Bacaan Doa Qunut pada Witir Ramadhan Arab, Latin, dan Artinya

Akun yang khusus membahas tentang doa-doa Islami
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Bacaan Doa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bacaan doa qunut pada witir Ramadhan biasanya mulai dibaca khususnya warga NU saat memasuki pertengahan bulan Ramadan. Doa qunut ini dibaca pada rakaat terakhir salat witir.
Pembacaan doa qunut bukan tanpa sebab. Hal ini karena mengikuti amalan para sabahat, seperti Sayyidina Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka'ab.
Doa Qunut pada Witir Ramadhan di Pertengahan Bulan Puasa
Mengutip buku Fiqhun-nisa Thaharah-shalat, Adil Sa'di (2008) qunut dalam salat witir adalah doa. Rasulullah saw tidak pernah qunut setiap mendirikan salat witir, tetapi beliau mengajarkan doa qunut kepada Hasan (HR Tirmidzi, Nasa'i, dan Abu Dawud).
Adapun bacaan doa qunut pada witir Ramadhan adalah sebagai berikut:
اَللّهُمَّ اهْدِنَا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لًنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allahummahdinâ fî man hadait. Wa ‘âfinâ fî man ‘âfait. Wa tawallanâ fî man tawallait. Wa bâriklanâ fî mâ a‘thait. Wa qinâ syarra mâ qadhait. Fa innaka taqdhî wa lâ yuqdhâ ‘alaik. Wa innahû lâ yazillu man wâlait. Wa lâ ya‘izzu man ‘âdait.
Tabârakta rabbanâ wa ta‘âlait. Fa lakal hamdu a’lâ mâ qadhait. Wa astagfiruka wa atûbu ilaik, wa shallallâhu ‘alâ sayyidinâ muhammadin nabiyyil ummiyyi wa ‘alâ âlihi wa shahbihi wa sallam.
Artinya: “Ya Allah, berikanlah petunjuk kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau tunjukkan. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang Engkau telah berikan kesehatan. Dan peliharalah kami sebagaimana orang yang telah Engkau peliharakan. Dan berilah keberkahan kepada kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang Engkau telah tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan terkena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan Maha tinggi Engkau. Maha bagi Engkau segala pujian di atas yang Engkau hukumkan. Aku memohon ampun dari Engkau dan aku bertaubat kepada Engkau. (Dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera untuk junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya."
Membaca doa qunut witir pada separuh terakhir Ramadan dianjurkan oleh para ulama. Seperti yang dilakukan oleh Umar bin Khattab dan Ubay bin Ka'ab sebagaimana disebut di atas.
Menurut riwayat Abu Dawud, ada juga yang menyebut Ibnu Umar dan Mu'adz al-Qari juga melaksanakan hal yang sama, sebagaimana disebut Imam Syafii yang dikutip Al-Baihaqi dalam kitab Ma'rifatus Sunan wal Atsar.
Baca Juga: Doa Puasa Hari ke-18 Ramadhan, Memohon Keberkahan dalam Sahur
Walaupun ada pandangan lain tentang doa qunut pada witir Ramadhan. Namun tidak ada salahnya untuk membaca doa yang memiliki makna baik ini. (ARD)
