Konten dari Pengguna

Internalisasi Nilai Karakter Usia Dini dan Pembentukan Mental Atlet Muda

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ayu Trisqiani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Momen bersama anak usia dini Selabora Taekwondo Setyaki
zoom-in-whitePerbesar
Momen bersama anak usia dini Selabora Taekwondo Setyaki

Pendidikan karakter pada anak usia dini merupakan fondasi utama dalam menentukan tumbuh kembang serta kepribadian anak di masa depan. Pada fase keemasan (golden age), anak-anak menyerap berbagai nilai dari lingkungan sekitar dengan sangat cepat. Oleh karena itu, penanaman nilai kedisiplinan, ketangguhan, dan rasa hormat menjadi krusial untuk dibentuk sejak awal. Salah satu wadah efektif yang menggabungkan antara aktivitas fisik dan pembentukan kepribadian ini adalah olahraga beladiri, khususnya Taekwondo.

Melalui program latihan di Selabora Taekwondo Setyaki, proses internalisasi nilai-nilai karakter tidak sekadar menjadi jargon, melainkan diterapkan secara langsung dalam setiap sesi latihan. Di atas matras, anak-anak usia dini diajarkan bahwa Taekwondo bukan hanya tentang bagaimana menendang atau memukul, melainkan tentang bagaimana menguasai diri sendiri dan menghargai sesama.

Potret mahasiswa PK UNY

Peran dan Dukungan Mahasiswa PK UNY

Keberhasilan proses pembinaan di Selabora Taekwondo Setyaki tidak lepas dari dukungan akademisi dan praktisi muda, salah satunya melalui kontribusi nyata mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta.

Kehadiran mahasiswa PK UNY menjadi penyokong penting dalam membantu dan mengakselerasi perkembangan para atlet muda. Mahasiswa PK UNY turut berperan aktif dalam:

  • Pendampingan Metode Latihan: Menerapkan pendekatan pembelajaran kependidikan dan kepelatihan yang adaptif, sehingga materi latihan dasar Taekwondo dapat diterima dengan menyenangkan oleh anak-anak usia dini.

  • Penguatan Mental dan Motivasi: Memberikan pendekatan persuasif untuk membangun rasa percaya diri (self-confidence) atlet muda saat mengalami kesulitan dalam menguasai teknik atau menghadapi tekanan latihan.

  • Evaluasi dan Observasi Perkembangan: Membantu tim pelatih dalam mengamati perkembangan karakter, tingkat kedisiplinan, serta keterampilan motorik para atlet secara terstruktur.

Dukungan dari mahasiswa PK UNY ini menciptakan sinergi positif antara teori pendidikan kepelatihan olahraga yang dipelajari di bangku kuliah dengan penerapan langsung di lapangan.

Membentuk mentalitas atlet yang tangguh

Selain membentuk karakter fisik, pembinaan di Selabora Taekwondo Setyaki berfokus pada pembentukan mentalitas bertanding dan menghadapi tantangan hidup (growth mindset). Anak-anak usia dini sering kali dihadapkan pada rasa lelah, kegagalan saat mempelajari gerakan baru, atau rasa takut saat berhadapan dengan lawan.

Dengan pendampingan pelatih dan mahasiswa PK UNY, anak-anak dibimbing untuk melihat kegagalan bukan sebagai akhir, melainkan sebagai kesempatan untuk belajar. Rasa percaya diri dan daya juang pantang menyerah dipupuk secara bertahap sehingga anak memiliki mentalitas yang kuat, baik di dalam maupun di luar arena pertandingan.

Foto bersama para pelatih Selabora Taekwondo Setyaki

Sinergi untuk Masa Depan Generasi Muda

Internalisasi nilai karakter usia dini dan pembentukan mental atlet muda di Selabora Taekwondo Setyaki membuktikan bahwa olahraga beladiri adalah sarana edukasi. Penanaman nilai-nilai moral yang terintegrasi dengan latihan fisik melahirkan generasi yang tidak hanya sehat dan berprestasi secara fisik, tetapi juga memiliki integritas, kedisiplinan, dan mental yang tangguh dalam menghadapi masa depan.

Penulis: Ayu Trisqiani