Konten dari Pengguna

KKN UIN Walisongo Posko 75 Dukung UMKM Kopi Anugerah di Desa Patemon

KKN UIN Walisongo Posko 75 Dukung UMKM Kopi Anugerah di Desa Patemon
zoom-in-whitePerbesar

Patemon, Tengaran (11/8/2025) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Walisongo Semarang Posko 75 kembali menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat. Divisi Ekonomi Kreatif dan Divisi Kominfo berkunjung ke salah satu UMKM kopi yang tengah berkembang di Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, yakni Kopi Anugerah milik pasangan Bapak Priyanto dan istrinya yang berlokasi di Dusun Tritis, RT 23 RW 09. Kunjungan ini turut diantar oleh Bapak Maryadi, Ketua RT 15 Dusun Surodadi.

Divisi Ekonomi Kreatif terdiri dari Ayu Nirmalasari (S1 Matematika, Koordinator), Asyifa Nur Annisa Husna (S1 Sosiologi, Anggota), dan Hanifa Haya Khoirunisa (S1 Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Anggota). Sementara Divisi Kominfo dikoordinatori oleh Mr. Sulfikri Wani (S1 Manajemen Dakwah, Koordinator) dengan anggota Farel Achmad Zidan An Naj’mi (S1 Bimbingan dan Penyuluhan Islam) serta Asri Madinatul Munawaroh (S1 Kimia).

Dari Kopi Liar ke Produk Mandiri

UMKM Kopi Anugerah berdiri sejak 2021. Sebelum itu, Bapak Priyanto hanya menjual kopi liar kepada tengkulak dengan harga murah. Berbekal pengalaman kerja di pabrik dan semangat belajar otodidak melalui YouTube serta diskusi dengan para senior, ia kemudian berinisiatif mengolah hasil panennya sendiri menjadi bubuk kopi.

Dalam sesi dialog, Ayu Nirmalasari menanyakan jumlah pohon kopi serta jenis yang produktif. Pak Priyanto menjawab, “Sekitar 300–500 pohon, karena keterbatasan lokasi. Budidaya yang kami pilih adalah kopi robusta, sebab suhu di sini memang cocok untuk robusta.”

Kini Kopi Anugerah memproduksi dua varian rasa khas, yaitu medium (ringan dan tidak terlalu pahit, cocok untuk pemula) dan dark (sangrai matang dengan cita rasa pahit kuat khas robusta). Dengan harga Rp25.000 per kemasan 150 gram, produk ini sudah dipasarkan hingga Karawang, Bekasi, Sragen, dan Bantul berawal hanya dari promosi lewat status WhatsApp.

Digitalisasi dan Kendala Produksi

Perkembangan UMKM ini semakin pesat setelah istri Pak Priyanto turut membantu pemasaran digital. Usai mengikuti sosialisasi UMKM Go Digital oleh mahasiswa KKN UIN Walisongo, ia berani membuka akun TikTok Shop “AnugerahKopi01”. Inovasi ini menjadi langkah penting memperluas pasar sekaligus memperkenalkan kopi Patemon ke masyarakat luas.

Namun, tantangan masih ada. “Proses masih manual, sekali produksi hanya sekitar 1,5 kilogram. Permintaan banyak, tapi kami belum sanggup memenuhi semuanya. Hambatan masih banyak, terutama soal peralatan,” ujar Pak Priyanto.

Selain peralatan, kendala lain adalah belum adanya izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga). “Harapan kami, semoga adik-adik KKN bisa membantu mencarikan jalan supaya Kopi Anugerah bisa segera punya PIRT. Kalau sudah ada izin, produk kami pasti lebih dipercaya dan bisa masuk ke pasar yang lebih luas,” ujar Pak Priyanto dan Ibu Umul (istri Pak priyanto).

Dukungan Mahasiswa KKN

Kehadiran mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 75 disambut hangat dan memberi angin segar bagi UMKM Kopi Anugerah. Melalui pendampingan di bidang pemasaran digital, inovasi kemasan, hingga legalitas produk, mahasiswa optimis usaha ini mampu tumbuh menjadi kebanggaan Desa Patemon.

“Di Patemon banyak yang menanam kopi, tapi baru kami yang berani mengolah. Jadi peluangnya masih besar,” ungkap Pak Priyanto penuh semangat.

Dengan kolaborasi antara masyarakat dan mahasiswa, Kopi Anugerah diyakini siap bersaing di pasar yang lebih luas serta mengangkat potensi kopi robusta khas Patemon ke tingkat nasional.