Apa Saja Kriteria Smart ASN? Ini Pengertian dan Sasarannya

Berita dan Informasi Praktis soal Ekonomi Bisnis
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Bisnis tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pertanyaan apa saja kriteria Smart ASN (Aparatur Sipil Negara), sering dilontarkan oleh abdi negara yang sedang mempersiapkan diri untuk uji kompetensi. Banyak peserta yang merasa perlu menggali ini agar mampu mengikuti perkembangan kualifikasi di pemerintahan.
Memahami kerangka dasar dari pembelajaran ini sangatlah penting demi meningkatkan kecakapan digital di era transformasi masa kini. Penguasaan konsep ini juga memudahkan para pegawai pemerintah dalam mengoptimalkan pelayanan publik secara profesional.
Apa itu Smart ASN?
Berdasarkan jurnal Pembentukan Karakter Smart ASN Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan Melalui Pelatihan Fungsional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karya Siti Maryam, Smart ASN mulai diperkenalkan pada 2019.
Pemerintah sangat aktif mempromosikan ASN Cerdas atau Smart ASN sebagai gagasan dan nilai baru yang harus ditanamkan ke dalam diri sumber daya manusia (SDM) di instansi pemerintahan.
Konsep Smart ASN ini menjadi strategi dalam menyongsong era revolusi industri 4.0 yang menuntut para Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi.
Langkah tersebut bertujuan supaya layanan masyarakat menjadi lebih efektif, efisien, sekaligus didukung oleh performa kerja pegawai secara menyeluruh.
Apa Saja Kriteria Smart ASN?
Adapun melansir laman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Yogyakarta, Smart ASN didukung oleh delapan fondasi utama, meliputi:
1. Integritas
Integritas merupakan fondasi utama bagi keberhasilan seorang pegawai ASN yang cerdas. Saat menjalankan tugas maupun tanggung jawabnya, seorang pegawai wajib menjaga kejujuran, etika, maupun moralitas demi membangun kepercayaan publik.
2. Nasionalisme
Nasionalisme ialah bentuk semangat pengabdian yang mendalam terhadap tanah air. Seorang pegawai Smart ASN tidak sekadar menganggap tugas sebagai pekerjaan biasa, tetapi sebuah panggilan jiwa untuk mendukung kemajuan Indonesia melalui karya terbaik.
3. Profesionalisme
Pegawai Smart ASN senantiasa menjaga tolok ukur tinggi pada tiap tugas pekerjaannya. Mereka mengabdikan diri dalam pelayanan masyarakat secara sungguh-sungguh, mementingkan kebutuhan publik, sekaligus memelihara kejujuran maupun kecakapan kerja.
4. Berwawasan Global
Di tengah era keterhubungan antarnegara, Smart ASN mengantongi pemahaman luas mengenai isu-isu internasional.
Abdi negara harus siap menyelesaikan tantangan dunia menggunakan ide lokal yang cermat, bahkan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dapat dimanfaatkan demi meringankan tugas harian.
5. Menguasai Teknologi Informasi dan Bahasa Asing
Kemahiran pada bidang teknologi informasi maupun bahasa asing menjadi kebutuhan pokok bagi seorang Smart ASN. Penguasaan teknologi terkini dan kemampuan berkomunikasi memakai bahasa internasional memudahkannya dalam berinteraksi secara efektif.
6. Berjiwa Hospitality
Memiliki jiwa keramahtamahan (hospitality) menjadi ciri khas penting dari seorang Smart ASN. Para PNS maupun PPPK harus menampilkan sikap santun, sabar, maupun penuh rasa hormat dalam setiap pelayanan, sehingga tercipta suasana kerja yang nyaman.
7. Entrepreneurship
Smart ASN memancarkan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) ketika melayani masyarakat. Para pegawai terus menggali inovasi maupun kreativitas untuk menyelesaikan persoalan, sehingga menghadirkan solusi yang membuat layanan publik lebih praktis.
8. Memiliki Jaringan Luas
Smart ASN sangat memahami pentingnya membangun jejaring kerja yang luas. Melalui kerja sama yang kokoh bersama rekan sejawat maupun lembaga lain, para ASN mampu menciptakan kemitraan yang mendukung kemajuan ekonomi maupun sosial.
Sasaran Smart ASN
Merujuk pada jurnal Pengaruh Penerapan Smart ASN dan Kompetensi terhadap Employee Engagement pada Sekretariat Daerah Kota Gorontalo karya Risandi Ma’im dkk., implementasi Smart ASN memiliki tiga sasaran utama, yaitu:
Perancangan ASN dilakukan melalui pembukaan lowongan kerja maupun kualifikasi yang sejalan dengan arah pembangunan nasional maupun potensi wilayah.
Penerimaan ASN yang terbuka, objektif, maupun adil berguna untuk memulihkan kepercayaan publik sekaligus menjaring talenta-talenta unggul bangsa.
Meningkatkan profesionalitas dengan memacu kemampuan, kualifikasi, maupun kinerja, seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang (UU) ASN.
Baca Juga: Cara Membaca Hasil Profiling ASN Materi Potensi hingga Talent DNA
(MDP)
