Konten dari Pengguna

Apa itu Portal Perlinsos Digital? Cek Cara Kerja Transfer Bansos Tunainya

Berita Bisnis

Berita Bisnis

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membahas apa itu Portal Perlinsos Digital. Foto: Pexels
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membahas apa itu Portal Perlinsos Digital. Foto: Pexels

Pertanyaan tentang apa itu Portal Perlinsos Digital, kini kerap dilontarkan oleh masyarakat sejalan dengan digitalisasi bantuan sosial (bansos). Langkah modernisasi ini menjadi agenda pemerintah demi meningkatkan efisiensi pendataan calon penerima manfaat.

Program berbasis teknologi ini dibuat guna memberikan kemudahan bagi masyarakat umum dalam memperoleh informasi program perlindungan sosial (perlinsos). Warga mampu mengikuti proses alur layanan melalui wadah yang telah disediakan secara terintegrasi.

Apa itu Portal Perlinsos Digital?

Ilustrasi memahami apa itu Portal Perlinsos Digital. Foto: Pexels

Mengutip situs resmi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Portal Perlinsos Digital adalah sarana pengelolaan bansos berbasis elektronik yang terhubung pada Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI).

Sistem tersebut dibangun guna menunjang pendataan sekaligus pelayanan supaya makin terintegrasi. Dengan sistem Perlinsos Digital, publik mendapat kepraktisan dalam menjalankan tiap proses pendaftaran bansos secara langsung.

Warga bisa mengajukan nama pribadi untuk mendapatkan bantuan, memantau syarat kepatuhan, hingga menyampaikan sanggahan apabila data keluarga penerima manfaat (KPM) tidak cocok dengan kenyataan di lapangan.

Pembuatan Portal Perlinsos Digital diklaim menjadi terobosan untuk menyelaraskan data kemiskinan dan menyempurnakan mekanisme pembagian bansos. Pemerintah optimistis upaya ini dapat menjadikan penyerahan bantuan makin tepat sasaran, cepat, dan transparan.

Lebih lanjut, pemanfaatan Portal Perlinsos Digital dipercaya bisa mengurangi risiko kesalahan sasaran penerima, baik pada kasus warga yang berhak, tetapi terlewat, maupun saat bantuan jatuh ke tangan pihak yang tidak tepat.

Seluruh data di dalam sistem tersebut terhubung langsung dengan bermacam sumber informasi kementerian/lembaga (K/L), seperti Korps Lalu Lintas Kepolisian Negara Republik Indonesia (Korlantas Polri), Perusahaan Listrik Negara atau PT PLN (Persero), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), hingga Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Target 100 Juta Pendaftar di GovTech

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menetapkan sasaran melampaui 100 juta masyarakat terhubung ke dalam platform Teknologi Pemerintah (Government Technology/GovTech) pada Selasa, 10 November 2026.

Dia mengungkapkan bahwa peresmian Perlinsos Digital sebagai bagian dari GovTech tersebut dijadwalkan bakal dipimpin secara langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat ini, sekitar 60 juta warga yang tergolong layak menerima bansos sudah tercatat di sistem itu. Pemerintah membidik pendataan seluruh warga yang berhak memperoleh bansos selesai pada penghujung tahun 2026.

“Kami berharap pada akhir tahun ini seluruh penduduk yang qualified (memenuhi kualifikasi) menerima bansos sudah terintegrasi,” kata Luhut di Kantor DEN, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026, seperti dikutip dari kumparanBISNIS.

Cara Kerja Portal Perlinsos Digital

Sebelumnya, Luhut menerangkan bahwa program digitalisasi perlindungan sosial akan mengubah mekanisme penyaluran bantuan dengan peningkatan prioritas penyerahan dana melalui skema transfer (cash transfer) kepada masyarakat yang berhak.

“Jadi, pemerintah pada ujungnya tidak memberikan subsidi kepada produk lagi,” ucap pria yang juga menduduki posisi Ketua Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) tersebut di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, 20 Oktober 2026.

Menurutnya, pembaruan sistem perlinsos secara digital dijadikan tumpuan utama demi memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak. Melalui langkah ini, pembagian bansos sanggup berlangsung secara lebih efisien.

Di momen terpisah, Luhut menyebutkan Presiden sudah menginstruksikan supaya warga penerima bansos mempunyai rekening bank. Pemerintah membidik sekitar 50 juta warga pada kelompok desil 1-4 sebagai calon penerima.

Pihak pemerintah juga menyetujui penghapusan sistem pemberian dana tunai dalam penyaluran bansos. Jalur pengiriman dana akan dialihkan melalui mekanisme transfer bank demi memperkuat keterbukaan.

“Jadi, semua cashless transaction. Jadi, itu juga untuk mengurangi korupsi,” ujar Luhut di Kantor DEN, Kamis, 10 September 2026.

Baca Juga: Portal Perlinsos Digital Kapan Diluncurkan? Cek Jadwalnya

(MDP)