Penghijauan Kreatif Mahasiswa FIKOM UP: Sulap Sampah Plastik Jadi Pot

Mahasiswa Universitas Pancasila - Fakultas Ilmu Komunikasi
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Aulia Nurhayati tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mahasiswa UP Bikin Pot untuk menanam TOGA dari Sampah Plastik

Jakarta, 30 Juli 2025 — Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pancasila yang tergabung dalam Kelompok 12 program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 19, Kampung Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. Program KKN ini berlangsung selama sepuluh hari, mulai dari 18 hingga 27 Juli 2025, mengusung tema "Penghijauan dan Pemanfaatan Sampah Plastik di Lahan Terbatas."
Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya mengatasi dua permasalahan utama di wilayah padat penduduk: keterbatasan ruang terbuka hijau dan pengelolaan sampah plastik . Solusi kreatif yang ditawarkan adalah mengajak warga menghijaukan lingkungan dengan menanam TOGA (tanaman obat keluarga) menggunakan pot dari botol dan kaleng bekas. Warga tidak hanya diedukasi melalui sosialisasi, tetapi juga dilibatkan langsung dalam pengumpulan sampah plastik, pembuatan pot, hingga penanaman TOGA di pekarangan masing-masing
“Program ini kami rancang tidak hanya sebagai penghijauan, tetapi juga sebagai edukasi berkelanjutan agar masyarakat dapat melihat bahwa sampa plastik bisa diubah menjadi sesuatu yang berguna seperti dijadikan sebagai pot,” ujar Aulia Nurhayati, Ketua Kelompok KKN.
Selama pelaksanaan, mahasiswa membagikan lebih dari 60 bibit tanaman seperti jahe, kencur, kunyit, temu lawak dan serai secara gratis. Setiap rumah di RW 19 mendapatkan 1–3 bibit tanaman lengkap dengan sampah plastik yang di sulap menjadi pot daur ulang. Proses distribusi dilakukan berdasarkan pembagian wilayah RT untuk memastikan pembagian yang merata dan teratur.
Tak hanya melibatkan orang dewasa, kelompok KKN juga mengadakan sesi edukasi lingkungan untuk anak-anak melalui media visual dan permainan interaktif. Kegiatan ditutup dengan aksi pungut sampah massal, yang diharapkan menjadi bekal awal untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Selain itu, mahasiswa juga menyebarkan poster edukatif bertema ajakan membuang sampah pada tempatnya, serta mendistribusikan tong sampah ke titik-titik strategis di wilayah RW 19 sebagai bentuk kampanye visual untuk menjaga kebersihan.
Program ini mendapatkan respons positif dari warga. Antusiasme terlihat saat sesi diskusi dan penanaman berlangsung. Warga menyambut baik inisiatif mahasiswa dan menunjukkan komitmen untuk merawat tanaman serta menjaga lingkungan mereka.
Dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif, kegiatan KKN ini diharapkan meninggalkan dampak berkelanjutan, baik dalam peningkatan kualitas lingkungan maupun tumbuhnya budaya pengelolaan sampah dan penghijauan mandiri di masyarakat.
