Konten dari Pengguna

Mahasiswa Universitas Pamulang Ajak Warga Bojong Pondok Terong Peduli Sampah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Aulia Sapina tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

gambar di ambil saat pelaksanaan
zoom-in-whitePerbesar
gambar di ambil saat pelaksanaan

Pengelolaan sampah masih menjadi tantangan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Sampah rumah tangga yang dihasilkan setiap hari sering kali dianggap sebagai sesuatu yang tidak lagi memiliki manfaat. Padahal, melalui pengelolaan yang tepat, sebagian sampah dapat dimanfaatkan kembali dan memiliki nilai guna.

Permasalahan tersebut menjadi salah satu hal yang diangkat mahasiswa Universitas Pamulang melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di RW 011, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Melalui sosialisasi bertema “Membangun Kesadaran dan Kreativitas Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Berkelanjutan”, mahasiswa mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekaligus melihat peluang pemanfaatan barang bekas dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini mengangkat pemahaman bahwa persoalan sampah tidak cukup diselesaikan hanya dengan membuangnya ke tempat pembuangan. Kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, dan memanfaatkan kembali barang yang masih layak merupakan langkah sederhana yang dapat dimulai dari lingkungan rumah sendiri.

Pengelolaan Sampah Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Salah satu tantangan dalam pengelolaan sampah adalah membangun kebiasaan masyarakat agar tidak mencampurkan semua jenis sampah dalam satu tempat. Sampah organik, seperti sisa makanan dan daun, memiliki karakteristik berbeda dari sampah anorganik, seperti botol plastik dan kemasan tertentu. Pemisahan sejak awal dapat membantu proses pengolahan sampah menjadi lebih mudah.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa Universitas Pamulang menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Perubahan tidak selalu harus dimulai melalui program besar atau fasilitas yang mahal. Kebiasaan sederhana, seperti menyediakan tempat sampah terpisah dan menggunakan kembali barang yang masih layak, dapat menjadi langkah awal yang berarti.

Kesadaran tersebut juga perlu dibangun secara bersama-sama. Ketika masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah dan mengurangi barang sekali pakai, upaya menjaga kebersihan lingkungan dapat dilakukan secara lebih konsisten. Karena itu, keterlibatan keluarga dan warga sekitar menjadi bagian penting dalam membangun kebiasaan yang berkelanjutan.

Barang Bekas Tidak Selalu Berakhir Menjadi Sampah

Selain berkaitan dengan kebersihan, pengelolaan sampah juga dapat mendorong kreativitas masyarakat. Barang bekas tertentu, seperti botol plastik, dapat dimanfaatkan menjadi pot tanaman atau wadah penyimpanan sederhana. Pemanfaatan tersebut dapat mengurangi jumlah barang yang langsung dibuang sekaligus memberikan fungsi baru bagi benda yang sebelumnya dianggap tidak berguna.

Namun, pemanfaatan barang bekas tetap perlu memperhatikan kebersihan, keamanan bahan, dan kegunaan hasil olahan. Tidak semua sampah dapat digunakan kembali dengan cara yang sama. Oleh karena itu, masyarakat perlu mengenali jenis sampah dan memilih metode pengolahan yang sesuai.

Dari sudut pandang ekonomi, pemanfaatan barang bekas juga dapat membantu menghemat pengeluaran untuk kebutuhan tertentu. Meskipun tidak semua barang hasil daur ulang dapat dijual atau menghasilkan keuntungan, kebiasaan memanfaatkan kembali barang yang masih layak dapat memberikan nilai tambah.

Dengan demikian, pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan upaya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dalam memanfaatkan barang yang tersedia di sekitar mereka.

Membangun Kepedulian Lingkungan Secara Berkelanjutan

Kegiatan PKM mahasiswa Universitas Pamulang di RW 011, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok, menjadi salah satu bentuk upaya menghubungkan pengetahuan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui sosialisasi, mahasiswa berupaya menyampaikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah, sementara masyarakat memiliki peran penting dalam menerapkannya sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.

Meski demikian, sosialisasi saja belum cukup untuk menjamin perubahan perilaku dalam jangka panjang. Diperlukan kebiasaan yang konsisten, dukungan lingkungan sekitar, serta pengelolaan sampah yang memungkinkan masyarakat menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Pada akhirnya, lingkungan yang bersih bukan hanya tanggung jawab petugas kebersihan atau pemerintah. Setiap orang memiliki peran dalam mengurangi sampah yang dihasilkan, memilah sampah sebelum dibuang, dan memanfaatkan kembali barang yang masih memiliki fungsi.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, mahasiswa Universitas Pamulang mengangkat pesan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan membuang barang yang tidak terpakai, melainkan juga tentang membangun kesadaran, kreativitas, dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan.

Upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Ketika kebiasaan tersebut tumbuh di tengah masyarakat, pengelolaan sampah berkelanjutan diharapkan dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya dilakukan ketika ada kegiatan sosialisasi.