Konten dari Pengguna

Dari Jelantah Jadi Cahaya: Mahasiswa UMM Ubah Minyak Jelantah jadi Lilin

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Chandra Subrolarang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dari Jelantah jadi Cahaya : Ubah Minyak Jelantah jadi Lilin Aromaterapi (18/08/2025)
zoom-in-whitePerbesar
Dari Jelantah jadi Cahaya : Ubah Minyak Jelantah jadi Lilin Aromaterapi (18/08/2025)

Minyak jelantah sering kali dipandang sebagai limbah rumah tangga yang tidak berguna. Padahal, jika dibuang sembarangan, minyak bekas ini bisa mencemari tanah dan air, serta mengganggu kesehatan lingkungan. Melihat masalah tersebut, mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melalui program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa berinisiatif menghadirkan inovasi ramah lingkungan dengan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi.

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sidoluhur, Dusun Krajan II, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Masyarakat diajak memanfaatkan minyak jelantah yang biasanya terbuang, lalu mengubahnya menjadi produk bernilai tambah.

Proses pembuatan lilin dimulai dengan merendam minyak jelantah menggunakan arang semalaman untuk menjernihkan minyak sekaligus meminimalisir bau tidak sedap. Keesokan harinya, minyak disaring agar partikel arang tidak ikut tercampur. Minyak yang sudah bersih kemudian dipanaskan dengan api sedang, cukup hingga panas tanpa sampai mendidih.

Gambar 1. Proses Penyaringan Minyak Jelantah Setelah Direndam Arang

Setelah itu, krayon ditambahkan sebagai pewarna alami. Begitu warna tercampur rata, mahasiswa menambahkan stearin yang berfungsi sebagai pengeras untuk minyak yang akan menjadi lilin. Api kemudian dimatikan, lalu ditambahkan essential oil untuk memberikan aromaterapi. Campuran ini diaduk hingga merata, lalu dituang ke dalam wadah cetakan yang sudah diberi sumbu. Beberapa menit kemudian, campuran akan mengeras dan terbentuklah lilin aromaterapi siap pakai.

Gambar 2. Pencampuran Minyak Jelantah dengan Pewarna, Stearin, dan Essential Oil
Gambar 3. Hasil Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Inovasi ini tidak hanya menghasilkan produk bermanfaat, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya pembuangan minyak jelantah sembarangan dan potensi pengolahannya sebagai peluang usaha. Dengan tambahan aromaterapi, lilin tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga memberikan efek relaksasi yang disukai banyak orang.

Gambar 4. Lilin Aromaterapi

Melalui program ini, diharapkan masyarakat tidak hanya lebih peduli pada lingkungan, tetapi juga mampu menjadikan inovasi sederhana ini sebagai sumber peluang usaha kreatif. Dari minyak jelantah yang awalnya dianggap limbah, kini lahir cahaya baru yang memberi manfaat ganda yaitu lingkungan yang lebih bersih dan harapan ekonomi yang lebih cerah.