Pendampingan TPQ, Membangun Semangat Belajar Mengaji di Dusun Blado
Tulisan dari Azzah Hanin Luthfi Aqilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan keagamaan sejak usia dini memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan akhlak anak. Selain menjadi sarana belajar membaca Al-Qur'an, kegiatan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) juga menjadi tempat bagi anak-anak untuk mengenal nilai-nilai keislaman melalui proses pembelajaran yang menyenangkan. Oleh karena itu, keberadaan TPQ menjadi bagian penting dalam mendukung pendidikan karakter di lingkungan masyarakat.
Melalui program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM), mahasiswa Universitas Negeri Malang melaksanakan kegiatan Pendampingan Pembelajaran Keagamaan di TPQ Masjid Nurul Huda, Dusun Blado, Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Kamis serta Sabtu, menyesuaikan jadwal pembelajaran TPQ yang telah berjalan.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mendampingi santri pada kegiatan membaca Iqra' maupun Al-Qur'an sesuai kemampuan masing-masing. Pendampingan dilakukan dengan membantu memperbaiki bacaan, memberikan arahan, serta membimbing santri agar lebih percaya diri dalam membaca.
Tidak hanya mendampingi proses belajar membaca Al-Qur'an, mahasiswa juga memberikan materi keagamaan sederhana yang disampaikan secara interaktif. Materi tersebut disesuaikan dengan usia santri sehingga lebih mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan, setiap pertemuan juga diisi dengan sesi tebak-tebakan seputar pengetahuan agama yang diikuti dengan antusias oleh para santri. Melalui kegiatan tersebut, proses pembelajaran menjadi lebih hidup sekaligus mendorong keberanian anak-anak untuk aktif menjawab pertanyaan.
Kegiatan pendampingan mendapat sambutan yang baik dari para santri. Antusiasme mereka terlihat selama proses belajar berlangsung, baik saat membaca Iqra' dan Al-Qur'an maupun ketika mengikuti materi tambahan dan permainan edukatif. Suasana belajar yang interaktif membuat anak-anak lebih bersemangat mengikuti setiap rangkaian pembelajaran.
Perpaduan antara kegiatan mengaji, penyampaian materi keagamaan, dan permainan edukatif menjadikan proses belajar lebih variatif dan tidak membosankan. Pendekatan tersebut mendorong santri untuk lebih aktif mengikuti pembelajaran sekaligus meningkatkan minat mereka dalam mempelajari ajaran agama.

