Konten dari Pengguna

Bank Sampah

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Azzahro Heltin Agnesita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mengenalkan Konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) kepada Siswa.
zoom-in-whitePerbesar
Mengenalkan Konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) kepada Siswa.

Mahasiswa PPL menghadirkan program Bank Sampah di SD Negeri Kretek 4 pada 26 September 2026 sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekolah sekaligus mengajak siswa untuk lebih bijak dalam mengelola sampah.

Program tersebut memanfaatkan tempat penampungan berbahan kawat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang masih dapat didaur ulang maupun memiliki nilai jual. Sampah yang dikumpulkan tidak mencakup seluruh jenis sampah, melainkan sampah tertentu yang masih dapat dimanfaatkan kembali, didaur ulang, atau dijual kepada pihak yang mengelola sampah daur ulang.

Beberapa jenis sampah yang dapat dikumpulkan melalui program ini antara lain botol plastik, gelas plastik, dan kemasan tertentu. Sampah tersebut kemudian dipilah dan dikumpulkan agar dapat dimanfaatkan kembali atau disalurkan kepada pihak yang dapat mengolahnya menjadi bahan daur ulang.

Tempat Bank Sampah dibuat menggunakan kawat sebagai wadah sederhana untuk menampung sampah yang telah dipilah. Keberadaan tempat tersebut diharapkan dapat memudahkan siswa dalam mengumpulkan sampah yang masih memiliki manfaat sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan sekolah.

Siswa mengikuti kegiatan edukasi pemilahan sampah dan pengenalan program bank sampah di lingkungan sekolah.

Melalui program ini, siswa diberikan pemahaman bahwa sampah tidak selalu berarti sesuatu yang tidak berguna. Barang yang sudah tidak digunakan dapat memiliki manfaat apabila dipilah dan dikelola dengan baik. Bahkan, beberapa jenis sampah dapat memiliki nilai ekonomi ketika dikumpulkan dalam jumlah tertentu dan dijual kembali.

Mahasiswa PPL juga mengajak siswa untuk membangun kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya. Siswa diarahkan untuk mengenali sampah yang masih dapat digunakan atau memiliki nilai jual, kemudian mengumpulkannya pada tempat Bank Sampah yang telah disediakan.

Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi untuk mengenalkan konsep 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) kepada siswa. Melalui konsep tersebut, siswa belajar mengurangi penggunaan barang yang menghasilkan sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta mendaur ulang sampah yang dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Selain menjaga kebersihan, program Bank Sampah juga memberikan pengalaman belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Mereka dapat memahami bahwa menjaga lingkungan tidak harus dilakukan melalui kegiatan yang besar, tetapi dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti memilah dan mengumpulkan sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

Kegiatan Bank Sampah dilaksanakan oleh enam mahasiswa PPL, yaitu Almar’atul Haura (NIM 40223001), Wina Agustiyani (NIM 40223006), Bryan Irawan (NIM 40223028), Hasni Tsania Rosalina Zahro (NIM 40223044), Azzahro Heltin Agnesita (NIM 40223061), dan Mutiara Cendra Mia Utami (NIM 40223090).

Mahasiswa PPL berharap Bank Sampah yang telah dibuat dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh warga SD Negeri Kretek 4. Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah, tetapi juga menjadi media pembelajaran untuk menumbuhkan karakter peduli lingkungan dan tanggung jawab pada diri siswa.

Program Bank Sampah di SD Negeri Kretek 4 menjadi salah satu langkah sederhana mahasiswa PPL dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih bersih sekaligus memberikan nilai edukatif kepada siswa.

Dari kawat sederhana menjadi tempat pengumpulan sampah, mahasiswa PPL mengajak siswa mengubah kebiasaan membuang menjadi kebiasaan memilah, mengumpulkan, memanfaatkan, dan menjaga lingkungan bersama.

Almar’atul Haura, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.

Wina Agustiyani, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.

Bryan Irawan, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.

Hasni Tsania Rosalina Zahro, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.

Azzahro Heltin Agnesita, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.

Mutiara Cendra Mia Utami, mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Peradaban.