER
1. Detik, "Tren Bisnis Kopi: dari Hang-out ke Aplikasi" (kolom): news.detik.com
2. Republika, "Cuan dari Pasar Kedai Kopi Indonesia", 17 Desember 2019: news.republika.co.id
3. Eprints Universitas Diponegoro, BAB I (mengutip USDA melalui GoodStats): eprints2.undip.ac.id
