Konten dari Pengguna

Bonus Demografi Menguntungkan Gen Z Memimpin Revolusi Keuangan

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Alya Sahwa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Generasi Z Indonesia menunjukkan lonjakan signifikan dalam literasi keuangan digital, menjadi salah satu motor positif bagi ekonomi nasional di era transformasi digital. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2024 mencatat indeks literasi keuangan kelompok usia 18–25 tahun mencapai 70 persen, sedangkan inklusi keuangan menyentuh 79 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 65,43 persen untuk literasi dan 75,02 persen untuk inklusif. Angka ini menunjukkan bahwa meski Gen Z lahir di era digital, mereka mampu memanfaatkan teknologi finansial untuk mengakses produk perbankan, menabung, berinvestasi, hingga memanfaatkan platform fintech secara aman dan efektif.

Foto: Rawpixel; Jp Valery/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Rawpixel; Jp Valery/Unsplash

Fenomena ini menandai pergeseran budaya ekonomi generasi muda dari konsumen pasif menjadi partisipan aktif dalam ekonomi digital. Dengan literasi keuangan yang tinggi, Gen Z dapat membuat keputusan finansial lebih cerdas, menekan risiko utang konsumtif, serta mengoptimalkan investasi sejak dini. Hal ini sekaligus membuka peluang bagi sektor perbankan, fintech, dan industri digital untuk merancang produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda, sekaligus memperluas inklusi keuangan di seluruh wilayah Indonesia.

Dari perspektif ekonomi pembangunan, literasi keuangan Gen Z berperan penting dalam membentuk human capital berkualitas, mendorong produktivitas, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang. Menurut teori Todaro & Smith, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan membutuhkan tenaga kerja yang terampil dan mampu memanfaatkan peluang baru, peluang ekonomi digital yang berkembang pesat. Jika tren literasi ini terus ditingkatkan melalui pendidikan, pelatihan, dan literasi digital finansial yang relevan, Indonesia berpotensi memaksimalkan bonus demografi, menghasilkan generasi muda yang mandiri, inovatif, dan siap menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.

Selain itu, literasi keuangan digital Gen Z juga mendukung pemerataan ekonomi. Dengan akses ke aplikasi investasi, pinjaman produktif, dan platform e-commerce, generasi muda di daerah tertinggal pun bisa ikut berpartisipasi dalam ekonomi digital, mengurangi kesenjangan antarwilayah, dan meningkatkan kemandirian finansial. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan pelaku industri digital menjadi kunci agar momentum ini tidak hilang, sekaligus menyiapkan Indonesia sebagai negara dengan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan pada dekade mendatang.