Bukan Sekadar Kuliner, FKS 2026 Jadi Obat Rindu Perantau Sumatera

Saya adalah mahasiswa Ilmu Komunikasi di Universitas Bunda Mulia
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Atalya Noviana Hendrata tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Festival Kuliner Serpong (FKS) 2026 kembali hadir membawa puluhan hidangan legendaris Lintas Sumatera. Bukan cuma memanjakan lidah, acara ini jadi wadah penawar rindu anak rantau akan tanah kelahiran.

Aroma rempah yang menyeruak di area Parkir Timur Summarecon Mall Serpong (SMS) seolah menyihir riuhnya pusat perkotaan menjadi hangatnya suasana kampung halaman. Mengusung tema "Satu Jalur Seribu Rasa-Lintas Sumatera," perhelatan tahunan yang berlangsung dari 13 Agustus hingga 13 September 2026 ini menghadirkan puluhan hidangan legendaris yang didatangkan langsung dari Pulau Sumatera. Bagi masyarakat Serpong dan sekitarnya, ajang FKS 2026 ini bukan sekadar bazar kuliner biasa, melainkan sebuah ruang nostalgia penuh cita rasa Nusantara.
Di tengah ribuan pengunjung yang memadati lokasi festival, terselip cerita kehangatan dari para pedagang yang memburu keautentikan rasa demi mengobati rindu para anak rantau. Pemilik stan Soto Padang & Mie Tahu Uni Vina mengungkapkan rasa harunya ketika melayani pengunjung asal Minang yang datang demi meluapkan kenangan tanah kelahiran. Keramahan interaksi serta sajian rasa yang autentik menjadikan festival ini wadah perekat persaudaraan sesama perantau, membuktikan bahwa makanan selalu punya cara tersendiri untuk menghubungkan jiwa.
Kemeriahan makin terasa emosional saat lantunan lagu daerah yang dibawakan musisi kenamaan seperti Ovhi Firsty, Rany Simbolon, dan Trio RNB menggema di panggung FKS, disusul pertunjukan energik dari Geisha, Vierratale, Barasuara, hingga Adrian Khalif. Pengunjung larut dalam kebersamaan, bernyanyi dan berjoget bersama layaknya sedang berkumpul di halaman rumah sendiri. Kehadiran FKS 2026 menegaskan komitmen Summarecon Mall Serpong dan PT Summarecon Agung Tbk dalam menghadirkan ruang publik yang berbudaya serta penuh makna bagi warga.
5 Alasan FKS 2026 Jadi Tempat Paling Pas Buat Melepas Rindu Kampung Halaman
1. Jelajah Cita Rasa Asli Tanpa Harus Pulang Kampung
Menghadirkan puluhan sajian legendaris yang diboyong langsung dari berbagai penjuru Sumatera, FKS 2026 menjadi tempat terbaik bagi para perantau untuk memanjakan lidah. Cita rasa rempah yang kaya dan autentik siap menyapa ingatan masa kecil tanpa perlu repot memesan tiket pesawat. Kesempatan langka ini membuat arena bazar terus dipadati pengunjung yang haus akan keautentikan resep warisan leluhur.
2. Dua Menu Andalan Soto Padang dan Mie Tahu Uni Vina yang Autentik
Bagi perantau asal Sumatera Barat, racikan Soto Padang dan Mie Tahu Uni Vina di FKS 2026 bagaikan penawar rindu yang sempurna. Kuah kaya rempah yang disajikan hangat langsung memanggil memori kenangan rumah di tengah dinginnya malam Kota Serpong. Penjualnya pun merasa sangat puas bisa menyajikan hidangan ini secara khusus untuk para anak rantau yang rindu kampung.
3. Dendang Musik Daerah yang Mengunggah Kenangan Haru
Suasana nostalgia di arena festival terasa semakin hidup berkat lantunan merdu lagu-lagu daerah yang dibawakan oleh Ovhi Firsty, Rany Simbolon, hingga Trio RNB. Alunan musik khas Sumatera tersebut berhasil menyentuh sisi emosional para perantau, menyulap area bazar yang ramai menjadi berasa hangat bak pekarangan rumah saat kumpul keluarga besar.
4. Panggung Hiburan Deretan Band Papan Atas
Tidak hanya mengandalkan suguhan lagu tradisional, FKS 2026 juga diramaikan oleh penampil dari band-band top Tanah Air seperti Geisha, Vierratale, Barasuara, hingga Adrian Khalif. Perpaduan hiburan modern dan tradisional ini sukses menciptakan atmosfer yang semarak, mengajak seluruh pengunjung dari berbagai kalangan untuk bernyanyi dan berjoget bersama tanpa canggung.
5. Wadah Silaturahmi Hangat Pengikat Tali Persaudaraan
Lebih dari sekadar tempat berburu jajanan, FKS 2026 yang digagas Summarecon Mall Serpong ini menjadi sarana berkumpulnya sesama perantau dari berbagai daerah. Sorot mata bahagia dan antusiasme pengunjung yang melebur jadi satu menjadi bukti kuat bahwa acara ini sukses menjadi wadah penghormatan budaya sekaligus mempererat tali persaudaraan antarwarga di perantauan.
