Anggaran Negara untuk Rakyat, Sudahkah Manfaatnya Terasa?

mahasiswa ilmu pemerintahan - universitas pamulang serang
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Aulya Rhamadani Matondang tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap tahun, pemerintah mengalokasikan anggaran negara untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Uang tersebut digunakan untuk membiayai pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, dan berbagai program lainnya. Namun, besarnya anggaran menimbulkan pertanyaan penting: apakah manfaatnya sudah dirasakan secara merata oleh masyarakat?
Berdasarkan laporan APBN KiTa Kementerian Keuangan, hingga 30 September 2026, realisasi belanja negara mencapai Rp2.660,5 triliun. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran pendidikan mencapai Rp574,2 triliun, sementara bantuan sosial mencapai Rp115,8 triliun. Anggaran pendidikan antara lain digunakan untuk Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah), dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sementara itu, bantuan sosial mencakup sejumlah program perlindungan masyarakat, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH).
Angka tersebut menunjukkan besarnya tanggung jawab pemerintah dalam mengelola uang negara. Melalui program pendidikan, misalnya, pemerintah berupaya membantu siswa dari keluarga yang membutuhkan agar tetap dapat bersekolah. Bantuan sosial juga diharapkan mampu meringankan beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan dasar. Akan tetapi, keberhasilan program tidak cukup diukur dari jumlah anggaran yang telah dibelanjakan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada Maret 2026, persentase penduduk miskin Indonesia masih sebesar 8,07 persen atau sekitar 22,93 juta orang. Angka tersebut memang menurun dibandingkan periode sebelumnya, tetapi jumlah penduduk yang masih hidup dalam kemiskinan menunjukkan bahwa persoalan kesejahteraan belum sepenuhnya selesai.
Kondisi tersebut tidak serta-merta berarti anggaran pemerintah gagal. Penurunan kemiskinan dipengaruhi banyak faktor, termasuk kesempatan kerja, tingkat pendapatan, harga kebutuhan pokok, dan kondisi ekonomi. Namun, data ini menjadi pengingat bahwa anggaran negara harus benar-benar diarahkan pada kebutuhan masyarakat dan disertai evaluasi terhadap hasil program.
Salah satu persoalan penting adalah ketepatan sasaran. Bantuan yang diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebaliknya, kesalahan data atau proses penyaluran yang tidak efektif berisiko membuat bantuan tidak diterima oleh pihak yang paling membutuhkan. Karena itu, pemerintah perlu memperbaiki data penerima, mempermudah pengaduan masyarakat, dan memastikan penyaluran bantuan dapat diawasi.
Selain itu, pembangunan perlu dirasakan oleh masyarakat di berbagai wilayah, bukan hanya di kota besar. Akses sekolah yang layak, fasilitas kesehatan, jalan yang memadai, dan pelayanan publik yang mudah dijangkau merupakan kebutuhan dasar. Pemerintah harus memastikan bahwa belanja negara menghasilkan perbaikan nyata, terutama bagi masyarakat miskin dan wilayah yang masih tertinggal.
Transparansi juga tidak boleh berhenti pada publikasi angka anggaran. Masyarakat perlu mengetahui program apa yang dibiayai, siapa penerima manfaatnya, dan hasil apa yang telah dicapai. Pengawasan dari lembaga terkait serta partisipasi masyarakat penting untuk mencegah pemborosan dan penyalahgunaan anggaran.
Pada akhirnya, anggaran negara adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat. Keberhasilan pemerintah bukan hanya terlihat dari besarnya anggaran atau banyaknya program yang diumumkan, melainkan dari perubahan nyata yang dirasakan masyarakat.
Uang negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pendidikan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang terjangkau, bantuan yang tepat sasaran, dan kesempatan hidup yang lebih layak. Sebab, anggaran yang besar baru benar-benar berarti ketika manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat.
https://www.kemenkeu.go.id/APBNKITAOktober2026?utm_source=chatgpt.com
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2594/persentase-penduduk?utm_source=chatgpt.com
