Posyandu Desa Karangrejo, Kolaborasi untuk Kesehatan Masyarakat
Tulisan dari Azzah Hanin Luthfi Aqilah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam mewujudkan kualitas hidup yang lebih baik. Di Desa Karangrejo, Kecamatan Kromengan, Kabupaten Malang, upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Posyandu yang diselenggarakan secara rutin setiap bulan. Posyandu di Desa Karangrejo terbagi ke dalam tujuh kelompok pelayanan, yaitu Posyandu Satria 1 hingga Satria 7, yang melayani pemeriksaan kesehatan balita dan lansia di wilayah masing-masing.
Melalui program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM), mahasiswa Universitas Negeri Malang turut berpartisipasi dalam mendampingi pelaksanaan Posyandu balita dan lansia di seluruh Posyandu Satria 1 hingga Satria 7 yang dilaksanakan secara bertahap selama 1-13 Juli 2026. Kehadiran mahasiswa merupakan bentuk dukungan terhadap pelayanan kesehatan masyarakat yang rutin diselenggarakan setiap bulan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu berbagai tahapan pelayanan, mulai dari mempersiapkan perlengkapan Posyandu, mendampingi proses penimbangan dan pengukuran balita, membantu pencatatan hasil pemeriksaan, hingga mengatur alur pelayanan agar kegiatan berjalan dengan tertib. Pada pelayanan bagi ibu dan lansia, mahasiswa turut membantu pengukuran tekanan darah (tensi), proses administrasi, serta mendampingi jalannya pemeriksaan kesehatan bersama kader Posyandu dan tenaga kesehatan.
Kegiatan Posyandu berlangsung dengan baik berkat kerja sama antara kader kesehatan, tenaga kesehatan, pemerintah desa, mahasiswa, serta masyarakat yang hadir. Bagi para ibu, Posyandu menjadi kesempatan untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara berkala, sedangkan bagi para lansia, kegiatan ini menjadi sarana pemeriksaan kesehatan rutin sekaligus memperoleh edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan di usia lanjut.
Melalui pendampingan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman berharga mengenai pentingnya pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Di sisi lain, keterlibatan mahasiswa diharapkan dapat membantu meringankan tugas kader Posyandu sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif.
Kolaborasi yang terjalin selama kegiatan juga menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di tingkat desa dapat berjalan dengan optimal apabila didukung oleh berbagai pihak. Sinergi antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi diharapkan mampu memperkuat pelayanan kesehatan dasar sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia.

